Eksistensi Bus yang Kian Tergerus

REDAKSI 1

- Redaksi

Minggu, 7 April 2024 - 13:03 WIB

20289 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bus Asnami yang sedang menunggu penumpang di Terminal Kadubanen, Pandeglang. (TIMESLINES INEWS/Heru Nurhadiyansyah)

Bus Asnami yang sedang menunggu penumpang di Terminal Kadubanen, Pandeglang. (TIMESLINES INEWS/Heru Nurhadiyansyah)

TIMESLINES INEWS>> Pandeglang – Di masa-masa jelang Lebaran Idulfitri, jalan di perkotaan seringkali dipenuhi dengan kesibukan. Tapi diantara hiruk-pikuknya persiapan untuk merayakan hari besar ini, ada satu suara yang terdengar berbeda; suara sopir bus.

Di balik kemudi dan diantara deretan kursi kosong, ada cerita yang jarang terdengar, cerita tentang kesunyian yang melanda bus mereka. Mengemudi melalui rute-rute yang biasanya ramai, namun hanya memiliki beberapa penumpang di dalamnya, adalah tantangan yang nyata bagi para pengemudi bus dewasa ini.

Salah satu diantaranya adalah Asnami, yang beberapa tahun belakangan, merasakan perubahan dramatis dalam pola penumpang saat lebaran mendekat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga:

​Kisah Pak Yani, Mengayuh Becak Demi Keluarga

“Dulu, seminggu atau dua minggu sebelum lebaran, bus-bus tuh penuh sesak dengan penumpang yang membawa barang bawaan mereka untuk merayakan Idulfitri di kampung halaman,” kata dia saat sedang menunggu penumpang di Terminal Kadubanen, Pandeglang.

Meski sudah memasuki musim mudik lebaran, tapi beberapa hari ini penumpangnya selalu sepi. Bahkan dia merasakan dari tahun ke tahun, penumpangnya semakin menjauh. Minibusnya yang mengambil jurusan Serang-Malingping, tidak lagi memikat penumpang untuk menaikinya.

“Sekarang walaupun sudah mulai pada mudik, tapi yang naik dari serang paling setengahnya. Transit di sini (Kadubanen) paling dapat dua, itu pun harus satu jam nunggunya,” ucap dia getir.

Asnami yang telah menjadi sopir bus selama lebih dari dua decade, menggambarkan bagaimana pola perjalanan masyarakat telah berubah seiring berjalannya waktu dan kemajuan teknologi.

“Sekarang kan orang sudah bisa pakai online, kaya Grab atau GoCar. Terus di kampung juga rata-rata sudah punya mobil, jadi tinggal hubungi keluarga atau tetangga untuk jemput pakai mobil,” ujar dia.

Tidak hanya secara finansial, kesunyian di dalam bus juga memengaruhi emosi Asnami. Merasa sendirian di dalam bus yang sepi, bukanlah hal yang menyenangkan. Saat dia melintasi rute-rute yang biasanya ramai, tapi hanya melihat sedikit penumpang di dalam bus, rasanya seperti berada di dalam kubah kehampaan.

“Kadang di jalan masih liatin daerah yang dulunya banyak penumpang. Tapi sekarang mah ditungguin juga ga muncul,” kata Asnami sambil terkekeh.

Meskipun demikian Asnami tetap bersikap optimistis tentang masa depan transportasi publik, termasuk bus. Dia yakin bahwa suatu saat orang-orang akan kembali menggunakan transportasi publik seperti bus. Apalagi dia mendengar bahwa pemerintah akan memugar Terminal Kadubanen menjadi sebuah terminal yang modern, sehingga membawa angin segar akan keberlanjutan moda transportasi publik.

“Ya yakin aja sih masih ada penumpang. Pemerintah kan juga lagi memperbaiki sistem transportasinya yah, untuk mendorong masyarakat supaya naik transportasi publik,” ucap dia.

Suaranya mungkin hanya satu dari banyak suara sopir bus di seluruh negeri yang mengalami kesunyian di dalam bus jelang lebaran. Namun cerita Asnami memberikan kita wawasan yang berharga tentang perubahan dalam pola perjalanan Masyarakat, dan tantangan yang dihadapi oleh para pengemudi transportasi publik di tengah perubahan zaman.

Semoga dengan waktu, kesibukan kembali mengisi bus Asnami dan rekan-rekannya, dan senyum kembali terpancar di wajah para sopir bus seperti Asnami.

Bus Asnami yang sedang menunggu penumpang di Terminal Kadubanen, Pandeglang. (TIMESLINES INEWS/Heru Nurhadiyansyah)
Bus Asnami yang sedang menunggu penumpang di Terminal Kadubanen, Pandeglang. (TIMESLINES INEWS/Heru Nurhadiyansyah)

Berita Terkait

SMK Negeri 1, 2, dan 3 Banda Aceh Tekankan Pondasi Akhlak dan Karakter
Kebakaran Lahan di Leupung Aceh Besar, BPBD Bergerak Cepat Padamkan Api
Lapas Kelas I Medan Perkuat Pembinaan Keagamaan Dengan Perayaan Thaipusam Dan MoU
Tingkatkan Profesionalisme ASN, Kakanwil Ditjenpas Kaltim Resmi Lantik 13 Pegawai
Integritas Jadi Fokus Utama, Kalapas Narkotika Langkat Pimpin Apel Awal Bulan
Lapas Narkotika Langkat Intensifkan Kontrol Keliling untuk Cegah Gangguan Kamtib
Lapas Kelas IIA Binjai Teken Komitmen Bersama dan Pakta Integritas Tahun 2026
Satukan Tekad Menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani Rutan Tanjung Pura Tandatangani Pakta Integritas dan Komitmen Bersama Pembangunan Zona Integritas WBK–WBBM

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:01 WIB

Dukung Pemulihan Warga Binaan, Tim Binadik Lapas Narkotika Samarinda Ikuti Pelatihan Konselor Adiksi

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:55 WIB

Tingkatkan Kesadaran Kesehatan, Dokter Lapas Narkotika Samarinda Sosialisasikan Tata Cara Minum Obat yang Benar

Kamis, 29 Januari 2026 - 09:40 WIB

Dukung Pemulihan Warga Binaan, Tim Binadik Lapas Narkotika Samarinda Ikuti Pelatihan Konselor Adiksi

Selasa, 27 Januari 2026 - 12:57 WIB

Implementasikan Arahan Presiden & 15 Program Aksi Menteri Imipas Kalapas Narkotika Samarinda Jalin Kerja Sama Dapur Sehat MBG

Senin, 26 Januari 2026 - 14:38 WIB

Cegah Pelanggaran Disiplin, Kalapas Narkotika Samarinda Sampaikan Larangan Judi Online Beserta Sanksinya

Sabtu, 24 Januari 2026 - 12:35 WIB

Bangun Soliditas Dan Hidup Sehat, Lapas Narkotika Samarinda Laksanakan Jalan Santai Bersama

Jumat, 23 Januari 2026 - 12:58 WIB

Dukung Konservasi Sumber Air, Kalapas Narkotika Samarinda Bersama Jajaran Bersihkan Area Sekitar Lapas

Rabu, 21 Januari 2026 - 20:51 WIB

Dorong Pembinaan Berbasis Vokasi, Kalapas Narkotika Samarinda Jalin Koordinasi dengan BPVP Samarinda

Berita Terbaru

Pemerintahan

Petugas Haji Aceh Dibekali Diklat, Wagub: Layani Jamaah dengan Hati

Selasa, 3 Feb 2026 - 00:27 WIB