Timelines iNews Investigasi | Banda Aceh-Memasuki awal tahun ajaran baru 2026/2027, suasana khidmat menyelimuti halaman kompleks SMK Negeri 1, 2, dan 3 Banda Aceh pada upacara Senin pagi. 2.800an siswa/i, guru, dan tenaga kependidikan berkumpul mengikuti upacara pembukaan tahun pelajaran dimana figur tokoh seorang ayah memimpin apel upacara yang sekaligus menyampaikan amanat sebagai Kepala SMK Negeri 2 Banda Aceh, Baihaqi, S.Pd., M.Pd.
Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh civitas akademica untuk memulai tahun ajaran dengan niat ikhlas yang kuat, kerja keras, kerja cerdas, dan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi serta anti perundungan (bullying) dan model sekolah Ramah.

Di hadapan para guru, tendik dan siswa dari ketiga SMK dalam satu kompleks, Baihaqi mengawali amanat dengan Puji Syukur kroada Allah dan selawat kepada junjungan alam Rasulullah SAW. Ia secara khusus menyampaikan selamat datang kepada peserta didik baru dari SMKN 1, 2, dan 3 Banda Aceh.
“Anak-anak kami yang kami banggakan, murid baru, di SMK kami ini, di komplek ini ada 3 gedung megah SMK yang Sarana dan Prasarana cukup komplit. Orang tua kalian menitipkan kalian di SMK 1, 2, dan 3. SMK ini menjadi tangga bagi kalian untuk mencapai cita-cita yang sudah diimpikan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa meraih cita-cita tidak bisa diraih dengan santai. “Tidak ada kesuksesan yang diraih dengan santai-santai saja. Membutuhkan perjuangan. Kalau kalian tidak kuat memikul buku sekarang ini, maka kalian harus mempersiapkan diri memikul batu di akhir nanti (masa depan),” pesannya dengan tegas.
Baihaqi juga mengingatkan bahwa kehadiran siswa di sekolah adalah amanah besar dari orang tua. Para guru siap membimbing, namun keberhasilan utama bergantung pada kemauan dan kerja keras siswa itu sendiri.
“Sekarang amanah daripada orang tua kalian menitipkan kepada kami untuk menjadikan kalian itu adalah hamba-hamba manusia yang sukses, yang mulia, yang berakhlak baik, yang menjadikan kebanggaan bagi orang tua. Jangan sebaliknya, belum lagi 6 bulan orang tua sudah dipanggil ke sekolah dengan catatan permasalahan anak,” tegasnya.

Ia pun mengingatkan agar siswa tidak berputus asa dengan kemampuan akademik. “Tidak mesti semua orang itu sama menjadi juara 1 atau ranking 1. Pasti ada yang pandai, ada yang sedang, ada yang di bawah, tapi belum tentu nantinya orang yang di bawah itu tidak akan naik ke atas. Banyak cerita, waktu sekolah biasa-biasa saja, tetapi ketika menjadi pekerja di perusahaan, dia malah menjadi direktur.”
Salah satu poin penting dalam amanat tersebut adalah larangan keras terhadap perundungan (bullying) di lingkungan sekolah. Baihaqi menegaskan bahwa di SMK Negeri 1, 2, dan 3, tindakan memanggil nama dengan sebutan tidak disenangi sangat dilarang, bahkan Al-Qur’an pun melarangnya.
“Haram adanya buli, memanggil-manggil nama seseorang dengan nama yang tidak disenangi. Malah dalam Al-Qur’an juga dilarang. Kita tidak boleh memotong-motong nama orang atau memanggil dengan panggilan yang dia tidak senang,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya toleransi antaragama karena di kompleks tersebut terdapat siswa muslim dan non-muslim. “Perlakuannya sama di sini.
Kita menjunjung tinggi toleransi di Indonesia. Tidak ada perbedaan. Di sepak bola saja dilarang rasis, masa di sekolah terjadi rasis. Jadi tolong diingat, tidak ada buli di SMK Negeri 1, 2, dan 3 ini.”
Dalam amanatnya, Baihaqi menginformasikan bahwa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) akan segera dilaksanakan. Ia mengimbau siswa baru untuk mengikuti seluruh rangkaian dengan baik karena akan didampingi oleh instruktur dan kakak kelas.
Selain itu, bagi siswa kelas XI dan XII, ia mengingatkan bahwa setelah liburan sekitar tiga minggu, sebagian siswa akan melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) atau Praktek Kerja Industri.
“Bagi yang masih tinggal, ayo kita belajar dengan baik. Rapor sudah kita terima, kalau ada kurang mari kerja keras untuk lebih baik lagi, dan bagi yang sudah baik tingkatkan lagi.”
Baihaqi juga menyampaikan kebanggaan terhadap alumni SMK yang tahun ini berhasil lulus di Perguruan Tinggi pada Fakultas-Fakultas terbaik Nasional dan saat ini ada yang sedang PKL di Provinsi Aceh dan luar Aceh seperti BPK RI (Raffi Akmal Afifuddin siswa jurusan XII DKV SMK Negeri 1 Banda Aceh). Ada juga yang Study bahasa Jerman di Goslar-Jerman (Fathurahman siswa jurusan XII BD SMK Negeri 1 Banda Aceh), Shinta Qisti Fathan jurusan XII BD SMK Negeri 1 Banda Aceh di Korea) bahkan ada juga siswa/i yang sudah diterima bekerja sebelum wisuda. “Artinya sebuah kebanggaan bagi SMK 1, 2, dan 3 menghasilkan alumni yang luar biasa. Berharap anak-anak kami di sini akan lebih baik,” tutupnya.


























