Masuki 2024, Ini 7 Teknologi yang Diramal Bakal “Booming” untuk Perusahaan

REDAKSI 1

- Redaksi

Rabu, 14 Februari 2024 - 18:48 WIB

5086 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi teknologi.(shutterstock.com/sdecoret)

Ilustrasi teknologi.(shutterstock.com/sdecoret)

KOMPAS.com – Tahun 2023 sudah kita lewati, kini kita memasuki 2024 dengan penuh harap dengan berbagai dinamikanya. Dari tahun ke tahun, perkembangan teknologi semakin pesat dan canggih. Tahun 2023 saja, kita sudah digemparkan dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang semakin canggih. Kini, masuk 2024, perkembangan teknologi bakal lebih pesat lagi. Perusahaan infrastruktur dan layanan teknologi informasi (TI) global, NTT Ltd, meramal akan ada sejumlah teknologi yang bakal booming atau memperoleh popularitas yang besar pada tahun ini.

Salah satunya adalah AI yang akan semakin digencarkan di berbagai perusahaan dunia. Menurut Group EVP, New Ventures and Innovation, NTT Ltd, Shahid Ahmed, perpaduan antara tren baru dan tren utama yang semakin berkembang. Menurut dia, setiap perusahaan harus melihat lebih jauh ke depan untuk memastikan mereka memiliki kemampuan untuk memanfaatkan teknologi baru di masa depan dan berupaya mencapai target yang lebih berkelanjutan. Dilansir dari Antara, Rabu (3/1/2024), berikut tujuh teknologi yang diramal bakal booming untuk perusahaan pada 2024 menurut NTT Ltd.

1. Dark NOC

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan kemajuan AI untuk operasi TI (AIOps), gagasan Network Operations Center (NOC) yang sepenuhnya otomatis dan tanpa intervensi manusia merupakan harapan ideal. Selama 12 bulan ke depan, perusahaan jaringan akan lebih lanjut menanamkan AIOps ke dalam operasi mereka yang lebih luas untuk meningkatkan kualitas jaringan, mendukung teknisi, dan memodernisasi infrastruktur. Meskipun otomatisasi merupakan inti dari ‘Dark NOC’, peran manusia tetap akan menjadi kunci keberhasilannya. Penyedia jaringan internet perlu fokus pada peningkatan keterampilan, sekaligus memastikan mereka telah melakukan persiapan yang diperlukan dari sudut pandang teknologi, mulai dari standardisasi API hingga optimalisasi pemrosesan data.

2. AI yang lebih inovatif

Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Rak data center atau rak server pada umumnya mengonsumsi sekitar 6 hingga 8 kilowatt listrik. Dengan hadirnya teknologi AI, akan semakin mempercepat peningkatan kepadatan tersebut dan sekarang sudah lumrah melihat rak berkapasitas 50 hingga 100 kilowatt, bahkan lebih. “Harapannya adalah konsumsi listrik akan berlipat ganda dan tiga kali lipat di tahun-tahun mendatang. Rak-rak server ini, tentunya menghasilkan lebih banyak panas, dan membutuhkan lebih banyak pendinginan, menjadi tantangan bagi perusahaan-perusahaan yang memiliki target net zero (netralitas karbon),” kata Ahmed. Pada 2024, akan lebih banyak perusahaan yang bekerja sama dengan penyedia sumber daya energi listrik untuk mengeksplorasi opsi yang lebih berkelanjutan. Pengetatan peraturan pusat data akan mempercepat tren disruptif ini, karena semakin banyak pemerintah dan pelanggan yang menetapkan penggunaan atau pasokan efisiensi energi tertentu untuk memenuhi tujuan keberlanjutan mereka ke depannya.

3. Keberlanjutan solusi teknologi terbaru

Tahun 2024, keberlanjutan akan memberikan dampak yang jauh lebih besar terhadap teknologi yang diujicobakan, diinvestasikan, dibeli, dan dikembangkan oleh tim TI, terutama seiring dengan berkembangnya peraturan, pengembangan baru, dan pengetatan. Dalam perjalanan menuju target net zero dan ramah lingkungan, perusahaan akan semakin memanfaatkan teknologi baru seperti jaringan Private 5G. Hal tersebut mendorong penerapan smart factory yang dapat berkontribusi terhadap inisiatif ESG, mulai dari mitigasi karbon hingga ekonomi sirkular perangkat keras infrastruktur.

4. Jaringan kabel optik

Meningkatnya fokus pada efisiensi, keandalan, keberlanjutan, dan kesiapan jaringan di masa depan akan membawa jaringan optik ke depan pada 2024. Uji coba terbaru membuktikan potensi tersebut berhasil mencapai tingkat transmisi 1,2 Tbps. Di semua industri, lebih dari 90 persen eksekutif senior ingin memodernisasi jaringan mereka untuk memastikan mereka siap menghadapi tantangan yang sedang dihadapi serta tantangan yang akan datang. Ada juga upaya terpadu yang lebih luas untuk mengatasi keterbatasan infrastruktur yang ada dengan teknologi optik. Hingga kini, telah diketahui terdapat lebih dari 100 perusahaan bermitra untuk memajukan Jaringan Optik dan Nirkabel Inovatif atau IOWN untuk memastikan dunia siap menghadapi teknologi masa depan dan mendorong jaringan optik agar lebih umum digunakan.

5. Ekosistem IoT

Ilustrasi Internet of Things (IoT)

Kombinasi internet of things (IoT), Private 5G, dan edge computing akan memungkinkan perusahaan mendapatkan wawasan secara real-time dan membuat kebijakan yang lebih baik. Ketika perusahaan mempercepat upaya digitalisasi, maka diperlukan lebih banyak konektivitas dan lebih banyak perangkat teknologi terbaru karena perusahaan terus mendigitalkan lingkungan fisik. Keunggulan ini akan semakin penting karena perusahaan membutuhkan data untuk memenuhi platform analitik yang didukung oleh artificial intelligence/machine learning (AI/ML). Peningkatan otomatisasi karena kekurangan tenaga kerja, computer vision, dan digital twins akan menjadi kasus penggunaan utama yang mendorong kebutuhan akan kemampuan edge yang kuat.

6. Keahlian manusia menerapkan sistem AI

Laporan Global CX NTT 2023 menemukan, sebagian besar interaksi customer experience (CE) masih memerlukan intervensi manusia, dan para eksekutif sepakat bahwa hal ini akan tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan pelanggan. Meskipun empat dari limaperusahaan berencana memasukkan AI ke dalam penyampaian CX dalam 12 bulan ke depan, faktor manusia masih menjadi kunci keberhasilannya. Ketika perusahaan mengalihkan perhatian mereka pada otomatisasi agar dapat meningkatkan dan menyempurnakan kemampuan manusia, mereka akan memberikan penekanan lebih besar untuk mengatasi kekurangan keahlian yang semakin meningkat agar dapat mengikuti perkembangan AI. Dasar-dasar AI dan analisis big data akan menjadi keahlian dasar bagi sebagian besar pekerjaan di berbagai industri. Namun, perekrutan karyawan baru bukanlah satu-satunya jalan keluar. Penelitian yang dilakukan oleh NTT DATA menemukan, para pemimpin dunia usaha cenderung memperoleh profitabilitas lebih dari 25 persen selama tiga tahun terakhir karena adanya investasi dalam inisiatif pengembangan keterampilan (reskilling dan upskilling).

7. Invisible clouds bergerak lebih dalam

Ilustrasi cloud computing

Ketika berfungsi dengan baik, lingkungan cloud menjadi tidak terlihat, membiarkan aplikasi berada di panggung utama. Manfaat dari cloud sebagian besar telah dirasakan di lingkup perkantoran, project management tools, solusi CRM, dan sejenisnya. Sayangnya, pemanfaatan cloud belum sepenuhnya dikuasai oleh industri tertentu. Namun, semua itu akan berubah tahun depan. Penyedia layanan transformasi untuk industri transportasi dan pertahanan telah bertransisi ke penggunaan infrastruktur cloud untuk mengoptimalkan pengeluaran dan mengurangi biaya.

Kompas.com – 04/01/2024, 12:00 WIB

Danur Lambang Pristiandaru

Editor

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Masuki 2024, Ini 7 Teknologi yang Diramal Bakal “Booming” untuk Perusahaan”, Klik untuk baca: https://lestari.kompas.com/read/2024/01/04/120000686/masuki-2024-ini-7-teknologi-yang-diramal-bakal-booming-untuk-perusahaan?page=all.

Berita Terkait

HMP KPI Gelar Rihlah Perdana di Pantai Penyu, Perkuat Solidaritas Antaranggota
SEKEPING DESAH
Al Akbar Pimpinan Bunda Sarmini, Sang Jawara Hadroh : Hadiri Silaturahmi Tarhib Ramadhan LASQI NJ Cibinong
Dialog langit Dan Tanah
Threads of Gold
The Crown She Carries
Yori And His Curiosity
Prana di tengah perjalanan

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 01:11 WIB

Polseķ Siantar Selatan Himbau PKL Tidak Jualan di Trotoar Disepanjang Jalan Gereja

Sabtu, 23 Mei 2026 - 01:08 WIB

Polda Sumut Gencarkan Gerebek Sarang Narkoba: 97 Lokasi Disasar, 76 Tersangka Diamankan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 01:04 WIB

Sabu Siap Edar Digagalkan di Tanjung Morawa, Pengedar Diciduk Polisi Saat Hendak Transaksi

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:02 WIB

Kalapas Padangsidimpuan Apresiasi Bantuan Reagen Tes HIV dan Sifilis Dari Dinas Kesehatan

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:20 WIB

Dinkes Padangsidimpuan Beri Penyuluhan Bahaya TB dan HIV Di Lapas Kelas IIB

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:54 WIB

PT KAI Divre I Sumut Gelar 20 Diklat hingga Mei 2026 untuk Tingkatkan Kompetensi Pekerja

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:08 WIB

Polresta Deli Serdang Tangkap Pelaku Narkoba Berkat Informasi Masyarakat

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:32 WIB

Polsek Medan Kota Tangkap Pelaku Curi Kusen Dan Jerjak Besi Di Gedung Bapera

Berita Terbaru