TLii | Aceh | Blangkejeren – Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Gayo Lues menggelar kegiatan Penguatan Kelembagaan bersama mitra kerja, yang berlangsung selama dua hari, 24–25 September 2025 di The Legen Hotel Blangkejeren.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama dan sinergi antara Panwaslih dengan mitra kerja dalam melaksanakan pengawasan pemilu, sekaligus membangun kesepahaman bersama tentang pentingnya menjaga netralitas, integritas, serta meningkatkan partisipasi aktif masyarakat demi terwujudnya demokrasi yang sehat.
Ketua Panitia, Muhammad Nur Husni, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan dilaksanakan selama dua hari dengan rangkaian acara berupa penyampaian materi, diskusi, dan sesi tanya jawab bersama narasumber.
“Melalui kegiatan ini diharapkan lahir sinergi yang lebih solid dalam kerja-kerja pengawasan pemilu di Gayo Lues,” ujarnya.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Panwaslih Provinsi Aceh, Agus Syahputra. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pengawas pemilu tidak hanya bertugas menemukan pelanggaran, tetapi lebih utama melakukan upaya pencegahan.
> “Tugas pengawas pemilu itu bukan hanya mencari kesalahan, tapi juga mencegah agar tidak ada kesalahan. Tugas terbesar kita adalah melakukan pencegahan dengan cara sosialisasi dan memberikan informasi. Namun, ini tidak bisa dilakukan sendirian oleh Bawaslu. Dukungan stakeholder dan masyarakat sangat dibutuhkan,” tegasnya.
Ketua Panwaslih Kabupaten Gayo Lues, Wiwin Bustami, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir dan memberikan dukungan terhadap kegiatan ini.
> “Kehadiran Bapak/Ibu sekalian adalah kehormatan bagi kami dan bukti nyata dukungan terhadap kerja-kerja pengawasan pemilu. Kami berharap kegiatan ini memperkuat pemahaman bersama mengenai peran dan fungsi Bawaslu, serta membangun jejaring yang solid demi menciptakan pemilu yang berkualitas dan bermartabat,” ungkapnya.
Wiwin juga menambahkan, dengan kelembagaan yang kuat dan dukungan penuh masyarakat, Panwaslih optimis mampu mewujudkan pemilu yang bersih, berintegritas, dan mencerminkan kedaulatan rakyat.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi dan diskusi interaktif bersama tiga narasumber, yakni:
Abrar Amir, M.AP (Tenaga Ahli Komisi II DPR RI)
Salman Nasution (Tenaga Ahli Komisi II DPR RI)
Syafrida Rachmawati Rasahan (Pegiat Pemilu Nasional)
Para narasumber mengajak peserta untuk berdiskusi terkait berbagai tantangan dalam pengawasan pemilu. Topik yang dibahas meliputi upaya pencegahan politik uang, menjaga netralitas aparatur sipil negara (ASN), meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan, hingga pentingnya literasi politik terutama bagi pemilih pemula.
Diskusi berjalan dinamis dan partisipatif, mencerminkan antusiasme peserta dalam mendukung penguatan demokrasi di tingkat lokal.


Kegiatan ini ditutup dengan pesan penting bahwa demokrasi tidak akan tegak tanpa pengawasan, dan pengawasan tidak akan kuat tanpa kebersamaan. Hanya dengan sinergi semua pihak, suara rakyat dapat benar-benar terjaga sebagai wujud suara kebenaran.
(Kang juna)


































