TLii | Aceh | ACEH UTARA — Delapan abad Samudera Pasai tidak hanya dirayakan melalui seremoni dan pertunjukan budaya. Di kawasan Piasan Pasee, Lapangan Landing, Lhoksukon, perjalanan sejarah itu berpadu dengan geliat ekonomi masyarakat melalui deretan stan yang menampilkan beragam potensi daerah. (Sabtu/12/09/2026).
Salah satu yang mencuri perhatian ialah stan Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Aceh Utara. Mengusung ornamen bernuansa khas Aceh, stan tersebut hadir sebagai bagian dari rangkaian pameran dalam peringatan Milad ke-800 Samudera Pasai dan Aceh Utara.
Keberadaan anjungan ini tidak sekadar menjadi pelengkap kemeriahan acara. Pemerintah Kabupaten Aceh Utara membuka ratusan stan Expo Pembangunan sebagai ruang untuk memperkenalkan program pemerintah, potensi wilayah, hasil kreativitas warga, serta berbagai produk usaha masyarakat.
Suasana di lokasi memperlihatkan bagaimana sejarah dapat dihidupkan melalui aktivitas ekonomi. Nama besar Samudera Pasai yang dahulu dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan dan peradaban Islam di kawasan Asia Tenggara kini menjadi latar bagi masyarakat untuk memperlihatkan kemampuan mereka membangun usaha.
Produk makanan tradisional, kerajinan, hingga hasil UMKM dari berbagai wilayah Aceh Utara mendapat ruang untuk dikenal lebih luas. Pengunjung pun dapat melihat langsung ragam karya dan komoditas yang selama ini tumbuh di tengah masyarakat.
Momentum tersebut sejalan dengan harapan Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi Panyang, agar peringatan 800 tahun Samudera Pasai turut menjadi pemicu bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.
Bagi pelaku usaha, ruang pamer seperti ini memiliki arti lebih dari sekadar memajang barang dagangan. Pertemuan langsung dengan masyarakat membuka peluang mengenalkan produk, membangun jejaring, hingga menemukan calon pasar baru.
Semangat perdagangan yang pernah mengantarkan Samudera Pasai menjadi pusat aktivitas ekonomi pada masanya seakan mendapat bentuk baru. Kali ini, denyut tersebut terlihat melalui produk lokal dan kreativitas warga Aceh Utara.
Stan Disperindagkop UKM menjadi salah satu bagian dari gambaran itu. Di tengah perayaan sejarah, ada pesan tentang masa depan: potensi ekonomi masyarakat harus terus diberi ruang untuk tumbuh, berkembang, dan mampu bersaing.
Peringatan 800 tahun Samudera Pasai akhirnya tidak berhenti pada upaya mengenang kejayaan masa lampau. Momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk menghidupkan kembali semangat perdagangan dalam wajah ekonomi Aceh Utara hari ini.
Sejarah memberi identitas, tetapi ekonomi rakyat memberi alasan agar warisan itu terus bergerak.


































