Sekolah Negeri Beroperasi Bagai  Yayasan Swasta, Pembiayaan Pendidikan di Toba Mundur ke Zaman Sebelum Merdeka

RAJU TAMPUBOLON

- Redaksi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:54 WIB

50179 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

TLii | Sumut | Toba – Sebuah kenyataan pahit mencuat di Kabupaten Toba: pendidikan tingkat SMA/SMK Negeri kini kembali bergantung pada sumbangan orang tua murid, persis seperti zaman sebelum kemerdekaan, saat nasib guru sepenuhnya digantungkan pada kemurahan hati warga. Sekolah negeri yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara kini berjalan tak ubahnya lembaga swasta yang meminta bayaran demi bertahan hidup.

Kondisi memprihatinkan ini terjadi di SMA Negeri 1 Uluan, Kecamatan Uluan. Gaji guru honorer tidak dibayarkan dari anggaran negara atau daerah, melainkan langsung dipungut dari sumbangan sukarela yang sejatinya tak lagi sukarela dari para wali murid. Jika uang sumbangan tak masuk, guru tak digaji. Jika guru tak digaji, mereka pergi. Jika mereka pergi, murid tak belajar. Itulah kenyataan yang disampaikan secara terbuka oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Uluan, Juliber Arman Simajuntak, Rabu (26/8/2026) di Kantor Cabang Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Soposururung, Balige.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Jalannya sekolah bergantung pada sumbangan yang masuk. Kalau tiga bulan ini tidak ada uang, guru tidak digaji. Kalau guru mengundurkan diri, akan terjadi kekosongan tenaga pendidik. Saat itu terjadi, saya terpaksa akan memanggil lagi orang tua untuk mencari jalan keluar,” ujar Juliber secara jujur namun menyayat hati.

 

Di mana tanggung jawab negara?

 

Pengakuan ini bukan sekadar keluhan satu kepala sekolah. Ini adalah tanda gagalnya pemenuhan hak dasar warga negara. Pasal 31 UUD 1945 menjamin pendidikan sebagai hak setiap warga, namun kenyataannya beban gaji guru dibebankan kepada orang tua. Padahal, APBD Kabupaten Toba 2026 baru saja dibahas pendapatan triliunan rupiah dikelola, belanja naik, namun biaya paling mendasar: gaji pendidik di sekolah negeri justru tidak terjamin.

 

Mengapa anggaran yang besar tidak menyentuh ruang kelas? Mengapa penyertaan modal ke perusahaan daerah bisa dianggarkan naik, namun guru honorer di sekolah negeri tidak digaji? Mengapa perjalanan dinas, rapat, dan seremonial terus berjalan, sementara kegiatan belajar mengajar terancam berhenti?

 

Sekolah negeri bukan tempat pengumpulan sumbangan. Masyarakat sudah membayar pajak. Rakyat sudah menyerahkan sebagian pendapatannya untuk dikelola pemerintah. Jika akhirnya kembali dipungut di gerbang sekolah, maka apa fungsi anggaran pendidikan yang diurus Pemkab Toba?

 

Jika dibiarkan, kerusakan tak hanya terjadi di SMA Negeri 1 Uluan. Anak-anak dari keluarga kurang mampu akan terancam tersisih; guru yang berbakti akan pergi karena tak bisa menafkahi keluarga; dan generasi penerus Toba akan tumbuh dengan kualitas pendidikan yang makin merosot.

 

Pemerintah Kabupaten Toba, Dinas Pendidikan, hingga DPRD Toba tidak boleh diam saja. Ini bukan masalah satu sekolah. Ini adalah uji bukti janji pelayanan publik. Pendidikan bukan amal, bukan sumbangan, bukan belas kasih. Ini kewajiban negara. Dan jika negara tak mampu menanggungnya di sekolah negeri, maka ada yang sangat salah dalam pengelolaan keuangan daerah .

 

(Tanda)

Berita Terkait

Fraksi PKS Sumut Dorong Pengelolaan Perubahan APBD 2026 Efektif Dan Perkuat Kolaborasi Pencegahan Narkoba
Apresiasi Prestasi WBP”, Lapas Perempuan Pekanbaru Tutup PORSENAP dengan Pembagian Hadiah
Fraksi PKS Dorong Pengelolaan Perubahan APBD 2026 yang Efektif Dan Berpihak kepada Masyarakat
Abdul Rahim Siregar Pimpin RDP, Fraksi PKS Dorong Penyelesaian Adil Persoalan Pengosongan Rumah Dinas
Peringati Maulid Nabi 1448 H, PTPN I Regional 1 Tanamkan Keteladanan Akhlak Rasulullah SAW
Senyum Muallem di Tengah Ujian Sakit, Kakna Jadi Kekuatan di Sisi Sang Mantan Panglima GAM
Bank Aceh Syariah Raih KEJAR Award OJK 2026 pada Puncak Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan
Harga Pangan Mulai Naik, TPID Pidie Jaya Gerak Cepat! Kapolres Dorong Operasi Pasar Serentak

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:14 WIB

Fraksi PKS Sumut Dorong Pengelolaan Perubahan APBD 2026 Efektif Dan Perkuat Kolaborasi Pencegahan Narkoba

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 01:10 WIB

Fraksi PKS Dorong Pengelolaan Perubahan APBD 2026 yang Efektif Dan Berpihak kepada Masyarakat

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:47 WIB

Abdul Rahim Siregar Pimpin RDP, Fraksi PKS Dorong Penyelesaian Adil Persoalan Pengosongan Rumah Dinas

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:30 WIB

DPC Partai Demokrat Kabupaten Toba Lakukan Tebar Bibit Ikan Nila di Danau Toba dan Aksi Gotong Royong

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:20 WIB

Perkuat P4GN, Rutan Kelas I Labuhan Deli Laksanakan Tes Urine Warga Binaan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:20 WIB

Semangat Baru, Amanah Baru: 3 Pejabat dan 10 ASN Lapas Perempuan Medan Resmi Dilantik

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:55 WIB

Kamtib Kuat karena Sinergi”, Lapas Tebing Tinggi dan Koramil 13/TT Pererat Koordinasi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:40 WIB

Sinergi Keamanan dan Pembinaan, Lapas Tebing Tinggi Gandeng BNN Tebing Tinggi Cegah Peredaran Narkoba

Berita Terbaru