TLii [] Banda Aceh — Penanganan kasus dugaan korupsi beasiswa di lingkungan BPSDM Aceh mulai memasuki babak baru. Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh memastikan sebagian berkas perkara telah dinyatakan lengkap oleh jaksa.
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, Selasa (21/4/2026), mengungkapkan bahwa dari sejumlah berkas yang dikirim ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), dua di antaranya telah berstatus lengkap atau P-21.
“Dua berkas sudah dinyatakan lengkap, dan tersangka dalam perkara tersebut juga telah diserahkan ke JPU untuk proses hukum lebih lanjut,” ujarnya.
Dengan pelimpahan tahap dua ini, proses penanganan perkara kini beralih ke pihak kejaksaan untuk segera disidangkan di pengadilan.
Namun demikian, penyidikan belum sepenuhnya rampung. Sejumlah berkas lainnya masih dikembalikan oleh jaksa karena dinilai belum memenuhi unsur pembuktian secara formil maupun materiil.
Penyidik Ditreskrimsus Polda Aceh saat ini terus bergerak cepat melengkapi kekurangan tersebut, termasuk melakukan pemeriksaan tambahan terhadap sejumlah saksi dan mengumpulkan alat bukti pendukung.
“Koordinasi terus dilakukan dengan pihak terkait agar seluruh petunjuk jaksa dapat segera dipenuhi,” tambah Joko.
Kasus dugaan korupsi beasiswa ini menjadi perhatian publik karena menyangkut anggaran pendidikan yang seharusnya diperuntukkan bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Aceh.
Polda Aceh menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas perkara ini secara profesional, transparan, dan tanpa tebang pilih, demi menegakkan supremasi hukum serta menjaga kepercayaan masyarakat.(***))
Sumber: Humas Polda.


































