Timelineinews.com [] Meureudu – Senja di salah satu kafe di seputaran Kota Meureudu, Jumat (27/2/2026), terasa berbeda. Bukan sekadar momen berbuka puasa di bulan penuh magfirah, tetapi juga menjadi saksi perpisahan penuh haru keluarga besar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pidie Jaya dengan sosok pemimpinnya, Mahmudi, SS, MAP.
Di tengah hangatnya hidangan berbuka dan lantunan doa Ramadhan, suasana perlahan berubah menjadi emosional saat Kepala Badan Kesbangpol Pidie Jaya itu berdiri menyampaikan sambutan perpisahan. Dengan suara yang tertahan, ia memohon maaf kepada seluruh jajaran pegawai atas segala kekhilafan selama memimpin.
“Dalam kesempatan yang baik dan di bulan yang penuh ampunan ini, saya mohon maaf apabila selama memimpin terdapat salah dan khilaf,” ucapnya lirih.
Mahmudi yang akan mengemban amanah baru di Provinsi Sumatera Utara itu juga berpesan agar seluruh jajaran Kesbangpol tetap solid dan menjaga kekompakan. Ia menekankan pentingnya menjalankan tugas dan amanah bangsa dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan Pidie Jaya tercinta.
“Saya berharap Kesbangpol tetap solid, tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan stabilitas daerah. Teruslah bekerja dengan hati untuk kemajuan Pidie Jaya,” tutupnya, disambut tepuk tangan yang menyimpan rasa kehilangan.
Suasana semakin menyentuh ketika Muhammad Iqbal, SKM, MKM, mewakili seluruh pegawai, turut menyampaikan pesan dan kesan. Dengan penuh ketulusan, ia juga memohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan selama kebersamaan.
“Kami sebagai manusia tentu tidak luput dari salah dan khilaf. Atas nama seluruh pegawai, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya. Terima kasih atas bimbingan dan keteladanan yang telah diberikan,” ungkapnya.
Momentum perpisahan itu terasa kian syahdu saat azan Magrib berkumandang. Doa-doa dipanjatkan, bukan hanya untuk keberkahan Ramadhan, tetapi juga untuk perjalanan pengabdian Mahmudi di tempat tugas yang baru.
Acara kemudian ditutup dengan saling bersalaman. Satu per satu pegawai menyalami sang pimpinan, sebagian dengan mata yang berkaca-kaca. Senyum dan foto bersama menjadi penanda bahwa perpisahan ini bukan akhir dari silaturahmi, melainkan awal dari babak baru pengabdian.
Di bulan suci yang mengajarkan keikhlasan dan saling memaafkan, keluarga besar Kesbangpol Pidie Jaya melepas pemimpinnya dengan doa terbaik — semoga langkahnya membawa kebaikan, dan semangat kebersamaan yang telah dibangun tetap abadi di bumi Pidie Jaya. ((JN)




























