Kirim Puluhan Papan Bunga ke Kantor Walikota Banda Aceh, PPNI Tuntut Kembalinya Perawat serta Pencopotan Direktur

SAMSUL EDI, S.HUT., M.Kv

- Redaksi

Selasa, 19 Desember 2023 - 13:31 WIB

5033 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIMELINES INEWS>>Puluhan karangan bunga dikirimkan ke Balai Kota Banda Aceh sebagai bentuk protes terhadap pemecatan 37 tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa.

“Sebanyak 42 karangan bunga kami pasang. Ini merupakan ekspresi protes kami terhadap pemecatan banyak pekerja di RSUD Meuraxa,” ungkap Muhibuddin, koordinator aksi, kepada TIMELINE_INEWS pada Senin, 18 Desember 2023.

Muhibuddin menyatakan ketidakpuasan PPNI Banda Aceh terhadap tindakan sewenang-wenang Pj Wali Kota Banda Aceh, yang diwakili oleh Direktur RSUD Meuraxa, yang memutus hubungan kerja dengan puluhan pekerja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Muhibuddin mengungkapkan bahwa PPNI telah melakukan pertemuan dengan komisi IV DPRK Banda Aceh untuk mencari solusi terkait masalah ini. Namun, hingga saat ini, belum ada solusi yang ditemukan.

Oleh karena itu, katanya, mereka mengambil langkah mengirim puluhan karangan bunga sebagai tuntutan agar Pj Wali Kota Banda Aceh mencabut pemecatan dan segera memanggil kembali 37 perawat RSUD Meuraxa tanpa syarat apapun.

 

Muhibuddin, sebagai perwakilan rekan-rekannya, menolak pelaksanaan ujian ulang bagi 37 perawat RSUD Meuraxa tanpa adanya standar yang jelas dan pengawasan dari pihak eksternal.

 

“Ujian ulang hanya terkesan sebagai upaya RSUD Meuraxa untuk memperlihatkan profesionalisme mereka. PPNI Kota Banda Aceh meragukan bahwa semua persyaratan dan parameter yang digunakan sesuai dengan standar, dan penilaiannya mungkin tidak adil selama pelaksanaan ujian,” kata Muhibuddin.

 

PPNI Banda Aceh juga menyampaikan keraguan terhadap kualifikasi 40 tenaga kerja yang direkrut sebagai pengganti 37 pegawai non-PNS tersebut. Menurut Muhibuddin, jam terbang sebagai tenaga kesehatan seharusnya menjadi penilaian utama dalam penerimaan pegawai.

 

“PPNI meminta agar Plt Direktur RSUD Meuraxa, Riza Mulyadi, dicopot dari jabatannya,” tambah Muhibuddin.

Berita Terkait

Kolaborasi PT PPK-PT PIL Kuatkan Konektivitas Logistik, Dorong Pertumbuhan Industri di Kuala Tanjung
Petani Keluhkan Kelangkaan Pupuk Subsidi Di Kelurahan Perbangunan Sei Kepayang
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Pidie Jaya Gelar Bakti Religi dan Bakti Sosial Wujud Kepedulian kepada Masyarakat
GEKRA 2026 Hadirkan Pangan Murah, Layanan Publik, dan Penguatan UMKM di Aceh Besar
Kapolres Gayo Lues Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Utama, Tekankan Peningkatan Pelayanan kepada Masyarakat
LANA Libatkan Kejaksaan Awasi MBG di Aceh Barat, Dorong Transparansi Penggunaan Anggaran Negara
SMKN 2 Kutacane Cetak Generasi untuk dunia usaha
Gerak Ceria, Pikiran Bahagia: Mahasiswa Psikologi IAIN Langsa Pulihkan Semangat Lansia Pascabanjir

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:47 WIB

Bukan Sekadar Modal, LANA Minta Investasi Beri Manfaat Nyata

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:04 WIB

Ada Apa di Balik Program MBG Aceh Barat? LANA Desak Kejari Aceh Barat Usut Program MBG, Dugaan Mark Up dan Kelebihan Bayar Jadi Sorotan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 12:29 WIB

LANA-Ibadah Bukan Kewajiban Birokrasi

Senin, 18 Mei 2026 - 15:46 WIB

LANA Apresiasi Mualem Cabut Pergub Nomor 2 Tahun 2026 tentang JKA

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:50 WIB

LANA Desak Kejari Aceh Barat Bongkar Mafia Tambang Ilegal dan Usut Penjualan Emas Hasil Kejahatan Lingkungan

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:03 WIB

LANA Desak DPRA Gunakan Hak Interpelasi terhadap Gubernur Aceh, Soroti Polemik JKA dan Pergub Kontroversial

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:10 WIB

LANA Soroti Kinerja Penanganan Banjir, Desak Evaluasi Kepemimpinan Bupati Aceh Barat

Minggu, 3 Mei 2026 - 14:53 WIB

LANA Kritik Bupati Aceh Barat, Nilai Penanganan Banjir Minim Inisiatif

Berita Terbaru