Peusaba Aceh Pertanyakan Penggalian Proyek IPAL di Depan Kompleks Makam Sultan Jamalul Alam 

SAMSUL EDI, S.HUT., M.Kv

- Redaksi

Senin, 15 Juli 2024 - 09:46 WIB

20618 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peusaba Aceh Pertanyakan Penggalian Proyek IPAL di Depan Kompleks Makam Sultan Jamalul Alam 

Peusaba Aceh Pertanyakan Penggalian Proyek IPAL di Depan Kompleks Makam Sultan Jamalul Alam 

TIMELINES INEWS>>Ketua Peusaba Aceh Mawardi Usman mengaku amat mengutuk keras penggalian Proyek IPAL di Gampong Baro Banda Aceh.

 

“Kenapa penggalian di lakukan pas di depan pintu masuk makam Sultan Jamalul Alam Badrul Munir (1703-17026 M) seorang Sultan Aceh yang sangat dihormati?”, kata Ketua Peusaba.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peusaba Aceh Pertanyakan Penggalian Proyek IPAL di Depan Kompleks Makam Sultan Jamalul Alam

Sultan Jamalul Alam adalah salah seorang Sultan besar Aceh yang berasal dari Dinasti Arab, dan memiliki banyak jasa untuk Aceh. Sultan Jamalul Alam, atau di Aceh dikenal dengan Poteu Jeumaloy, juga berjasa menjalin hubungan dagang dengan negara luar sahabat Kesultanan Aceh Darussalam.

 

Sebagaimana diketahui, setelah masa kekuasaan Sultanah Kamalatsyah (1688-1699 M), maka naik tahta Sultan Badrul Alam Syarief Hasyim sebagai Sultan Aceh (1699-1701 M). Setelah itu naik tahta Sultan Perkasa Alam Syarief Mutakwi atau Sultan Perkasa Alam Syarief Lamtui (1701-1703 M), kemudian naik tahta Sultan Jamalul Alam Badrul Munir (1703-1726 M).

 

Sultan Jamalul Alam terkenal sangat alim dan tercatat sebagai Sultan yang menegakkan hukum, dan membuat perdagangan Aceh maju pada zamannya. Banyak tulisan dan manuskrip yang menuliskan tentang kisah Sultan Jamalul Alam. Setelah Sultan wafat, makamnya amat dihormati oleh Para Raja dan Segala Rakyat setelahnya.

Peusaba Aceh Pertanyakan Penggalian Proyek IPAL di Depan Kompleks Makam Sultan Jamalul Alam

 

“Tapi hari ini malah di depan kompleks makam beliau dilakukan penggalian untuk proyek IPAL pembuangan tinja”, tukas Ketua Peusaba kesal.

 

Ketua Peusaba amat geram dan mempertanyakan apakah proyek IPAL di lakukan untuk membuang limbah IPAL atau untuk menghancurkan makam para Raja Aceh, seperti yang juga dilakukan di Titik Nol Gampong Pande Banda Aceh.

 

Ketua Peusaba mengecam keras tindakan tidak terpuji yang menunjukkan rendahnya sisi kemanusiaan dan penghormatan terhadap pendahulu atau Indatu Bangsa Aceh.

 

Hari ini Aceh mengalami gelombang serangan tanpa henti, malah konser dapat dilakukan dengan bebas di malam 1 Muharram yang tidak pernah ada di Aceh sebelumya. Tidak cukup sampai di sana, sekarang semua adat istiadat dan kekhususan Aceh mau dihapuskan dari bumi para Raja dan Ulama Aceh Ini.

 

Peusaba mengingatkan pihak pemerintah dan pihak proyek IPAL jangan terlalu sombong untuk mencoba menyerang dan menghancurkan makam para raja Aceh. Akan ada reaksi keras yang tidak terduga yang membuat munculnya masalah baru dimasa akan datang.

 

“Kesabaran orang Aceh ada batasnya, jika syariat islam, adat istiadat dan sejarah Aceh, serta kompleks makam para raja dan ulama Aceh terus dihancurkan untuk kepentingan pemusnahan sejarah Islam, maka akan ada tindakan balasan yang tidak terbayangkan!”, tegas Ketua Peusaba.

 

Ketua Peusaba meminta pemerintah bijaksana, dan pihak perusahaan agar segera menghentikan proyek IPAL yang menyasar pemusnahan makam para raja Aceh. Dulu di kawasan Gampong Pande dan Gampong Jawa sekarang malah sudah menyasar ke seluruh Kota Pusaka Banda Aceh.

 

Pemerintah harus menjelaskan kepada publik agenda sebenarnya dan mengapa hanya makam para raja dan ulama saja yang jadi kawasan proyek.

 

Sejarah Aceh adalah sejarah besar dunia. Melindungi makam para raja dan ulama Aceh adalah kewajiban bersama Bangsa Aceh. Para sultan dan ulama terdahulu mewariskan kepada generasi yang akan datang adat istiadat yang berlandaskan syariat Islam. Mempertahankan adat istiadat Aceh dan Syariat Islam di Aceh adalah kewajiban bangsa Aceh.

Berita Terkait

Panggung Gembira Pentas Seni Pondok Pesantren Thawalib ACEH TENGGARA
Tarhib Ramadhan PKS Aceh Besar Gelar Donor Darah dan Layanan Kesehatan Gratis, Kumpulkan 35 Kantong Darah
Verifikasi Terbuka Rumah Rusak, Bupati Pidie Jaya Gandeng Media dan Masyarakat
Kadis Sosial Aceh Tenggara Akui Dana Makan Anak Yatim Panti Asuhan Telah Dikembalikan
Tim Gabungan Bea Cukai Langsa Gagalkan Ekspor Ilegal Satwa Liar
6 Bulan Tak Masuk Kantor, Oknum ASN Dinas LHK Aceh Tenggara Dilaporkan
Serikat Aksi Peduli Aceh kembali Menyoroti Kinerja Badan Reintegrasi Aceh (BRA)
Walikota Langsa dan Ketua DPRK Perjuangkan Nasib Honorer Tidak Lulus PPPK

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 23:10 WIB

Lapas Kelas I Medan Perkuat Pembinaan Keagamaan Dengan Perayaan Thaipusam Dan MoU

Senin, 2 Februari 2026 - 22:33 WIB

Integritas Jadi Fokus Utama, Kalapas Narkotika Langkat Pimpin Apel Awal Bulan

Senin, 2 Februari 2026 - 22:21 WIB

Lapas Narkotika Langkat Intensifkan Kontrol Keliling untuk Cegah Gangguan Kamtib

Senin, 2 Februari 2026 - 22:01 WIB

Lapas Kelas IIA Binjai Teken Komitmen Bersama dan Pakta Integritas Tahun 2026

Senin, 2 Februari 2026 - 21:37 WIB

Kalapas Perempuan Medan Lakukan Kontrol Branggang Dan Tinjau Hasil Kemandirian Warga Binaan

Senin, 2 Februari 2026 - 21:20 WIB

Lapas Pemuda Langkat Berkomitmen Mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi

Senin, 2 Februari 2026 - 21:00 WIB

PT KAI Divre I Sumut Sertifikasi Lahan Seluas 1 Juta Meter Persegi Untuk Perkuat Legalitas Aset Negara

Senin, 2 Februari 2026 - 18:44 WIB

Polda Sumut Gelar Apel Operasi Keselamatan Toba 2026, Tekankan Lalu Lintas Aman dan Humanis

Berita Terbaru