TLii|Aceh|ACEH UTARA — Lantunan ayat suci Al-Qur’an, dan suara lantang para pelajar mewarnai semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara.
Sejak 12 Agustus 2026, suasana di lapangan kompleks Kantor Muspika Baktiya Barat tidak sekadar menjadi tempat berkumpul warga. Di lokasi tersebut, anak-anak sekolah dari tingkat SD, SMP, hingga SMA sederajat menunjukkan keberanian dan kreativitas mereka melalui berbagai perlombaan.
Rangkaian kegiatan yang digelar panitia berlangsung hingga 15 Agustus 2026. Lomba azan, hafalan ayat pendek Al-Qur’an, sambung ayat suci Al-Qur’an, hingga pidato menjadi ruang bagi para pelajar untuk mengasah kemampuan sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri.
Salah seorang panitia pelaksana, Abdullah, Rabu (13/8/2026), mengatakan seluruh perlombaan dipusatkan di lapangan kompleks Kantor Muspika Baktiya Barat.
“Berbagai perlombaan ini diikuti anak-anak sekolah tingkat SD,MI, SMP, SMA dan SMK,” ujarnya.
Semangat kemerdekaan juga diwujudkan melalui gerak jalan santai, menempuh rute dari Kantor Camat Baktiya Barat menuju Masjid Matang Bayu, kemudian kembali ke Kantor Camat Baktiya Barat sebagai titik finis.
Di balik riuhnya perlombaan, panitia juga menyiapkan apresiasi bagi para peserta terbaik. Hadiah akan diberikan kepada para pemenang lomba azan, hafalan ayat pendek Al-Qur’an, sambung ayat suci Al-Qur’an, dan pidato tingkat sekolah.
Namun, kemeriahan peringatan kemerdekaan di Baktiya Barat tidak berhenti pada perlombaan pelajar. Tradisi lokal turut mendapat panggung.
Untuk menjaga denyut budaya Aceh tetap hidup di tengah generasi muda, panitia menghadirkan lomba rapai uroeh. Dua grup ikut ambil bagian dalam pertunjukan seni tradisional tersebut.
“Untuk melestarikan budaya, kami juga melaksanakan lomba rapai uroeh pada Sabtu (15/8/2026) malam. Lomba rapai uroeh tersebut diikuti oleh dua grup, yakni Grup Rapai Raja Buah dan Grup Rapai Bintang Kala,” kata Abdullah.
Bagi masyarakat Baktiya Barat, perayaan kemerdekaan pun menjadi lebih dari sekadar rangkaian pertandingan. Ia menjadi ruang perjumpaan, tempat anak-anak belajar tampil percaya diri, masyarakat kembali berkumpul, dan kesenian tradisional mendapat kesempatan untuk terus dimainkan.
Camat Baktiya Barat, Andre Prayudha, berharap seluruh rangkaian kegiatan menyambut HUT RI ke-81 berlangsung meriah dengan dukungan masyarakat.
Menurutnya, kemeriahan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai hiburan atau kompetisi semata. Lebih jauh, kegiatan itu diharapkan menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat kebersamaan, serta menanamkan kecintaan terhadap budaya dan nilai-nilai keagamaan kepada generasi muda.
Di tengah semarak merah putih, lapangan kompleks Kantor Muspika Baktiya Barat akhirnya menjadi cermin kecil dari makna kemerdekaan: ketika kompetisi, kebersamaan, agama, dan budaya bertemu dalam satu perayaan yang digerakkan oleh masyarakat sendiri.[]





























