Eksistensi Bus yang Kian Tergerus

REDAKSI 1

- Redaksi

Minggu, 7 April 2024 - 13:03 WIB

5056 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bus Asnami yang sedang menunggu penumpang di Terminal Kadubanen, Pandeglang. (TIMESLINES INEWS/Heru Nurhadiyansyah)

Bus Asnami yang sedang menunggu penumpang di Terminal Kadubanen, Pandeglang. (TIMESLINES INEWS/Heru Nurhadiyansyah)

TIMESLINES INEWS>> Pandeglang – Di masa-masa jelang Lebaran Idulfitri, jalan di perkotaan seringkali dipenuhi dengan kesibukan. Tapi diantara hiruk-pikuknya persiapan untuk merayakan hari besar ini, ada satu suara yang terdengar berbeda; suara sopir bus.

Di balik kemudi dan diantara deretan kursi kosong, ada cerita yang jarang terdengar, cerita tentang kesunyian yang melanda bus mereka. Mengemudi melalui rute-rute yang biasanya ramai, namun hanya memiliki beberapa penumpang di dalamnya, adalah tantangan yang nyata bagi para pengemudi bus dewasa ini.

Salah satu diantaranya adalah Asnami, yang beberapa tahun belakangan, merasakan perubahan dramatis dalam pola penumpang saat lebaran mendekat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga:

​Kisah Pak Yani, Mengayuh Becak Demi Keluarga

“Dulu, seminggu atau dua minggu sebelum lebaran, bus-bus tuh penuh sesak dengan penumpang yang membawa barang bawaan mereka untuk merayakan Idulfitri di kampung halaman,” kata dia saat sedang menunggu penumpang di Terminal Kadubanen, Pandeglang.

Meski sudah memasuki musim mudik lebaran, tapi beberapa hari ini penumpangnya selalu sepi. Bahkan dia merasakan dari tahun ke tahun, penumpangnya semakin menjauh. Minibusnya yang mengambil jurusan Serang-Malingping, tidak lagi memikat penumpang untuk menaikinya.

“Sekarang walaupun sudah mulai pada mudik, tapi yang naik dari serang paling setengahnya. Transit di sini (Kadubanen) paling dapat dua, itu pun harus satu jam nunggunya,” ucap dia getir.

Asnami yang telah menjadi sopir bus selama lebih dari dua decade, menggambarkan bagaimana pola perjalanan masyarakat telah berubah seiring berjalannya waktu dan kemajuan teknologi.

“Sekarang kan orang sudah bisa pakai online, kaya Grab atau GoCar. Terus di kampung juga rata-rata sudah punya mobil, jadi tinggal hubungi keluarga atau tetangga untuk jemput pakai mobil,” ujar dia.

Tidak hanya secara finansial, kesunyian di dalam bus juga memengaruhi emosi Asnami. Merasa sendirian di dalam bus yang sepi, bukanlah hal yang menyenangkan. Saat dia melintasi rute-rute yang biasanya ramai, tapi hanya melihat sedikit penumpang di dalam bus, rasanya seperti berada di dalam kubah kehampaan.

“Kadang di jalan masih liatin daerah yang dulunya banyak penumpang. Tapi sekarang mah ditungguin juga ga muncul,” kata Asnami sambil terkekeh.

Meskipun demikian Asnami tetap bersikap optimistis tentang masa depan transportasi publik, termasuk bus. Dia yakin bahwa suatu saat orang-orang akan kembali menggunakan transportasi publik seperti bus. Apalagi dia mendengar bahwa pemerintah akan memugar Terminal Kadubanen menjadi sebuah terminal yang modern, sehingga membawa angin segar akan keberlanjutan moda transportasi publik.

“Ya yakin aja sih masih ada penumpang. Pemerintah kan juga lagi memperbaiki sistem transportasinya yah, untuk mendorong masyarakat supaya naik transportasi publik,” ucap dia.

Suaranya mungkin hanya satu dari banyak suara sopir bus di seluruh negeri yang mengalami kesunyian di dalam bus jelang lebaran. Namun cerita Asnami memberikan kita wawasan yang berharga tentang perubahan dalam pola perjalanan Masyarakat, dan tantangan yang dihadapi oleh para pengemudi transportasi publik di tengah perubahan zaman.

Semoga dengan waktu, kesibukan kembali mengisi bus Asnami dan rekan-rekannya, dan senyum kembali terpancar di wajah para sopir bus seperti Asnami.

Bus Asnami yang sedang menunggu penumpang di Terminal Kadubanen, Pandeglang. (TIMESLINES INEWS/Heru Nurhadiyansyah)
Bus Asnami yang sedang menunggu penumpang di Terminal Kadubanen, Pandeglang. (TIMESLINES INEWS/Heru Nurhadiyansyah)

Berita Terkait

Polres Langsa Bongkar Dugaan Pencurian di RS Regional Langsa
Bersama Menteri Agus Andrianto, Titiek Soeharto Dukung Model Pembinaan Kemandirian WBP Nusakambangan
Khidmat & Haru, Pelindo Regional 1 Lepas Pemenang Lucky Draw Ramadhan Fest ke Tanah Suci
Menguatkan Pengabdian di Hari Bhayangkara ke-80, Bahar Buasan dan Polda Babel Hadirkan Bhakti Kesehatan untuk Masyarakat
Antisipasi 3C dan Guantibmas,Polres Pematangsiantar Laksanakan KRYD 
CFD Kota Langsa, Satukan Olahraga, Edukasi dan Dongkrak Ekonomi Masyarakat 
Sat Reskrim Polres Pematangsiantar Kembali Tetapkan Tersangka Penganiayaan di Taman Bunga
SE2026 Resmi Dimulai di Langsa, Walikota Lepas Petugas Pendataan Ekonomi

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 21:32 WIB

Khidmat & Haru, Pelindo Regional 1 Lepas Pemenang Lucky Draw Ramadhan Fest ke Tanah Suci

Minggu, 21 Juni 2026 - 15:25 WIB

Sat Reskrim Polres Pematangsiantar Kembali Tetapkan Tersangka Penganiayaan di Taman Bunga

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:45 WIB

Patroli Brimob Polda Sumut Intensif Cegah Gangguan Kamtibmas, Balap Liar di Medan Berhasil Dibubarkan

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:31 WIB

PT KAI Divre I Sumut: Stasiun Kuala Tanjung Layani 7.565 TEUs Jan-Mei 2026, Jembatan KEK Sei Mangkei ke Pelabuhan

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:53 WIB

Residivis Narkoba Kembali Ditangkap, Sat Resnarkoba Polres Tebing Tinggi Sita 18,47 Gram Sabu

Sabtu, 20 Juni 2026 - 23:48 WIB

Jumat Berkah Rutan Kelas I Medan, Berikan Layanan Kesehatan Gratis Bagi Masyarakat dan Skrining TB Bagi Warga Binaan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 23:02 WIB

Kalapas Tribowo: Zero HALINAR Bukan Slogan, Tapi Komitmen Tindakan Nyata di Lapas Pancur Batu

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:51 WIB

Penuhi Hak Warga Binaan, Lapas Padangsidimpuan Gelar Sidang TPP demi Ketepatan Program Integrasi

Berita Terbaru