TLii | SUMUT | BAPAS KLS 1 MEDAN
14/07/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI, Medan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Medan meluncurkan Program Ketahanan Pangan (Ketapang) melalui budidaya tanaman pepaya dan perikanan sebagai bentuk dukungan terhadap Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta program prioritas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di lahan produktif Bapas Kelas I Medan pada Senin (13/7/2026).

Peluncuran program dipimpin langsung oleh Kepala Bapas Kelas I Medan, Kriston Napitupulu, yang ditandai dengan penanaman 100 bibit pohon pepaya dan penebaran benih ikan air tawar. Sebanyak 500 benih ikan gurame dan 3.000 benih ikan lele ditebar sebagai langkah awal pengembangan sektor perikanan yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan.

Kriston Napitupulu mengatakan, program ini merupakan komitmen nyata Bapas Kelas I Medan dalam mendukung penguatan ketahanan pangan nasional sekaligus mengoptimalkan pembimbingan kemandirian bagi klien pemasyarakatan.

“Melalui optimalisasi lahan produktif yang kita miliki, Bapas Medan tidak hanya berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional, tetapi juga menjadikan program ini sebagai sarana edukasi agrobisnis bagi klien pemasyarakatan. Kami ingin membekali mereka dengan keterampilan di bidang pertanian dan perikanan agar siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang mandiri dan produktif,” ujar Kriston.
Menurutnya, pembimbingan yang diberikan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga diarahkan untuk membangun kemandirian ekonomi klien pemasyarakatan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Program Ketapang dilaksanakan melalui sinergi antara jajaran struktural, Pembimbing Kemasyarakatan (PK), dan klien pemasyarakatan. Selain mendukung program ketahanan pangan pemerintah, hasil budidaya tanaman dan perikanan diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjadi percontohan program pembimbingan kemandirian yang berkelanjutan dan adaptif terhadap kebutuhan nasional.
Melalui program ini, Bapas Kelas I Medan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembinaan yang produktif, inovatif, dan berdampak nyata, sehingga klien pemasyarakatan memiliki bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan dalam membangun kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke lingkungan masyarakat, Pungkasnya.
(***)


























