Jakarta, 18 Februari 2026 – Pemerintah memastikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), prajurit TNI, dan anggota Polri akan mulai dicairkan pada minggu pertama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan bahwa proses administrasi pencairan THR saat ini telah disiapkan dan tinggal menunggu momentum awal Ramadan. Pernyataan tersebut disampaikan usai rapat di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Jakarta.
“Minggu pertama puasa, sebentar lagi,” ujar Purbaya kepada awak media.
Apabila awal puasa jatuh pada 19 Februari 2026, maka pencairan THR diperkirakan mulai dilakukan sekitar 26 Februari 2026. Pemerintah menargetkan pencairan berjalan serentak dan tepat waktu agar dapat dimanfaatkan aparatur negara untuk memenuhi kebutuhan Ramadan dan Idulfitri.
Komponen THR ASN 2026
THR yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencakup beberapa komponen utama, yaitu:
Gaji pokok, Tunjangan keluarga, Tunjangan pangan, Tunjangan jabatan atau tunjangan umum
Tunjangan kinerja
Bagi guru dan dosen yang tidak menerima tunjangan kinerja, pemerintah memberikan tunjangan profesi sebesar satu bulan gaji.
Sementara itu, bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), komponen yang diterima sama, namun gaji pokok dibayarkan sebesar 80 persen dari ketentuan gaji penuh sesuai peraturan yang berlaku.
Total Anggaran Capai Rp55 Triliun
Dalam pemaparan kebijakan fiskal pada pertengahan Februari 2026, Kementerian Keuangan mengungkapkan bahwa total anggaran THR ASN tahun ini mencapai Rp55 triliun.
Angka tersebut meningkat sekitar 10,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp49 triliun. Kenaikan ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli aparatur negara sekaligus mendukung stabilitas ekonomi nasional menjelang periode Lebaran.
Dorong Konsumsi dan Perputaran Ekonomi :
Pencairan THR pada awal Ramadan dinilai strategis karena berpotensi Meningkatkan konsumsi rumah tangga, Mendorong perputaran uang di daerah
Menguatkan sektor perdagangan dan UMKM
Menjaga momentum pertumbuhan ekonomi kuartal I dan II 2026
Pemerintah berharap kebijakan ini tidak hanya membantu kebutuhan aparatur negara, tetapi juga memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian nasional selama bulan Ramadan dan Idulfitri.
Dengan kepastian jadwal tersebut, ASN, TNI, dan Polri di seluruh Indonesia kini tinggal menunggu realisasi pencairan pada pekan pertama puasa.
Sumber : detikFinance




































