Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA) Menyampaikan kritik Tegas Terhadap Kebijakan Gubernur Aceh Yang Menunjuk Putranya Sebagai Komisaris Utama Pada BUMD Aceh Di PT Pema Global Energi

Wahyu

- Redaksi

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:10 WIB

50136 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penunjukan tersebut dilakukan melalui keputusan sirkuler dalam restrukturisasi manajemen, tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terbuka. Hal ini menimbulkan sorotan publik, terutama terkait transparansi dan etika dalam pengelolaan perusahaan daerah.

Ketua SAPA, Fauzan Adami, mengatakan bahwa persoalan ini tidak cukup dilihat dari sisi aturan saja, tetapi juga harus dilihat dari sisi kepatutan dan logika publik.

“Bisa saja secara aturan dibenarkan, tetapi secara logika dan kepantasan, ini sulit diterima. Apalagi jika melihat usia dan pengalaman yang dinilai belum cukup untuk memegang jabatan penting seperti itu,” ujar Fauzan. Minggu (29/3/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, Aceh tidak kekurangan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, rekam jejak, serta kapasitas profesional untuk mengisi jabatan penting di lingkungan BUMD.

“Masih banyak SDM Aceh yang memiliki kemampuan dan pengalaman yang mumpuni. Jabatan strategis semestinya diisi oleh figur profesional melalui proses yang objektif, bukan karena kedekatan atau relasi kekeluargaan,” tegasnya.

SAPA menilai, kebijakan ini berpotensi menjadi preseden buruk apabila tidak disikapi secara serius. Dalam jangka panjang, praktik semacam ini dikhawatirkan akan membuka ruang bagi pola pengelolaan BUMD yang tidak sehat.

“Ini sangat berbahaya dan bisa meninggalkan catatan sejarah yang tidak baik bagi Aceh. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin ke depan setiap gubernur akan menempatkan anggota keluarganya di BUMD. Hal ini berpotensi merusak sistem dan mencederai kepercayaan publik,” lanjutnya.

Lebih jauh, SAPA menekankan pentingnya penerapan prinsip good corporate governance (GCG) dalam pengelolaan BUMD. Perusahaan daerah merupakan aset publik yang harus dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel bukan sebagai ruang kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

SAPA meminta agar keputusan tersebut ditinjau kembali karena memicu keresahan di tengah masyarakat, khususnya bagi kelompok ekonomi lemah yang merasa peluang bagi generasi mereka untuk bersaing secara adil semakin tertutup.

“Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius bahwa akses terhadap jabatan publik tidak lagi berpijak pada kapasitas dan kompetensi, melainkan dipengaruhi oleh kedekatan dengan kekuasaan. Jika terus dibiarkan, praktik seperti ini berpotensi meruntuhkan kepercayaan publik dan mencederai rasa keadilan di tengah masyarakat,” pinta Fauzan.

Berita Terkait

Karutan Raymon Andika Girsang Apresiasi Jajaran: Juara 1 Alur Terbaik Video Pemasyarakatan Perang Melawan Narkoba
Libur Hari Buruh 2026, Mobilitas Penumpang KA di Daop 5 Purwokerto Meningkat Signifikan
Jonedi Ramli: Pendidikan Kunci Masa Depan Cerah, PT Pelindo Regional I Komitmen Tingkatkan Kualitas SDM
Karutan Raymon Andika Girsang Lepas Galang Tresno Prakoso, Sambut Masripani sebagai Kasubsi Pengelolaan
Hadir Bersama Forkopimda di Stadion H.M Nurdin, Lapas Padangsidimpuan Dukung Transformasi Pendidikan Inklusif
Peringati Hardiknas, Siswa dan Guru Sekolah Rakyat Terintegrasi 26 Ikuti Upacara Khidmat
Kalapas Tanjungbalai Asahan Tegaskan Kepala Kamar Warga Binaan Jadi Garda Terdepan, ZERO HP, Narkoba Di Lapas
Dengarkan Suara Warga Binaan, Plh Ka. KPLP Lapas Narkotika Langkat Perkuat Disiplin Lewat Pendekatan Humanis

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:33 WIB

Kapolres Pidie Jaya Pimpin Apel Siaga, Antisipasi Gangguan Kamtibmas dan Dampak Situasi Global

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:28 WIB

Polres Pidie Jaya Rayakan May Day 2026 dengan Silaturahmi dan Baksos, Pererat Kepedulian kepada Buruh Angkut

Kamis, 30 April 2026 - 15:44 WIB

Ketua TP PKK Pidie Jaya Kunjungi Warga Sakit di Bandar Baru, Salurkan Bantuan Darurat

Kamis, 30 April 2026 - 13:34 WIB

Bupati Pidie Jaya Membuka Konferensi XXIII PGRI Pidie Jaya

Kamis, 30 April 2026 - 10:57 WIB

Kurir Diduga Tidak Profesional, Warga Pidie Jaya Keluhkan Paket Diretur Sepihak

Selasa, 28 April 2026 - 15:29 WIB

Bupati Pidie Jaya Serahkan Ambulans Bantuan Presiden untuk Puskesmas Meureudu

Selasa, 28 April 2026 - 13:44 WIB

Ambulans Bantuan Presiden Perkuat Layanan Kesehatan, Bupati Pidie Jaya Tekankan Perawatan dan Kinerja

Selasa, 21 April 2026 - 19:06 WIB

Polres Pidie Jaya Perkuat Edukasi Karhutla, Satreskrim Bersama DLHK Aceh Pasang Spanduk Imbauan Humanis

Berita Terbaru