TLii|Pemulihan pascabanjir di Kabupaten Pidie Jaya memasuki tahap pematangan langkah strategis. Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi MA, S. Sos, ME ketika memimpin langsung Rapat Koordinasi Tanggap Darurat Pascabencana Banjir Susulan di Aula Cot Trieng, Selasa malam 3 November 2026. yang merupakan tindak lanjut kunjungan Kasatgas PRRP Sumatera tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Dr. Munawar Ibrahim, S. Kp, M. PH selalu pembuka rapat tersebut, para Asisten Setdakab, Staf Ahli Bupati, Inspektur, kepala dinas dan badan, para camat, sekretaris LKD, para kepala bagian Setdakab, serta Direktur Perumda PDAM. Pertemuan ini menjadi momentum menyatukan pandangan dan menyelaraskan langkah lintas perangkat daerah dalam merespons dampak bencana yang masih membutuhkan penanganan serius.
Dalam arah pembahasannya, Bupati Sibral Malasyi menempatkan dua persoalan mendasar sebagai perhatian utama, yakni pemulihan permukiman masyarakat, khususnya rumah dan kawasan yang terdampak banjir berulang, serta pemulihan pelayanan dasar, terutama ketersediaan air bersih dan keberlangsungan pelayanan publik. Pemerintah daerah memandang penanganan bencana tidak boleh berhenti pada pemulihan kerusakan yang terlihat, tetapi harus menjawab persoalan mendasar yang memengaruhi keamanan dan kehidupan masyarakat. Karena itu, seluruh paparan, kondisi lapangan, dan usulan dari perangkat daerah perlu dikaji secara cermat agar langkah yang dirumuskan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.
Oleh karena itu, H. Sibral Malasyi menganggap perlu Untuk mematangkan seluruh pertimbangan tersebut, dan menyampaikan bahwa pembahasan rapat diskors selama dua hari sebelum dilanjutkan pada tahap perumusan kesimpulan akhir. Waktu ini menjadi ruang untuk memperdalam berbagai usulan sekaligus menyelaraskan prioritas penanganan sebelum ditetapkan sebagai langkah berikutnya.
Ia juga berharap proses ini melahirkan arah pemulihan yang terukur, terpadu, dan tepat sasaran. Sebab, yang sedang diperjuangkan bukan sekadar memulihkan apa yang telah rusak akibat banjir, melainkan memastikan masyarakat Pidie Jaya tidak terus-menerus hidup dalam kecemasan menghadapi bencana yang sama.

































