Dari Luka Konflik ke Kemandirian: Perempuan Kepala Keluarga Bangkit di Aceh dan Sumut

- Redaksi

Kamis, 23 April 2026 - 09:46 WIB

50181 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nurhasanah bersama belasan perempuan kepala rumah tangga lainnya mengikuti pelatihan dan pendampingan perawatan Kakao dari PHE NSO. Saat ini, program yang kerap disebut Inong Balee sudah merestorasi empat hektar lahan kritis perkebunan kakao.

 

LHOKSEUMAWE, KAMIS 23 APRIL 2026– Tidak sedikit perempuan terpaksa menjadi tulang punggung atawa kepala keluarga karena tuntutan keadaan. Stigma masyarakat yang menganggap peran ibu sekadar merawat anak dan mengurus rumah tangga kian memudar. Karena itu, upaya pemberdayaan perempuan kepala keluarga harus berjalan beriringan dengan pengentasan kemiskinan.(Kamis.23/04/2026)

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nurhasanah, sehari-hari menjalani hidup sebagai petani kakao di Gampong (Desa) Blang Pante, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara. Wanita sepuh ini saban hari berjuang dari pukul enam pagi sampai petang. Ia menyusuri jalan setapak demi setapak untuk mencapai kebun.

 

“Beberapa tahun lalu, kami belum tahu cara menanam yang benar. Hasil panen tidak menentu dan hasil panen tidak berkualitas baik,” ujarnya saat berbincang dengan penulis belum lama ini.

 

Nurhasanah merupakan satu dari 19 perempuan yang menerima bantuan pelatihan Program Kelompok Tani Kepala Rumah Tangga bantuan dari Pertamina Hulu Energi (PHE) North Sumatera Offshore (NSO). Kelompok perempuan kepala keluarga yang diberi nama Inong Balee ini diajarkan teknik budidaya dan peremajaan tanaman kakao.

 

Sebelum PHE NSO melakukan pemberdayaan perempuan kepala keluarga, lanjut dia, hasil panen kebun kakao menurun. Apalagi, pohon-pohon kakao sudah melewati usia produktif.

 

“Dulu kami panen, langsung jual. Tidak tahu soal kualitas,” katanya.

 

Ia mengaku tidak pernah menyerah dengan keadaan, selama bertahun-tahun kemiskinan menjadi teman hidupnya. Ia berkisah, suaminya tewas saat terjadi kontak senjata di desanya.

 

Kala itu, anaknya masih duduk di sekolah dasar. Ia memutar otak melakukan pekerjaan kasar demi memenuhi kebutuhan hidup.

 

“Saya dulu menjadi buruh tani agar anak tetap bisa makan. Sebab, hasil kebun peninggalan suami tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup,” ujarnya.

 

Tidak hanya sebagai buruh tani, ia juga kerap memanggul batu ke dalam truk di Sungai Krueng Kereuto. Upah dari pekerjaan kasar itu hanya cukup untuk menutupi kebutuhan sehari-hari.

 

“Saya sangat bersyukur adanya program pemberdayaan dari PHE NSO. Kami diajarkan berbagai cara untuk meningkatkan hasil panen. Seperti, praktik pertanian kakao yang baik,” katanya.

 

Saat ini, program Inong Balee berhasil merestorasi empat hektar laham kritis perkebunan kakao. Adapun penanaman bibit mencapai 600 bibit baru dan peremajaan lebih dari 1700 pohon kakao.

 

Pelatihan dan Pendampingan Perawatan Kakao dilaksanakan melalui metode sekolah lapang. Peningkatan produktivitas tanaman kakao pun mulai terlihat dari awalnya satu pohon maksimal panen satu kilogram kakao dengan harga Rp 13.000 kini satu pohon menghasilkan sekira tiga sampai lima kilogram kakao.

 

Baronang Crispy.

 

Semangat tidak jauh berbeda ditunjukkan, Sabariah dari Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat. Ia bersama ibu-ibu anggota Kelompok UMKM Kuliner Maju Bersama mengembangkan inovasi baru. Mereka mengubah ikan baronang yang dulunya hanya dijadikan pakan ternak menjadi cemilan bergizi.

 

Melalui dukungan dari PT Pertamina EP Pangkalan Susu Field bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1, para ibu-ibu mendapat berbagai pelatihan. Mereka diajarkan mengolah ikan baronang menjadi berbagai jenis cemilan dan makanan tambahan untuk balita.

 

“Program ini membantu kami, ibu rumah tangga berpenghasilan dan punya keterampilan baru,” ujarnya.

 

Menurutnya, hasil dari olahan ikan berkontribusi untuk menurunkan resiko stunting. Bahkan, mereka sudah punya penghasilan untuk menambah kebutuhan keluarga.

 

“Alhamdulillah saat ini penghasilan dari penjualan cemilan mencapai 6 juta perbulan. Tiap bulan laku terjual 400 pcs dengan Harga satuan Rp 15 ribu/pcs,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Manager Community Involvement and Development (CID) Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1, Iwan Ridwan Faizal menjelaskan, program pemberdayaan yang dilakukan PHR Zona 1 sejalan dengan program pengetasan kemiskinan yang dicanangkan pemerintah.

 

Maka dari itu, berbagai program pemberdayaan didasarkan pertimbangan sosial dan ekonomi. Sehingga bisa meningkatkan kapasitas diri dan kemandirian ekonomi.

 

“Dengan peningkatan ekonomi, diharapkan dapat memberikan

perubahan bagi lingkungan sekitarnya,” tutupnya.

 

Berita Terkait

Isteri Gubernur, Marlina Muzakir Turun ke Dapur TAGANA, Ikut Bungkus Nasi untuk Korban Banjir Aceh Selatan
Ops Patuh Toba 2026, Sat Lantas Polres Pelabuhan Belawan Gelar Ramp Check Angkutan Umum
KAI Sumut Perkuat Mitigasi Risiko Cuaca, Utamakan Keselamatan dan Kenyamanan Pelanggan 358 Pohon Dipangkas, 1.650 Meter Saluran Air Disiapkan untuk Antisipasi Cuaca Ekstrem
Sinergi Rutan Tanjung dan Kemenag Wujudkan Pembinaan Kepribadian Optimal Berkelanjutan Tanamkan Keimanan Kedamaian Perubahan Positif
Kalapas Kelas IIA Binjai Mochamad Mukaffi Hadiri Kunker Kapolda Sumut Irjen Sonny Irawan di Mako Polres Binjai
Tingkatkan Kepedulian Kesehatan, Lapas Narkotika Samarinda Latih 58 WBP Menjadi Kader Kesehatan
Perkuat Sinergi Keamanan, Kalapas Narkotika Samarinda Kunjungi Polresta Samarinda
Rapat Koordinasi Pembentukan Panitia Susun Rangkaian Kegiatan Bahas Teknis Agar Tertib Khidmat Penuh Sukacita

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 21:06 WIB

Perkuat Sinergi Keamanan, Kalapas Narkotika Samarinda Kunjungi Polresta Samarinda

Senin, 2 November 2026 - 19:43 WIB

Lapas Narkotika Samarinda Perkuat Integritas dan Solidaritas Melalui Apel Pagi Senin

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lapas Narkotika Samarinda Gelar Sidang TPP, Bahas 34 Usulan Warga Binaan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:29 WIB

Jumat Berkah, Lapas Narkotika Samarinda Salurkan 75 Kg Beras untuk Masyarakat RT 22 Samarinda Utara

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Narkotika Samarinda Panen Kangkung Hasil Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:19 WIB

Majelis Taklim Jadi Sarana Pembinaan Kepribadian Warga Binaan Lapas Narkotika Samarinda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:14 WIB

Kalapas Narkotika Samarinda Ikuti Pelantikan Pimpinan Tinggi Kemenimipas dan Kick Off Hari Bakti ke-2 Tahun 2026 Secara Virtual

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Lapas Narkotika Samarinda Kobarkan Semangat Patriotik, Gigih, dan Berempati

Berita Terbaru