Oleh: Amsori
BANGKA BARAT – Semangat Sumpah Pemuda tidak cukup diperingati melalui seremoni tahunan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata untuk menjaga persatuan dan membangun masa depan bangsa. Pesan tersebut mengemuka dalam Dialog Kebangsaan Lintas Pelajar dan Pemuda Bersama Pemimpin Daerah yang diselenggarakan Majelis Taklim Ukhuwah Wathoniah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (29/10/2026).
Mengangkat tema “Implementasi Kekinian Nilai-Nilai Sumpah Pemuda dalam Praktik Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara”, kegiatan ini menghadirkan Dr. Bahar Buasan, S.T., M.S.M., M.Sc., sebagai narasumber utama. Dialog tersebut menjadi ruang edukasi kebangsaan bagi generasi muda untuk memperkuat semangat persatuan sekaligus memahami peran strategis mereka dalam menghadapi tantangan zaman.
Dalam pemaparannya, Bahar Buasan menekankan bahwa nilai-nilai Sumpah Pemuda harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menghargai perbedaan, menjaga toleransi, hingga menggunakan media sosial secara bijak. Generasi muda tidak hanya dituntut unggul dalam pendidikan, tetapi juga perlu memiliki karakter, integritas, kepedulian sosial, dan semangat kebangsaan yang kuat.
Ia juga mendorong pelajar untuk menjadikan organisasi seperti OSIS, Rohani Islam (Rohis), Kelompok Ilmiah Remaja (KIR), dan Pramuka sebagai wadah pembentukan kepemimpinan, kreativitas, serta kebiasaan bekerja sama dalam keberagaman. Dengan demikian, semangat Sumpah Pemuda tidak berhenti sebagai pengetahuan sejarah, tetapi menjadi nilai yang hidup melalui perilaku dan kontribusi nyata bagi masyarakat.”ujarnya
Suasana dialog semakin dinamis saat memasuki sesi tanya jawab. Para pelajar antusias memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan pandangan mengenai tantangan generasi muda serta penerapan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai bentuk apresiasi atas keaktifan dan keberanian peserta dalam berdialog, Bahar Buasan memberikan door prize berupa buku hasil karya tulisnya sendiri kepada peserta yang aktif dalam menjawab pertanyaan yang dilontarkan.
Pemberian buku tersebut bukan sekadar hadiah, melainkan juga menjadi dorongan untuk menumbuhkan budaya literasi dan semangat belajar di kalangan generasi muda. Melalui apresiasi ini, para pelajar diharapkan semakin termotivasi untuk memperluas wawasan, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta berani menyampaikan gagasan secara konstruktif. Momen tersebut sekaligus menjadikan dialog kebangsaan lebih interaktif, dengan pelajar tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga terlibat aktif dalam membahas masa depan bangsa.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bangka Barat, Kepala Dinas Pendidikan Bangka Barat, unsur Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bangka Barat, serta para kepala SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Bangka Barat.
Peserta berasal dari pengurus OSIS, Rohis, KIR, dan Pramuka dari berbagai satuan pendidikan di wilayah tersebut.
Ketua MT Ukhuwah Wathoniah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Riswardi, M.Pd., menyampaikan bahwa dialog kebangsaan ini merupakan bagian dari komitmen untuk menanamkan nilai-nilai persatuan, nasionalisme, dan karakter kebangsaan kepada generasi muda.
Menurut Riswardi, pelajar perlu mendapatkan ruang dialog yang inspiratif agar tidak hanya memahami sejarah Sumpah Pemuda, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran untuk menjaga toleransi, menghargai perbedaan, serta mengambil peran aktif dalam membangun daerah dan bangsa.
Melalui kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah daerah, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat karakter generasi muda yang berintegritas, memiliki wawasan kebangsaan, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Dialog kebangsaan tersebut sekaligus menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Persatuan tidak hanya dijaga melalui kata-kata, tetapi juga melalui sikap saling menghormati, keberanian berdialog, dan kesediaan untuk bekerja bersama demi kepentingan yang lebih besar.

































