TLii | SUMUT | Kota Binjai |Pemandangan memprihatinkan terlihat di SD Negeri 020264 yang terletak di Jalan Merbau, Kelurahan Jati Negara. Sidak yang dilakukan oleh anggota DPRD Kota Binjai, T. Matsyah dari Fraksi Nasdem, mengungkap kondisi sekolah yang rusak parah dan terabaikan oleh Dinas Pendidikan Kota Binjai.
T. Matsyah menyayangkan sikap Dinas Pendidikan Kota Binjai yang dinilai pilih kasih dalam memberikan bantuan pembangunan kepada sekolah-sekolah dasar negeri di Kota Binjai pada tahun 2025.
“Sangat disayangkan Dinas Pendidikan Kota Binjai terkesan pilih-pilih dalam memberikan bantuan pembangunan sekolah. Hari ini kita melihat langsung kondisi SD Negeri 020264 yang rusak parah dan tidak mendapatkan perhatian dari Dinas Pendidikan,” ujar Matsyah kepada wartawan, Rabu, (10/9).
Matsyah mendesak Kepala Dinas Pendidikan Kota Binjai untuk segera membangun sekolah tersebut, mengingat kondisi yang memprihatinkan dapat berdampak buruk bagi proses belajar mengajar siswa.
“Saya minta SD Negeri 020264 ini segera dikerjakan. Anggarannya sudah tertampung dalam mata anggaran DAU R-APBD tahun 2025. Jangan ditunda-tunda dengan alasan akan diusulkan melalui P (Perubahan APBD). Ini salah! Sekolah ini harus menjadi prioritas karena anggarannya sudah ada,” tegas Matsyah.
Menurutnya, perbaikan sekolah ini sangat mendesak demi menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan aman bagi siswa.
“Ini harus menjadi prioritas. Kondisi sekolah sangat memprihatinkan, atap bocor, lantai berlubang. Jika hujan, air masuk ke dalam kelas. Ini sangat membahayakan siswa. Sementara, ada sekolah lain yang menurut kami tidak terlalu membutuhkan pembangunan, justru dikerjakan. Ada apa ini?” tanya Matsyah dengan nada heran.
Dukungan terhadap langkah T. Matsyah juga datang dari dua LSM Kota Binjai, LPPAS-RI dan P3HSU. Mereka mengapresiasi kepedulian anggota DPRD tersebut terhadap kondisi sekolah yang rusak.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian T. Matsyah terhadap SD Negeri 020264 yang sudah rusak parah. Kami juga meminta agar Kepala Dinas Pendidikan Kota Binjai segera menindaklanjuti pembangunan sekolah ini,” ujar Jaspen, Dir Esekutif P3HSU dan Zulkifli Ketua DPC Kota Binjai LPPAS-RI.
Di Tempat terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Binjai Sofyan Siregar ketika dikonfirmasi belum memberikan tanggapan
Kasus ini menjadi sorotan tajam terhadap sistem pembangunan pendidikan di Kota Binjai. Masyarakat berharap agar Dinas Pendidikan Kota Binjai lebih transparan dan adil dalam mengalokasikan anggaran pembangunan sekolah, demi meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Binjai. Redaksi



























