Jembatan Kuning jembatan lintasan Sibolga – Singkil
TLii | SUMUT, Nikmat mana lagi yang kau dustakan, untuk menikmati ciptaan Allah dengan Sepeda Motor Mengelilingi Sumatera Utara menyusuri indah Alam serta menyaksikan tempat tempat Pariwisata di Sumatera Utara.

Owner Widy Holidays, H. Amsyal, melakukan perjalanan solo touring keliling Sumatera Utara menggunakan sepeda motor selama empat hari, mulai 5 hingga 8 April 2025. Dalam perjalanan ini, ia tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga menyoroti kurangnya perhatian pemerintah terhadap potensi wisata daerah.
“Perjalanan ini saya lakukan untuk mendokumentasikan potensi pariwisata Sumatera Utara, sekaligus menunjukkan bahwa banyak destinasi yang belum tergarap dengan baik,” ujar H. Amsyal saat diwawancarai, Minggu (27/4/2025).

Berangkat dari Medan selepas subuh, 5 April 2025, Amsyal memulai rute dengan menuju Dolok Sanggul di Kabupaten Humbang Hasundutan untuk beristirahat dan makan siang. Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan ke Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, yang terkenal sebagai titik awal masuknya Islam ke Nusantara pada abad ke-7 Masehi.

Di Barus, H. Amsyal mengunjungi Titik Nol Peradaban Islam, sebuah situs bersejarah yang diresmikan Presiden Joko Widodo. Usai pengambilan gambar dan dokumentasi di Barus, ia bergerak ke Sibolga dan menginap satu malam di sana.
Perjalanan berlanjut ke Padang Sidempuan, tempat ia bermalam satu malam, lalu ke Sipirok, Tapanuli Selatan, untuk malam terakhir. Pada 8 April 2025 malam, sekitar pukul 22.00 WIB, H. Amsyal akhirnya tiba kembali di Medan, menyelesaikan perjalanan yang menempuh ribuan kilometer. Sepanjang touring, ia mengamati banyak destinasi wisata yang dikelola seadanya tanpa dukungan maksimal dari pemerintah daerah, terutama dari Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Utara.
“Saya lihat sendiri, banyak tempat wisata viral di media sosial, seperti di Barus, Sibolga, hingga Sipirok, tapi infrastrukturnya masih jauh dari memadai. Pemerintah provinsi tampak kurang terlibat aktif,” keluhnya.
Menurut Amsyal, justru pemerintah kabupaten/kota yang lebih terlihat upayanya dalam mengembangkan sektor wisata. Ia menilai banyak potensi wisata Sumatera Utara belum tergarap maksimal karena aparatur di sektor pariwisata kurang kompeten dan tidak memiliki passion di bidang tersebut.“Kalau mau pariwisata maju, harus melibatkan orang-orang yang paham, suka, dan berpengalaman dalam bidang ini. Bukan sekadar formalitas jabatan,” tegas pria yang kini berusia 67 tahun itu.
Melalui channel YouTube pribadinya, H. Amsyal Chanell Widy Holidays bertekad terus mempromosikan keindahan Sumatera Utara sekaligus mengetuk kesadaran semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk bersama-sama mengembangkan pariwisata lokal ( Red )


































