(foto istimewa Kegiatan mahasiswa UNY)
TIMELINES INEWS INFESTIGASI
Sleman, 1 Juni 2026
Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melakukan pendampingan dan kajian terhadap program Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang telah berjalan di Padukuhan Mrican, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk mendokumentasikan praktik baik pengelolaan sanitasi berbasis komunitas sebagai wujud dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak.
Program IPAL yang dikaji merupakan program pemerintah Kabupaten Sleman yang menjadikan wilayah Mrican sebagai kawasan kedua setelah Jalan Kaliurang. Cakupan wilayah program meliputi area dari Fakultas Teknik UNY hingga kantor kelurahan, yang mencakup 9 RW dan 25 RT. Sistem IPAL ini terhubung langsung dengan instalasi pengolahan limbah di Sewon, Bantul. Kajian dilakukan oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi UNY melalui wawancara mendalam bersama Bapak Sumarji selaku pengurus wilayah yang aktif mendampingi pelaksanaan program, serta melibatkan warga setempat sebagai informan.
Program IPAL di wilayah ini dilaksanakan secara bertahap, diawali dengan 50 sambungan rumah (SR) pada tahap pertama. Salah satu tujuan utamanya adalah mengatasi permasalahan bakteri E. coli akibat sanitasi yang tidak memadai. Seiring bertambahnya jumlah penduduk sementara lahan tidak dapat diperluas, sistem sanitasi konvensional kerap mengalami masalah penuh dan mampet sehingga memerlukan penanganan berkala.
Program IPAL hadir sebagai solusi pengelolaan limbah domestik yang lebih terorganisir dan berkelanjutan. Penyambungan awal diberikan secara gratis kepada warga, dengan iuran operasional sebesar Rp50.000 per keluarga per bulan setelahnya. Hingga saat ini, sekitar 85% warga telah terhubung dengan program tersebut melalui dua hingga tiga tahap pelaksanaan, dengan memperhatikan ketentuan teknis jarak minimum antara sanitasi dan sumur sejauh 10–15 meter.
“Saya terlebih dahulu mempelajari program ini sebelum menyampaikannya kepada warga. Yang terpenting adalah memberikan informasi yang jelas, tanpa memaksa siapa pun untuk ikut,” ujar Sumarji.
Ke depan, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNY berkomitmen untuk terus mendokumentasikan dan menyebarluaskan praktik baik serupa di berbagai wilayah sebagai bagian dari upaya mendukung capaian SDGs di tingkat lokal.
Tingginya partisipasi warga Mrican dalam program IPAL diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lain dalam mewujudkan sanitasi yang layak, bersih, dan berkelanjutan demi kualitas hidup masyarakat yang lebih baik.



























