TLii >> Pidie Jaya, Badan Kesbangpol Aceh bekerja sama dengan Kesbangpol Pidie Jaya menggelar kegiatan edukasi pencegahan paham radikal yang berlangsung di ruang rapat Kesbangpol Pidie Jaya, Kamis 25 September 2025 . Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta dari berbagai unsur.
Acara dibuka oleh Plt Kepala Badan Kesbangpol Pidie Jaya, Mahmudi, SS, MPA., kemudian dilanjutkan dengan laporan kegiatan oleh Kepala Kesbangpol Aceh yang diwakili oleh Deddy Andrian, SE.MM selaku Kabid Wasnas dan Penanganan Konflik.
Peserta kegiatan terdiri dari siswa tingkat SLTA, tokoh masyarakat, guru pendamping, unsur pers, serta berbagai pihak terkait. Tiga narasumber turut mengisi acara ini, yaitu Mahmudi, SS, MPA selaku Plt Kaban Kesbangpol Pidie Jaya, Fakhri, SH, MM dari Dinas Kominfo, dan Fadli, S.Pd, MM dari Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie Jaya.
Dalam materinya, Mahmudi menegaskan bahwa radikalisme yang tidak dicegah sejak dini dapat berakhir pada terorisme. “Generasi muda sebagai penerus bangsa harus diberikan pemahaman agar memiliki warning alert terhadap bahaya radikalisme,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, Aceh sebagai daerah strategis harus menjadi pusat kebangkitan bangsa, bukan tempat berkembangnya paham radikal. Radikalisme, jelasnya, merupakan paham atau aliran yang bersifat ekstrem di bidang politik maupun agama, yang mendorong perubahan sosial secara drastis melalui kekerasan, serta fanatik terhadap pendapat sendiri.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama, yang sekaligus menjadi penanda komitmen bersama untuk mencegah penyebaran paham radikal di tengah masyarakat. (JN)



























