TLii | MEDAN | PT KAI PERSERO DIVRE I SUMUT
25/08/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI Medan, 24 Agustus 2026 PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara terus memperkuat komitmen dalam pemeliharaan prasarana perkeretaapian yang berkelanjutan. Salah satu langkah yang dilakukan yakni mengganti bantalan jembatan berbahan kayu dengan bantalan sintetis yang lebih tahan lama dan ramah lingkungan.
Dalam kurun 2022–2026, KAI Divre I Sumatera Utara telah menggunakan sebanyak 3.131 batang bantalan sintetis sebagai pengganti bantalan kayu pada sejumlah jembatan kereta api.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan penggunaan bantalan sintetis merupakan langkah konkret KAI untuk menjaga keandalan prasarana sekaligus mendukung kelestarian lingkungan.

“Selama ini, khususnya pada jembatan kereta api berangka baja, masih menggunakan bantalan dengan material kayu. Seiring dengan semakin terbatasnya pasokan kayu, penggunaan bantalan sintetis menjadi solusi inovatif untuk menggantikan bantalan kayu sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan,” ujar Anwar.

Penerapan bantalan sintetis di wilayah KAI Divre I Sumatera Utara telah dilakukan secara bertahap sejak 2022. Adapun realisasi penggunaannya masing-masing sebanyak 200 batang pada 2022, 240 batang pada 2023, 850 batang pada 2024, dan 913 batang pada 2025. Sementara itu, pada 2026 ditargetkan pemasangan sebanyak 928 batang yang seluruhnya dijadwalkan rampung sebelum akhir tahun.
Menurut Anwar, bantalan sintetis memiliki sejumlah keunggulan teknis dibandingkan bantalan kayu.
Material tersebut memiliki kemampuan peredaman getaran yang setara dengan kayu, namun mempunyai masa pakai jauh lebih panjang, bahkan dapat mencapai lebih dari 50 tahun.
Selain itu, bantalan sintetis memiliki ketahanan terhadap kelembapan, cuaca ekstrem, serta paparan bahan kimia seperti oli dan solar.
Karakteristik tersebut membuat material lebih tahan terhadap pelapukan dan kerusakan sehingga dapat mendukung keandalan prasarana dalam jangka panjang.
“Semakin banyak bantalan sintetis yang kita gunakan, semakin banyak pohon yang dapat diselamatkan dari penebangan. Dengan demikian, ribuan pohon berhasil kita selamatkan. Langkah ini merupakan wujud nyata dukungan KAI untuk mewujudkan bumi yang lebih hijau,” tegas Anwar.
Dari sisi operasional, elastisitas bantalan sintetis juga membantu meredam kebisingan dan getaran ketika kereta api melintas di atas jembatan. Dengan berbagai keunggulan tersebut, penggunaan bantalan sintetis tidak hanya mendukung aspek keselamatan dan keandalan perjalanan kereta api, tetapi juga memberikan manfaat bagi keberlanjutan lingkungan.
Pada 2026, pekerjaan penggantian bantalan difokuskan pada 28 lokasi jembatan yang tersebar di sejumlah lintas, antara lain Medan–Tanjung Balai, Kisaran–Rantau Prapat, Medan–Binjai, serta Tebing Tinggi–Kisaran.
Penggunaan material ramah lingkungan tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang KAI dalam menghadirkan layanan transportasi massal yang aman, andal, sekaligus berwawasan lingkungan.
“Di samping menjamin keandalan dan keselamatan perjalanan kereta api, pemeliharaan prasarana berbasis material ramah lingkungan ini sekaligus menjadi komitmen KAI Divre I Sumatera Utara dalam menekan emisi karbon dan menjaga kelestarian ekosistem hutan secara berkelanjutan,” tutup Anwar.
(***)





























