TLii | Aceh | ACEH UTARA — Perayaan Milad ke-800 Samudera Pasai di kawasan Landing, Kecamatan Lhoksukon, bukan hanya menyuguhkan panggung hiburan dan seremoni sejarah. Deretan stan yang memenuhi area expo justru menjadi ruang kecil tempat potensi setiap wilayah dipertontonkan kepada masyarakat. (Sabtu/09/12/2026)
Salah satunya Stan Kecamatan Lhoksukon.
Dari tampilan stan, nuansa budaya dipadukan dengan sajian kuliner dan produk olahan masyarakat. Beragam panganan tersusun di atas meja, menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang menyusuri kawasan pameran.
Dekorasi bernuansa Aceh membuat stan tersebut tampil mencolok. Ornamen tradisional, warna keemasan, serta penataan produk menjadikan ruang pamer bukan sekadar tempat memajang hasil karya, tetapi juga membawa suasana lokal ke tengah perhelatan delapan abad Samudera Pasai.
Peringatan Milad ke-800 Samudera Pasai memang dikemas dengan menggabungkan sejarah, adat, budaya, ekonomi kreatif, kuliner hingga promosi potensi daerah.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyebut rangkaian kegiatan berlangsung selama sepekan, 7–13 September 2026, dengan ratusan stan yang ikut meramaikan expo.
Laporan sejumlah media lokal juga mencatat bahwa stan-stan kecamatan menjadi salah satu titik yang ramai didatangi warga.
Produk UMKM, makanan tradisional, kerajinan dan berbagai potensi daerah ditampilkan sebagai bagian dari semangat menghidupkan kembali identitas lokal dalam momentum bersejarah tersebut.
Di Stan Kecamatan Lhoksukon, kekuatan itu terlihat dari cara kuliner ditempatkan sebagai bagian dari cerita daerah.
Panganan yang tersaji tidak hanya dipandang sebagai makanan, tetapi juga sebagai produk masyarakat yang memiliki nilai ekonomi sekaligus membawa cita rasa khas daerah.
Expo seperti ini memberi ruang bagi pelaku usaha untuk bertemu langsung dengan masyarakat. Pengunjung dapat melihat, mencicipi, sekaligus mengenal produk yang mungkin selama ini hanya beredar di lingkungan sekitar.
Momentum delapan abad Samudera Pasai pun terasa lebih dekat ketika sejarah tidak hanya diceritakan dari panggung atau melalui buku. Ia hadir dalam bentuk makanan, kerajinan, pakaian adat, dekorasi dan hasil kreativitas masyarakat yang dipajang di setiap stan.
Sejumlah pemberitaan mengenai Piasan Pase 2026 juga menyoroti bahwa kekayaan kuliner dan UMKM lokal menjadi bagian penting dalam kemeriahan peringatan delapan abad Samudera Pasai.
Bagi Kecamatan Lhoksukon, kehadiran di expo tersebut menjadi kesempatan memperlihatkan bahwa potensi daerah tidak berhenti pada administrasi pemerintahan.
Ada produk masyarakat, kreativitas pelaku usaha dan kekayaan budaya yang bisa dikemas menjadi kekuatan ekonomi.
Delapan abad Samudera Pasai akhirnya bukan hanya tentang menengok masa lalu.
Dari stan-stan sederhana di tengah expo, masyarakat Aceh Utara sedang memperlihatkan bahwa warisan sejarah masih bisa diberi wajah baru: dijual, dinikmati, dipromosikan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.


































