Bink Vho Aceh Bikin Ribuan Warga Terpukau di Milad 800 Samudera Pasai

- Redaksi

Sabtu, 12 September 2026 - 22:23 WIB

50175 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii|Aceh|ACEH UTARA — Dentuman rapai langsung menyambar suasana Lapangan Landeng. Lengking seurune kalee menyusul, diselingi hentakan geundrang dan aksi debus yang mengundang sorak ribuan warga. (Sabtu/12/09/2026).

Bink Vho Aceh sukses mencuri perhatian dalam rangkaian peringatan Milad ke-800 Samudera Pasai di Aceh Utara. Sajian kesenian tersebut tampil berbeda karena tidak hanya mengandalkan musik, tetapi memadukan bunyi-bunyian khas Aceh dengan atraksi yang sarat energi.

Di hadapan masyarakat yang memadati lokasi acara, tujuh personel Bink Vho tampil penuh tenaga. Rapai menjadi pengikat irama, seurune kalee memberikan karakter suara, sedangkan gambus dan geundrang memperkaya warna musikal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Atraksi debus menjadi kejutan tersendiri. Aksi tersebut membuat perhatian penonton tertuju ke area utama hingga suasana semakin meriah.

Bagi kelompok asal Aceh Utara dan  Lhokseumawe ini, membawa kesenian Aceh ke ruang publik bukan sekadar urusan hiburan. Setiap instrumen memiliki cerita tentang warisan budaya yang terus mereka pertahankan di tengah perubahan selera masyarakat.

 

Berawal dari Lhokseumawe dan Aceh Utara.

Bink Vho dibentuk pada 2005. Pada awal perjalanannya, mereka mengisi berbagai kegiatan seni dan budaya di Aceh Utara dan Lhokseumawe.

Kelompok tersebut sempat berhenti beraktivitas pada 2008. Tujuh tahun kemudian, mereka kembali bergerak dan mulai memperkuat jalur musik tradisional sebagai identitas utama.

Langkah itu berlanjut ke industri rekaman. Bink Vho merilis album perdana “Cut Nyak Dhien”, kemudian menghasilkan album nasional “She Love Me” melalui kerja sama dengan label Malaysia, Luncai Emas.

Kiprah mereka selanjutnya merambah luar negeri.

Pada 2018, kelompok ini mengikuti rangkaian tur di Australia. Jejak internasional kembali dilanjutkan pada 28 Agustus 2025 melalui agenda di Austin Stadium, Johor, Malaysia, bersama KanDe Band dan Sanggar Seni Cut Nyak Dhien Pendopo Gubernur Aceh.

Keesokan harinya, mereka kembali mengisi agenda budaya di Johor.

Personel Berada di Tiga Negara

Kekuatan Bink Vho juga terletak pada komposisi pemainnya.

Zulfadli Kawom memegang vokal sekaligus rapai. Erwin mengisi rapai 1, Taufik rapai 2, sementara Safar memainkan rapai 3 dan gambus.

Bagian geundrang dipercayakan kepada Romi Pasla. Hendra dan Abenk melengkapi formasi melalui rapai serta seurune kalee.

Menariknya, para pemain tidak seluruhnya berada di satu wilayah. Sebagian berdomisili di Aceh, Malaysia dan Australia.

 

Kondisi itu membuat proses latihan harus menyesuaikan jarak. Komunikasi dan latihan dilakukan secara daring, kemudian diperkuat dengan persiapan bersama menjelang agenda besar.

Rapai, Seurune Kalee hingga Debus

Ada alasan mengapa racikan Bink Vho mudah dikenali.

Rapai menghadirkan denyut yang kuat. Seurune kalee memberikan lengking khas. Gambus dan geundrang memperluas lapisan suara, sedangkan debus menghadirkan unsur keberanian yang membuat sajian mereka tidak monoton.

Formula tersebut pula yang membawa nama Bink Vho keluar dari daerah asalnya.

Setelah Malaysia dan Australia, mereka disebut mendapat undangan untuk mengisi agenda budaya di Belanda, Rusia, Perancis dan Filipina.

Milad ke-800 Samudera Pasai kembali menjadi ruang bagi mereka untuk menunjukkan bahwa kesenian warisan leluhur masih mampu merebut perhatian generasi masa kini.

Di Lapangan Landeng, ribuan warga menjadi saksinya.

Rapai bergema. Seurune kalee melengking. Debus membuat suasana menegang sekaligus memukau.

Dari Aceh Utara, bunyi itu kembali mengingatkan bahwa warisan budaya tidak harus disimpan dalam ruang sunyi. Ia bisa bergerak, berkembang dan bahkan menembus batas negara.

Berita Terkait

Rutan kls I Labuhan Deli Ikuti Pelantikan Pimti dan Kick Off Hari Bakti Kemenimipas.
Wabup Toba: Kita Butuh Generasi Patriotik, Gigih, dan Berempati untuk Indonesia Maju
Apresiasi diberikan pada Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 Kabupaten Langkat atas Kontribusi Pembinaan Masyarakat
Lapas Pemuda Kelas III Langkat Peringati Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 Usung Tema Patriotik Gigih Berempati
Lapas Perempuan Medan Ikuti Uji Petik Pengumpulan Data Terkait Usul Perubahan Pidana
Kalapas Endang Sriwati Pimpin Upacara Bacakan Amanat Menpora Erick Thohir Jaga Api Persatuan Kolaborasi dan Inovasi Indonesia Maju
Upacara Sumpah Pemuda ke-98 di Langsa, Patriotisme dan Persatuan Jadi Pesan Utama
Semangat Sumpah Pemuda, BNNP Aceh Ungkap Ladang Ganja Seluas 18 Hektare di Aceh Utara

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Lapas Perempuan Kelas IIA Pekanbaru Ikut Dukung Komitmen Pengamanan Pembinaan WBP dan Pencegahan Gangguan Kamtib

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Lapas Perempuan Kelas IIA Pekanbaru 26 Oktober 2026 Pastikan WBP Bersih dari HP Ilegal Wujudkan Lapas Aman Tertib

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:35 WIB

Kalapas Endang Sriwati Dampingi Kegiatan Bersama Ibu Asuh dan Petugas Klinik Wujud Pelayanan Humanis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Lapas Perempuan Pekanbaru Komitmen Wujudkan Lingkungan Pemasyarakatan Sehat Aman dan Peduli Kesehatan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Kalapas Endang Sriwati Hadiri Monev Capaian Kinerja Kanwil Ditjenpas Riau

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Lapas Perempuan Pekanbaru Komitmen Kembangkan Program Pembinaan Berkelanjutan Bermanfaat Nyata

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:34 WIB

Lapas Perempuan Pekanbaru Komitmen Pelayanan Humanis dan Responsif Dukung Pembinaan

Senin, 12 Oktober 2026 - 06:40 WIB

Paminal Periksa Kombes Silvester Kasus PLN Batam Kini Disorot: KPK Harus Bertindak?

Berita Terbaru