Kronologis Dua Perempuan Pidie Jaya Aceh Terseret Arus Sungai Saat Pulang Antar Rambutan ke Ibu Tiri

SAMSUL EDI, S.HUT., M.Kv

- Redaksi

Kamis, 2 November 2023 - 13:07 WIB

5048 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIMELINESINEWS>> Penteraja – Dua perempuan Asal Desa Muka Blang, Kecamatan Pante Raja, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, terseret arus sungai Lhok Puuk saat pulang antar buah rambut untuk ibu tirinya bernama Hamidah (60).

Peristiwa tragis itu terjadi pada Rabu, 01 November 2023, sekitar pukul 18.00 WIB, ketika dua perempuan warga Gampong Muka Blang, Kecamatan Panteraja, Kabupaten Pidie Jaya, menjadi korban saat menyebrangi sungai sebagai jalan artenatif.

Mereka adalah Tarwiyah Binti Nurdin (35) dan Giska Unzira Binti Nasriadi (10), seorang pelajar, salah satu di antara mereka di temukan tewas usai di lakukan pencarian di sungai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Kapolres Pidie Jaya, AKBP Dodon Priyambodo, S.H, S.I.K,M.Si, melalui Kapolsek Panteraja, Ipda Edy Zulkarnain, S.H, M.Si, bahwa sekitar pukul 15.00 WIB, korban bersama ponakan pergi antar rambutan kerumah ibu tirinya di Desa Lhok Puuk, Pante Raja dengan mengunakan jalan artenatif penyebrang sungai.

“Dimana saat mereka pergi sekitar pukul 15.00 WIB air sungai nya masih selutut orang dewasa, namun kondisi cuaca mendung saat itu,” ujar Kapolsek.

Namun, korban bernama Tarwiyah bersama keponakannya, Giska, sedang dalam perjalanan pulang dari Gampong Lhok Puuk ke rumah mereka di Gampong Muka Blang.

“Agar mereka cepat sampai kerumah korban dan ponakan kembali menyebrangi sungai tersebut, mereka memutuskan untuk berenang, tanpa menyadari bahwa saat itu hujan lebat dan arus sungai sedang deras, pada hal ponakan sempat memberi tahu sama korban karena air nya deras, tapi tak di gubris nya,” imbuhnya.

Korban Tarwiyah Binti Nurdin (35) dan Giska Unzira Binti Nasriadi (10), seorang pelajar secara spontan mereka terseret air yang deras di karenakan air nya mencapai seleher orang dewasa.

“Begitu mereka masuk ke air, korban langsung terseret karena air nya dalam, sedangkan ponakan ikut juga terseret sekitar puluhan meter, namun ponakan tersangkut ranting kayu dan selamat merangkak ke atas dengan memegang kayu rating, sedangkan korban di temukan tewas,usia di lakukan pencarian oleh warga,” ungkap Kapolsek.

Kapolsek dan personil Polsek Panteraja bersama dengan warga setempat melakukan pencarian korban yang terseret arus di Sungai Gampong Lhok Puuk, Kecamatan Panteraja, Kabupaten Pidie Jaya.

Akibat kondisi cuaca dan arus sungai yang ekstrem, kedua korban terseret oleh arus yang kuat.

“Giska, dengan keberuntungannya, berhasil selamat setelah tersangkut pada ranting kayu dan akhirnya berhasil keluar dari sungai, kemudian memberitahu warga sekitar tentang peristiwa tersebut,” jelasnya.

Setelah pencarian yang intensif, sekitar pukul 19.00 WIB, Tarwiyah berhasil ditemukan oleh masyarakat dalam kondisi tidak bernyawa, dengan jarak kurang lebih 2 kilometer dari lokasi awalnya terseret.

Tarwiyah ditemukan tewas dan kemudian dievakuasi ke rumah duka di Dusun Panjo Rimba, Gampong Muka Blang, Kecamatan Panteraja, menggunakan Mobil Ambulans milik Puskesmas Panteraja.

Sedangkan Mantan suami korban, Muhammad Isa, berserta keluarga korban telah mengikhlaskan kepergian Tarwiyah dan tidak menuntut dilakukannya Visum et Repertum.

Kapolsek Panteraja, Ipda Edy Zulkarnain, S.H, M.Si, menghimbau kepada masyarakat agar menjauhi sungai ketika musim penghujan saat ini, di karenakan di musim penghujan arus sungai akan deras dan berbahaya.

“Kita berharap di musim hujan warga jangan gunakan sungai sebagai penyebrangan atau jalan artenatif, karena kita tidak tau kapan air sungai itu deras, apalagi di pergunungan hujan deras,” terang Kapolsek.

Penulis : Samuel

Editor : Icad

Sumber Berita : Polsek pante raja

Berita Terkait

Ribuan Warga Tumpah Ruah, Ayah Wa dan Tarmizi Payang Lepas Pawai Ta’aruf 1 Muharram 1448 H
Tragedi Tambang Emas Aceh Jaya, LANA Desak Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih
Ribuan Warga Tumpah Ruah, Semarak Muharram 1448 H Gema Syiar Islam dan Kepedulian Sosial di Aceh Utara
Pemkab dan Forkopimda Pidie Jaya Serahkan Penghargaan Juara Lomba HUT ke-19 dan 1 Muharram 1448 H
Tiga Remaja Utusan Gampong Kiran Dayah Raih Prestasi di Festival Islami HUT Pidie Jaya ke-19
Disporapar Hadirkan Nuansa Baru di CFD Kota Langsa Lewat Fashion Show Wastra dan Seni Lukis Budaya
Peringati HDDS 2026 dan Semarakkan CFD, PMI Kota Langsa Kumpulkan 62 Kantong Darah
CFD Kian Berwarna, Budaya, Kesehatan dan Aksi Kemanusiaan Menyatu di Lapangan Merdeka Langsa

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:24 WIB

Kalapas Pancur Batu Tribowo Ucapkan Jadikan Semangat Hijrah Pendorong Kontribusi Positif Di 1 Muharram 1448 H

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:05 WIB

Jalu Yuswa Panjang: Ucapkan 1 Muharram 1448 H Momentum Introspeksi & Perkuat Pengabdian Pemasyarakatan

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:18 WIB

Bapas Kls I Medan Kriston Napitulu Ucapkan 1 Muharram 1448 H Jadi Momentum Refleksi & Perkuat Pelayanan Humanis

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:52 WIB

14.967 Penumpang Dilayani KAI Divre I Sumut Saat 1 Muharram 1448 H, KA Sribilah Fakultatif Kembali Beroperasi

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:12 WIB

Semester I 2026, Polres Simalungun Ringkus 69 Tersangka Kejahatan 3C dan Bongkar Perdagangan Satwa Dilindungi

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:29 WIB

Dari Masjid Jamik ke Stadion PJKA, Pelindo Regional 1 Rayakan 1 Muharram 1448 H Bersama Masyarakat Medan Utara

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:45 WIB

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polda Sumut Gelar Bakti Kesehatan Donor Darah untuk Kemanusiaan

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:37 WIB

“Pengamanan Humanis Warnai Aksi Penyampaian Aspirasi Mahasiswa di Gedung DPRD Sumut”

Berita Terbaru