Audiensi Bersama Warga, Pemko Langsa Tegaskan Bantuan Bencana Tak Bisa Dibagi Rata

Zul

- Redaksi

Senin, 2 Maret 2026 - 17:06 WIB

501,227 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda Kota Langsa Dra. Suhartini, M.Ps dalam audiensinya bersama warga Gampong Baro

TIMELINE INEWS INVESTIGASI

Kota Langsa – Pemerintah Kota Langsa memenuhi audiensi warga Gampong Baro, Kecamatan Langsa Lama, terkait kriteria dan mekanisme penetapan penerima bantuan perbaikan dan pembangunan rumah pascabencana. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Geuchik setempat, Senin (02/02/2026), digelar dalam suasana terbuka, dialogis, dan penuh semangat kebersamaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Walikota Langsa, Jeffry Sentana S. Putra, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Langsa, Suhartini, menerima langsung aspirasi masyarakat. Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Komando Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Bencana Kota Langsa, Suhartini menegaskan bahwa pemerintah memahami harapan warga, namun seluruh proses penyaluran bantuan harus tetap berpedoman pada regulasi agar berjalan adil, transparan, dan tepat sasaran.

Menanggapi usulan agar dana stimulan dibagi rata kepada seluruh penerima, Suhartini menjelaskan bahwa bantuan ini bukan bantuan sosial tunai untuk kebutuhan konsumtif, melainkan bantuan stimulan perbaikan fisik rumah (BSPS/BNPB) yang berbasis tingkat kerusakan.

“Prinsipnya adalah keadilan proporsional, bukan sama rata. Jika dibagi rata, nilainya menjadi terlalu kecil dan tidak cukup untuk memperbaiki rumah yang rusak sedang maupun berat. Akibatnya, semua rumah berisiko tetap tidak dapat diperbaiki dan layak huni,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa mekanisme tersebut mengacu pada Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 300.2.8-168 Tahun 2026 tentang Pedoman Teknis Bantuan Perbaikan dan Pembangunan Rumah Masyarakat Terdampak Bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat Tahun Anggaran 2026. Seluruh proses juga berada dalam pengawasan ketat pemerintah pusat.

Bantuan disalurkan langsung ke rekening penerima setelah melalui verifikasi teknis oleh tim pengawas. “Dana ini langsung ditransfer ke rekening penerima. Jika dibagi rata tanpa mengikuti kategori kerusakan, itu menyalahi aturan dan berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum,” tegas Suhartini.

Ia juga mengajak masyarakat untuk turut mengawasi proses verifikasi dan penyaluran agar bantuan benar-benar diterima tepat sasaran.

Dalam audiensi tersebut, Suhartini turut meluruskan kesalahpahaman yang berkembang di masyarakat mengenai bantuan “Per Rumah” yang disalah artikan sebagai “Per KK”. Ia menegaskan bahwa bantuan diberikan berdasarkan “Unit Rumah” yang rusak sesuai kriteria, bukan jumlah Kartu Keluarga yang menempati rumah tersebut.

“Jika satu rumah dihuni beberapa KK, tetap dihitung satu unit rumah. Fokus bantuan ini adalah memperbaiki bangunan fisik rumah agar kembali layak huni,” jelasnya.

Suhartini juga menegaskan bahwa apabila masyarakat ingin menolak bantuan dikarenakan alasan tidak dapat dibagi rata, maka harus ada surat pernyataan yang ditanda tangani oleh seluruh warga secara tertulis kepada Pemerintah Kota Langsa. Namun kami ingatkan kembali untuk tidak mengedepankan emosi yang akhirnya merugikan masyarakat itu sendiri, karena peluang bantuan serupa belum tentu tersedia kembali akibat dari penolakan tersebut.

Ia mengimbau masyarakat tetap kooperatif dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu kebenarannya. Pemerintah memastikan seluruh bantuan yang didapat melalui 4 (empat) tahap. Mari kita jaga komunikasi antara pemerintah dan Masyarakat agar terus terjalin dengan baik, santun, semangat solidaritas dan menjalin persaudaraan antar sesama warga di gampong.

“Bantuan ini adalah bentuk kehadiran negara. Jangan ada rasa khawatir tidak mendapatkan bantuan, karena penyalurannya harus tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun hukum,” tutup Suhartini.

Berita Terkait

Pemkab Aceh Tenggara Buka UKOM untuk 19 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama
Pembebasan Denda PBB‑P2 Berakhir, Bappenda Toba Catat Capaian Rp 432 Juta Lebih
Isteri Gubernur, Marlina Muzakir Turun ke Dapur TAGANA, Ikut Bungkus Nasi untuk Korban Banjir Aceh Selatan
Ops Patuh Toba 2026, Sat Lantas Polres Pelabuhan Belawan Gelar Ramp Check Angkutan Umum
KAI Sumut Perkuat Mitigasi Risiko Cuaca, Utamakan Keselamatan dan Kenyamanan Pelanggan 358 Pohon Dipangkas, 1.650 Meter Saluran Air Disiapkan untuk Antisipasi Cuaca Ekstrem
Sinergi Rutan Tanjung dan Kemenag Wujudkan Pembinaan Kepribadian Optimal Berkelanjutan Tanamkan Keimanan Kedamaian Perubahan Positif
Kalapas Kelas IIA Binjai Mochamad Mukaffi Hadiri Kunker Kapolda Sumut Irjen Sonny Irawan di Mako Polres Binjai
Tingkatkan Kepedulian Kesehatan, Lapas Narkotika Samarinda Latih 58 WBP Menjadi Kader Kesehatan

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 07:36 WIB

Pembebasan Denda PBB‑P2 Berakhir, Bappenda Toba Catat Capaian Rp 432 Juta Lebih

Rabu, 4 November 2026 - 23:40 WIB

Ops Patuh Toba 2026, Sat Lantas Polres Pelabuhan Belawan Gelar Ramp Check Angkutan Umum

Rabu, 4 November 2026 - 21:22 WIB

Kalapas Kelas IIA Binjai Mochamad Mukaffi Hadiri Kunker Kapolda Sumut Irjen Sonny Irawan di Mako Polres Binjai

Rabu, 4 November 2026 - 20:37 WIB

Perkuat Sinergi dan Koordinasi Lapas Perempuan Medan Terima Kunjungan Kepala Bagian Layanan Administrasi dan Pembinaan SDM Aparatur

Rabu, 4 November 2026 - 20:28 WIB

Lapas Perempuan Medan Laksanakan Sidang TPP, Evaluasi 22 WBP Calon Tamping

Rabu, 4 November 2026 - 20:08 WIB

Lapas Pemuda Langkat Komitmen Hadirkan Pembinaan Inovatif Edukatif Tingkatkan Kualitas SDM dan Kemandirian WBP

Rabu, 4 November 2026 - 11:13 WIB

Bongkar Muat Ribuan Karton  Minyak Goreng untuk Bansos di Silamosik II Memicu Keraguan Publik, Instansi Diminta Lakukan Verifikasi

Rabu, 4 November 2026 - 03:17 WIB

Sat Lantas Polres Toba Tempel Stiker dan Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas Saat Gelar Operasi Patuh Toba 2026

Berita Terbaru