TLii|Aceh|ACEH UTARA – Perayaan Milad ke-800 Samudera Pasai tidak hanya menjadi panggung hiburan dan seremoni. Sejumlah stan dari perangkat daerah ikut mengambil bagian, termasuk stan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Utara yang menjadi salah satu titik perhatian pengunjung.
Pantauan di lokasi, Jumat (11/9/2026), stan yang berada di kawasan kegiatan Milad Samudera Pasai ke-800 tersebut tampak didatangi masyarakat. Pengunjung terlihat keluar-masuk untuk melihat berbagai materi yang ditampilkan dalam anjungan Disdikbud Aceh Utara.
Keberadaan stan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana sektor pendidikan dan kebudayaan ditempatkan dalam rangkaian peringatan delapan abad Samudera Pasai.
Di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara, Jamaluddin, S.Sos., M.Pd., keikutsertaan Disdikbud dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan unsur pendidikan dan kebudayaan di tengah perayaan sejarah besar Aceh Utara.
Milad ke-800 Samudera Pasai sendiri menjadi momentum untuk kembali mengingat posisi Aceh Utara sebagai kawasan yang memiliki jejak sejarah Islam dan peradaban penting di Nusantara.
Pemerintah daerah sebelumnya juga menempatkan aspek kebudayaan dan peninggalan sejarah sebagai bagian penting dalam pengembangan daerah.
Kebudayaan Aceh Utara
Stan-stan yang hadir dalam kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi tempat pameran. Kehadirannya menjadi ruang bagi masyarakat untuk melihat lebih dekat berbagai potensi, program, serta kekayaan budaya yang dimiliki Aceh Utara.
Bagi Disdikbud, momentum delapan abad Samudera Pasai juga menjadi ruang untuk menghubungkan sejarah dengan dunia pendidikan, sehingga generasi muda tidak hanya mengenal Samudera Pasai sebagai catatan masa lalu, tetapi memahami nilai sejarah dan kebudayaan yang diwariskan hingga sekarang.
Rangkaian Milad ke-800 Samudera Pasai/Aceh Utara berlangsung di kawasan halaman Kantor Bupati Aceh Utara dengan melibatkan berbagai perangkat daerah dan anjungan pameran. Persiapan kegiatan sebelumnya juga ditinjau langsung Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil atau Ayah Wa bersama Sekda dan Kepala Disdikbud Aceh Utara.
Delapan abad Samudera Pasai pun tidak berhenti pada angka. Dari ruang pameran hingga aktivitas pendidikan dan kebudayaan, sejarah kembali didekatkan dengan masyarakat.


































