TLii | ACEH | Gayo Lues | Kuta Panjang– Jumat malam, Juli 2025
Kebakaran hebat terjadi di kawasan hutan pinus dan perkebunan serai wangi milik warga Desa Ulun Tanoh dan Rikit Dekat, Kecamatan Kuta Panjang, Kabupaten Gayo Lues, Jumat malam. Api melalap sekitar 10 hektare lahan di kawasan perbukitan Bur Tukuk sebelum akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.00 WIB.
Titik api pertama kali terlihat dari Kampung Ulun Tanoh. Kepala Desa (Geucik) Ulun Tanoh, Suhardinsyah, segera mengumumkan kondisi darurat melalui pengeras suara di meunasah, menyerukan warga untuk segera naik ke gunung dan melakukan upaya pemadaman. Tanpa ragu, Suhardinsyah memimpin langsung aksi pemadaman bersama ratusan masyarakat yang bergerak cepat dengan semangat gotong royong.
Warga dari Desa Ulun Tanoh, Rikit Dekat, dan sekitarnya bahu-membahu membawa alat seadanya — mulai dari ranting pohon hingga semprotan air — demi memadamkan kobaran api yang mengancam hutan dan kebun milik mereka.
Tak hanya warga, unsur pemerintah desa dan aparat juga turut turun tangan. Kepala Desa Rikit Dekat, Edi Saputra, ikut langsung naik ke lokasi bersama warganya. Kapolsek Kuta Panjang, Iptu Darwandi, beserta seluruh personel Polsek turut hadir mendaki bukit dan membantu proses pemadaman. Dari unsur TNI, Anggota Personil Koramil Kuta Panjang untuk turun langsung ke Lokasi Kebakaran , bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas dari desa setempat.
“Kerja sama luar biasa malam ini. Ini bukan sekadar soal memadamkan api, tapi menyelamatkan hutan, kebun, dan kehidupan warga,” ujar salah satu warga yang ikut berjibaku di lokasi.
Hingga pukul 22.00 WIB, api berhasil dikendalikan berkat kerja sama seluruh unsur masyarakat, aparat desa, TNI, dan Polri. Namun, titik-titik panas masih dalam pantauan untuk mencegah kebakaran susulan.
Penyebab kebakaran belum dapat dipastikan, namun pihak berwenang tengah menyelidiki apakah insiden ini disebabkan oleh kelalaian atau faktor cuaca kering yang memperparah kondisi hutan.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat keras akan pentingnya kewaspadaan dan pengelolaan lingkungan, khususnya di musim kemarau. Meski panas membakar lereng Bur Tukuk, semangat gotong royong masyarakat Kuta Panjang membuktikan bahwa solidaritas adalah kekuatan yang mampu menaklukkan bencana.
(Kang juna – Reporter)
































