TAGANA dan TKSK Bergerak Cepat Tangani Banjir, Wakil Bupati Aceh Besar Cek. Kesiapan

TARMIZI UMAR

- Redaksi

Kamis, 27 November 2025 - 17:07 WIB

5036 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAGANA dan TKSK Bergerak Cepat Tangani Banjir, Wakil Bupati Aceh Besar Cek. Kesiapan, Kamis (27November 2025)

TIMELINES iNEWS Investigasi | Aceh Besar — Hujan deras yang mengguyur wilayah Aceh Besar sejak Selasa sore mengakibatkan dua gampong di Kecamatan Kuta Baro terendam banjir pada Kamis dini hari (27/11/2025). Air mulai memasuki kawasan pemukiman sekitar pukul 03.00 WIB, merendam rumah warga di Gampong Lampoeh Keudee dan Lam Glumpang. Meskipun listrik padam dan sinyal telepon seluler terputus di sejumlah titik, warga memilih bertahan di rumah karena kondisi dinilai masih aman dan terkendali.

Wakil Bupati Aceh Besar, Drs. H. Syukri A. Jalil, Didampingi Kalak BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil, S.Sos., M.Si. turun langsung ke lokasi banjir untuk mengecek kekuatan personel dan memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang bekerja di lapangan dan menekankan pentingnya ketulusan dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
“Laksanakan tugas dengan baik. Apa yang kita emban adalah tugas mulia. Jalankan dengan keikhlasan dan ketulusan. Kekompakan adalah kunci kesuksesan,” ujarnya saat memantau lokasi banjir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Banjir yang terjadi kali ini disebabkan oleh curah hujan tinggi yang berlangsung tanpa henti sejak malam sebelumnya. Genangan air memasuki halaman hingga ke beberapa ruang dalam rumah warga, menyebabkan kerusakan pada sejumlah barang dan membuat aktivitas masyarakat terganggu. Kondisi di pagi hari cukup menyulitkan warga karena beberapa titik masih tergenang dan belum menunjukkan tanda-tanda surut sepenuhnya.

Di Gampong Lampoeh Keudee, terdapat tujuh rumah yang terdampak banjir, di antaranya milik Geuchik Armia, M. Yusup, Alm. Hamdani, Ardiansyah, Sanusi, Abd. Hamid, dan Zainudin. Sementara itu, lima rumah di Gampong Lam Glumpang turut terendam, yakni milik Ridwan MK, Fajri Azmi, Ibu Nursyiah, Ardi Mauliansyah, dan Nurul Afriani. Secara keseluruhan, 12 rumah mengalami dampak banjir.

Meski menghadapi kondisi listrik padam dan sulitnya akses komunikasi, warga tetap menunjukkan ketabahan dan memilih bertahan di rumah masing-masing. Tidak ada warga yang mengungsi, dan seluruh situasi masih berada dalam tahap aman. Namun demikian, kondisi ini tetap memerlukan kehadiran dan respons cepat dari pihak terkait, khususnya dalam memastikan keselamatan warga serta menangani kebutuhan mendesak.

Kepala Dinas Sosial Aceh Besar melalui Kabid Limjamsos, Munawar, S.Sos., MM., menegaskan bahwa kendala sinyal tidak menghambat koordinasi tim. Seluruh anggota Tagana telah dibekali Handy Talky (HT) sehingga komunikasi tetap stabil dan efektif meskipun jaringan seluler terganggu. Penggunaan HT menjadi instrumen penting dalam respons cepat kebencanaan.

Tim gabungan dari Tagana Aceh Besar dan TKSK Kecamatan Kuta Baro bergerak cepat sejak pagi untuk melakukan pendataan dan pengecekan kondisi warga. Koordinator Tagana Aceh Besar, Ridwan MK, yang juga menjadi salah satu warga terdampak, tetap memimpin langsung proses penanganan. “Alhamdulillah, kami semua aman. Semoga penanganan banjir ini berjalan efektif,” ujarnya kepada wartawan saat proses pendataan berlangsung.

Pendataan dilakukan dari rumah ke rumah untuk memastikan kondisi setiap keluarga terdampak. Tim mencatat kerusakan, kebutuhan mendesak, serta potensi risiko lanjutan yang mungkin muncul. Data ini menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan awal serta penyaluran bantuan.

Sementara itu, Syahrul Rozi, TKSK Kecamatan Kuta Baro, menekankan pentingnya pendataan cepat dan akurat. “Dengan data yang jelas, kita dapat memastikan bantuan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Selain melakukan pendataan, tim meminta warga tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat cuaca yang masih tidak stabil. Tantangan berupa listrik padam dan sinyal minim tidak mengurangi kesigapan tim gabungan dalam memberikan layanan sosial dan pendampingan di lapangan.

Hingga berita ini diterbitkan, tidak ada laporan mengenai korban jiwa atau warga yang harus mengungsi. Pemerintah daerah bersama unsur kebencanaan terus memantau perkembangan cuaca dan menyiapkan langkah lanjutan sesuai arahan pimpinan. Sementara itu, warga diminta tetap berhati-hati dan menjaga keselamatan diri serta keluarga.*[Yahbit]

Berita Terkait

Respon Aksi Warga, Walikota Langsa Pastikan Penyaluran Bantuan Banjir Sesuai Ketentuan
Ketua TP PKK Pidie Jaya Kunjungi Warga Sakit di Bandar Baru, Salurkan Bantuan Darurat
Tradisi Peusijuk Iringi 205 Calon Haji Kota Langsa Menuju Tanah Suci
Bupati Pidie Jaya Membuka Konferensi XXIII PGRI Pidie Jaya
Kurir Diduga Tidak Profesional, Warga Pidie Jaya Keluhkan Paket Diretur Sepihak
Pemerintah Gampong Tanjong Gelar Peusijuk Dan Pelepasan 10 CJH Ketanah Suci
Peusijuk dan Pelepasan JCH Gampong Tanjong Berlangsung Khidmat di Mesjid Assajidin
DPC Foreder Abdya Soroti Dugaan Pungli di Tambang Emas Ilegal Babahrot, Arjuna Putra: APH Lakukan Penyelidikan

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 20:53 WIB

Polres Pematangsiantar Gelar Simulasi Sispam Mako Kesiapsiagaan Personil Hadapi Unras

Kamis, 30 April 2026 - 20:46 WIB

Sat Lantas Polres Pematangsiantar Laksanakan Dikmas Lantas Penling Penluh di Jalan Patuan Nagari

Kamis, 30 April 2026 - 20:46 WIB

Fokus Percepat Turnaround Time, BNCT Dan Maersk Bahas Efisiensi Arus Peti Kemas Belawan

Kamis, 30 April 2026 - 20:41 WIB

Rinto M. Simanjuntak Resmi Dilantik sebagai Anggota DPRD Toba PAW, Perkuat Kinerja Legislatif 2024–2029

Kamis, 30 April 2026 - 20:31 WIB

Rekomendasi DPRD jadi Masukan, Evaluasi dan Motivasi bagi Pemkab Toba

Kamis, 30 April 2026 - 19:34 WIB

Pelatihan Asesmen Pemasyarakatan Perkuat Kompetensi Calon Asesor di Medan

Kamis, 30 April 2026 - 19:29 WIB

Tiga Komisi DPRD Toba Sampaikan Rekomendasi Penting pada Pembahasan LKPj 2025

Kamis, 30 April 2026 - 19:22 WIB

Kepala Desa Pelaku Pelecehan Anak Divonis 7 Tahun Penjara

Berita Terbaru