Golok Ciomas: Warisan Budaya Khas Banten dengan Nilai Sejarah dan Keagamaan

REDAKSI

- Redaksi

Minggu, 29 Desember 2024 - 10:07 WIB

50148 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Golok Ciomas Banten (Foto: TLii/Heru)

Golok Ciomas Banten (Foto: TLii/Heru)

TLii >> KAB. SERANG – Golok Ciomas, senjata tradisional khas Banten, telah menjadi simbol kebanggaan dan warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun sejak era Kesultanan Banten. Hingga kini, pembuatan golok ini tetap mempertahankan nilai-nilai tradisi dan filosofi mendalam yang menjadi ciri khasnya.

Suna Sidik Santani, Pelestari Golok Ciomas dari Dzuriat Pande Golok Ciomas, menjelaskan bahwa golok ini dibuat menggunakan besi inti khas wilayah Ciomas yang dikenal sebagai besi Pondok Kahuru.

“Proses pembuatannya melibatkan teknik lipat dan tumpuk yang rumit, dilakukan dengan perhitungan tertentu dan mengikuti tradisi penempaan pada momen istimewa, seperti Maulid Nabi,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Suna menegaskan bahwa Golok Ciomas memiliki keistimewaan tersendiri dibanding golok dari wilayah lain di Banten, seperti Seuat dan Sajira.

“Setiap daerah memiliki keotentikan dan kerahasiaan dalam pembuatan golok. Namun, golok Ciomas hanya ditempa di Kampung Sibopong yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh pemerintah daerah melalui penelitian mendalam,” jelasnya.

Lebih lanjut, pembuatan golok Ciomas mengikuti tradisi leluhur yang tetap dijaga. Penempaan dilakukan dengan panduan tiga guru kunci, yaitu Mama Sidik Santani, Kiyai Muhaimin Shaleh, dan Ende Jamsari. Proses ini dipadukan dengan ritual tahunan pada 12 Maulid yang menjadi ajang silaturahmi para pemilik golok Ciomas.

“Golok ini lebih dari sekadar senjata. Ia mencerminkan simbol peradaban, kehormatan, dan persatuan,” ujar Suna.

Nilai sejarahnya menjadikannya simbol peradaban, sementara kehormatannya dirasakan langsung oleh pemiliknya.

“Melalui ritual tahunan, pemilik golok saling mempererat silaturahmi, menciptakan persatuan yang kuat,” tambahnya.

Golok Ciomas telah mendapatkan pengakuan hukum sebagai warisan budaya tak benda Provinsi Banten sejak 2017 dan ditetapkan sebagai cagar budaya pada 2020 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Model-model golok seperti Satria Banten, Jengkol Sarumbu, Maharaja, hingga Prabu Maswah Pati telah dilindungi hak cipta untuk menjaga keasliannya.

Kami tidak akan mentolerir pihak-pihak yang mengklaim golok palsu sebagai golok Ciomas. Jika ada pelanggaran, kami akan mengambil langkah hukum,” tegas Suna.

Menurutnya, golok Ciomas bukan sekadar simbol atau koleksi, tetapi juga memiliki manfaat besar bagi pemiliknya, termasuk melindungi diri dari bahaya.

Golok Ciomas juga mengandung unsur spiritual yang mendalam. “Setiap elemen golok ini, termasuk titik-titik ganjil yang menghiasinya, mencerminkan kesuksesan Rasul dan nilai keagamaan,” jelas Suna.

Nilai-nilai ini menuntut pemilik golok untuk memiliki karakter ksatria, bijak, dan melindungi kebenaran serta melindungi ulama.

Golok Ciomas adalah warisan berharga yang menghubungkan sejarah, budaya, dan spiritualitas masyarakat Banten. Sebagai simbol kehormatan dan persatuan, keberadaannya akan terus dijaga sebagai identitas kebanggaan Banten.

Berita Terkait

Bank Aceh Salurkan Zakat Perusahaan Rp11,94 Miliar
Pemerintah Aceh Salurkan Buffer Stock Penanggulangan Bencana, Tiga Daerah Terima Bantuan Rp5,38 Miliar
Pulang Kampung, Kombes Carlie Syahputra Ditunjuk Jadi Kabidpropam Polda Aceh
Transformasi Kinerja Pemasyarakatan, Kalapas Narkotika Samarinda Hadiri Sertijab Kepala LPKA Tenggarong
Lapas Perempuan Pekanbaru Optimalkan Lahan, WBP Berhasil Panen Kacang Tanah Usia 3 Bulan
Zero Narkoba”, Lapas Perempuan Pekanbaru Pastikan Pegawai dan WBP Bersih Lewat Tes Urine
Mengenal Lebih Dekat Bapas Kelas I Medan, Bersama Melayani dan Mengabdi
Stasiun Belawan Catat 18.636 TEUs Peti Kemas, KAI Dorong Integrasi Kereta Api-Pelabuhan di Sumut

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 18:04 WIB

Zero Narkoba”, Lapas Perempuan Pekanbaru Pastikan Pegawai dan WBP Bersih Lewat Tes Urine

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Prestasi WBP”, Lapas Perempuan Pekanbaru Tutup PORSENAP dengan Pembagian Hadiah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:12 WIB

Dukung Program Akselerasi, Lapas Perempuan Pekanbaru Bekali WBP Keterampilan Pertanian

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:54 WIB

Maulid Nabi di Lapas Perempuan Pekanbaru: Momentum Perbaiki Diri dan Perkuat Iman WBP

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Panen Hasil Kerja Keras, Warga Binaan Lapas Perempuan Pekanbaru Buktikan Semangat Kemandirian

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Rumah Gizi Lapas Perempuan Pekanbaru Jadi Ruang Edukasi dan Perlindungan Anak Warga Binaan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 01:28 WIB

Melalui Panen Kangkung, Lapas Perempuan Pekanbaru Bekali WBP Keterampilan dan Kemandirian

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:48 WIB

Lapas Perempuan Pekanbaru Rutin Periksa Kesehatan Warga Binaan

Berita Terbaru

BMA Sebut Muzaki Terbesar di Aceh

ACEH

Bank Aceh Salurkan Zakat Perusahaan Rp11,94 Miliar

Rabu, 2 Sep 2026 - 00:58 WIB