Foto: Peserta Pelatihan Lansigana bersamaan dengan kegiatan pemantapan Tagana Komunitas FDK UIN Alauddin Makassar.
TIMELINES iNEWS | GOWA — Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) Provinsi Sulawesi Selatan akan menggelar Pelatihan Lansigana pada Sabtu, 31 Oktober 2026, di halaman Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar, Samata, Kabupaten Gowa. Kegiatan ini menjadi terobosan untuk memperkuat kesiapsiagaan warga lanjut usia dalam menghadapi bencana.
Pelatihan mengusung tema “Bersama dalam Kesiapsiagaan, Lansia Tangguh, Sulsel Aman”. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia dalam menghadapi situasi darurat, terutama menyangkut kesiapsiagaan dan evakuasi mandiri.
Drs. H. Syakhruddin DN, perintis Tagana Indonesia pada 2004 di Lembang, Jawa Barat, mengatakan pembentukan Lansigana di Sulawesi Selatan merupakan tindak lanjut arahan Panglima Tagana, Andi Hanindito, yang juga merupakan pengurus LLI Pusat.
Menurut Syakhruddin, LLI Sulsel mendapat amanah untuk melakukan terobosan melalui pembentukan Lansigana sebagai wadah penguatan peran warga lanjut usia dalam kesiapsiagaan bencana.
Syakhruddin, yang merupakan pensiunan Dinas Sosial Makassar dan dosen luar biasa pada Program Studi Kesejahteraan Sosial, Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, turut mendorong agar lansia tetap sehat, aktif, mandiri, dan produktif, sekaligus memiliki pengetahuan dasar untuk menghadapi risiko bencana.
Pelatihan Lansigana ini akan dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan pemantapan Tagana Komunitas FDK UIN Alauddin Makassar.
Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat sinergi antara kelompok lanjut usia dan relawan kebencanaan Unsur Mahasiswa, khususnya dalam memberikan perhatian terhadap keselamatan kelompok rentan.
Sejumlah agenda direncanakan dalam kegiatan ini, meliputi pembekalan praktis, simulasi bencana, serta penguatan koordinasi dan kerja sama dalam menghadapi keadaan darurat.
Kegiatan tersebut dijadwalkan dibuka oleh Prof. Dr. Syamsuddin AB, M.Pd., M.Sos., dalam kapasitasnya sebagai Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan FDK UIN Alauddin Makassar.
Melalui pelatihan ini, LLI Sulsel bersama Tagana Komunitas FDK UIN Alauddin Makassar diharapkan dapat membangun masyarakat yang lebih tangguh menghadapi bencana.
Program Lansigana sekaligus menegaskan bahwa usia bukan penghalang untuk tetap berperan aktif dalam upaya kemanusiaan dan pengurangan risiko bencana.”Tutup Syakhruddin. *[TU]

































