Kolam Balai Benih Ikan Milik Pemerintah Terabaikan, Kinerja Dinas Perikanan Aceh Tenggara Dipertanyakan

REDAKSI 1

- Redaksi

Kamis, 19 Februari 2026 - 13:25 WIB

50298 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii |ACEH TENGGARA | KUTACANE – Sejumlah warga mempertanyakan pengelolaan Kolam Balai Benih Ikan (BBI) milik Dinas Perikanan Kabupaten Aceh Tenggara yang dinilai terkesan diabaikan dan tidak terurus.

Kolam BBI yang terletak di Desa Lawe Bekung, Kecamatan Badar, terlihat sebagian besar mengering dan ditumbuhi rumput liar. Berdasarkan pantauan media ini, dari puluhan petak kolam yang ada, hanya beberapa petak yang masih berisi air dan ikan dengan berbagai ukuran. Sementara sebagian lainnya tampak kering dan bahkan dimanfaatkan warga sekitar untuk mengambil rumput sebagai pakan ternak.

Abdullah Gafar, warga Aceh Tenggara yang juga pemerhati perikanan air tawar, mengaku kecewa melihat kondisi tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

> “Sangat miris melihat kolam milik pemerintah dibiarkan mengering dan ditumbuhi rumput. Padahal di depan kantor Dinas Perikanan ada aliran Kali Bulan yang jaraknya hanya beberapa meter. Kalau dinas saja tidak mampu mengelola kolam di depan mata, bagaimana mau mendorong masyarakat untuk bertani ikan,” ujarnya.

Balai Benih Ikan (BBI) Aceh Tenggara dibangun dengan anggaran yang tidak sedikit. Fasilitas ini diperuntukkan untuk penyediaan stok benih ikan air tawar seperti ikan mas, nila, mujair dan jenis lainnya, sekaligus sebagai tempat pembenihan dan pendederan ikan.

Namun menurut sumber yang layak dipercaya, kondisi sebagian besar kolam yang mengering telah berlangsung cukup lama dan terkesan dibiarkan. Padahal, apabila dikelola secara optimal, BBI dinilai berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Aceh Tenggara.

Jupri Yadi, salah seorang aktivis di Kutacane, menilai kondisi tersebut mencerminkan lemahnya manajemen di tubuh Dinas Perikanan.

> “Kolam itu sudah ada sejak lama, tinggal dikelola. Tapi faktanya beberapa petak mengering bahkan menjadi lokasi warga mengambil rumput. Ini menunjukkan pengelolaan yang tidak maksimal,” ujarnya.

Kondisi tersebut dinilai bertolak belakang dengan julukan Aceh Tenggara sebagai daerah Minapolitan, yang dikenal sebagai salah satu sentra penghasil ikan air tawar di Aceh. Sejumlah pihak meminta Bupati dan Wakil Bupati melakukan evaluasi terhadap kinerja Dinas Perikanan serta menempatkan tenaga profesional di bidang perikanan untuk memimpin dan membenahi sektor tersebut.

Penjelasan Kadis Perikanan

Kepala Dinas Perikanan Aceh Tenggara, Firmansyah, S.TTP, saat dikonfirmasi pada Minggu (15/2/2026), membenarkan bahwa banyak petak kolam di BBI Lawe Bekung yang kosong dan kering.

Menurutnya, kondisi tersebut disebabkan rusaknya saluran intake akibat banjir beberapa waktu lalu.

“Perbaikan saluran sudah kami usulkan ke pemerintah provinsi dan pusat, namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut,” jelasnya.

Ia juga menyebut keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam pemeliharaan sarana dan prasarana. Bahkan, gaji tenaga teknis dan tenaga layanan dasar BBI disebut belum terbayarkan selama tiga bulan pada tahun 2025.

“Untuk sementara, indukan ikan dipindahkan ke kolam lain yang masih bisa difungsikan. Tahun 2026 ada kegiatan melalui dana pokok pikiran dewan untuk mendukung perbaikan,” pungkasnya. (madiansyah).

Berita Terkait

Polres Tapanuli Tengah Ringkus Dua Pelaku Jambret di Desa Aek Horsik
TMMD 128 Kodim 0104/Atim : Menghidupkan Kembali Asa di Pelosok Negeri
Car Free Day Pemerintah Kota Langsa Sekaligus Peringatan May Day 2026
Damkar BPBD Aceh Besar Evakuasi Ular Piton Dari Bawah Lantai Beton
LANA Soroti Kinerja Penanganan Banjir, Desak Evaluasi Kepemimpinan Bupati Aceh Barat
LANA Kritik Bupati Aceh Barat, Nilai Penanganan Banjir Minim Inisiatif
PKS Aceh Gelar FGD, Dorong Kemandirian Pangan, Ekonomi, dan Energi
PTPN IV Regional VI Dukung CFD Langsa dan Semarakkan May Day 2026

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:34 WIB

Polres Tapanuli Tengah Ringkus Dua Pelaku Jambret di Desa Aek Horsik

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:40 WIB

Brimob Polda Sumut Perkuat Patroli Skala Besar di Belawan, Situasi Kamtibmas Kondusif

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:29 WIB

Polres Pematangsiantar Hadiri Harlah Tuan Guru dan Ponpes Darul Ihsan Bah Sorma Yayasan “Syekh Abdurrahman Al-Jatimi”

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:21 WIB

Polres Pematangsiantar Patroli Hingga Subuh, Empat Sepedamotor Knalpot Brong Diamankan

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:01 WIB

Okupansi 129 Persen, KA Siantar Ekspres Paling Diminati Selama Libur May Day 2026

Minggu, 3 Mei 2026 - 14:23 WIB

Warga Binaan Lapas Binjai Ikuti Study Tiru Peternakan Telur Puyuh

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:40 WIB

Perdagangan Ilegal Satwa Dilindungi Digagalkan di Sipirok, Polisi Amankan Sisik Trenggiling hingga Kulit Kijang

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:32 WIB

Satresnarkoba Polres Tapsel Gagalkan Peredaran 3 Kg Ganja, Dua Pelaku Ditangkap Gunakan Becak Motor

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

Polres Tapanuli Tengah Ringkus Dua Pelaku Jambret di Desa Aek Horsik

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:34 WIB