TLii [ Sumut ] Balige – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba menyampaikan sejumlah permohonan dan aspirasi pembangunan, terutama di sektor pendidikan, kepada rombongan Komisi X DPR RI. Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan reses Masa Sidang IV Tahun Sidang 2025-2026 yang berlangsung di Kabupaten Toba, Rabu (22/4/2026).
Kedatangaan para legislator disambut langsung oleh Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus, di SMP Negeri 1 Balige. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati menyampaikan filosofi luhur masyarakat Batak, “Anakhon Hi do Hamoraon di Ahu” yang berarti “Anak adalah harta paling berharga”.
Filosofi ini menjadi landasan kuat bagi masyarakat Toba untuk terus memprioritaskan pendidikan anak-anak mereka. “Semiskin apapun kami, kami akan terus berusaha menyekolahkan anak kami. Karena itu kami sangat butuh dukungan dan perhatian Bapak-Ibu sekalian,” ujar Audi Murphy.
Tinjau Langsung Kondisi Sekolah
Dalam kunjungannya, rombongan meninjau langsung fasilitas belajar di SMP Negeri 1 Balige. Di sana, para anggota dewan berdialog langsung dengan para siswa. Beberapa permasalahan klasik namun krusial disampaikan oleh siswa, mulai dari kerusakan atap, meja belajar yang sudah layak ganti, hingga jendela ruang kelas yang rusak.
Setelah dari sekolah, agenda dilanjutkan dengan kunjungan ke Yayasan TB Soposurung dan Ziarah ke Makam Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII, sebelum akhirnya menggelar rapat dengar pendapat di Museum TB Centre.
Enam Proposal Diajukan
Dalam rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Hj. Kurniasih Mufidayati, tersebut, Pemkab Toba secara resmi menyerahkan enam proposal permohonan bantuan dan kerjasama. Rinciannya meliputi:
1. Pembangunan gedung olahraga.
2. Bantuan peningkatan akses pendidikan.
3. Rehabilitasi gedung sentra pemuda.
4. Pembangunan gedung layanan perpustakaan.
5. Revitalisasi Makam Pahlawan Raja Sisingamangaraja XII.
6. Eksplorasi warisan peradaban Batak di Eropa untuk produksi film layar lebar tentang Raja Sisingamangaraja XII.
Selain infrastruktur, aspirasi terkait kesejahteraan juga didengungkan. Ketua DPRD Toba, Franshendrik Tambunan, meminta perhatian khusus pemerintah pusat terkait kenaikan kesejahteraan tenaga pengajar, termasuk guru TK dan PAUD.
Tidak hanya soal pendidikan, Wakil Bupati juga menekankan pentingnya sinkronisasi pengelolaan kawasan. “Alangkah indahnya Danau Toba ini jika dikelola dengan satu sikap dan visi yang sama. Oleh karena itu, saya harap ada satu badan yang bisa mengkoordinir pemerintah kabupaten di sekitar Danau Toba,” tambahnya.
Janji Renovasi dan Perhatian Khusus
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ketua Tim Reses, Dr. Hj. Kurniasih Mufidayati, memberikan jawaban yang menggembirakan. Ia memastikan akan ada langkah konkrit yang segera dilakukan.
“Yang konkrit InsyaAllah akan ada renovasi untuk SMP Negeri 1 Balige yang tadi kita kunjungi. Kami juga akan perhatikan terkait bantuan pendidikan seperti PIP (Program Indonesia Pintar) agar bisa lebih maksimal, termasuk upaya meningkatkan angka partisipasi kuliah bagi anak-anak di sini,” tegasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah anggota Komisi X DPR RI antara lain Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, dr. Sofyan Tan, Bonnie Triyana, Denny Cagur, Melly Goeslaw, Drs. Sabam Sinaga, serta perwakilan kementerian dan lembaga terkait.
(tanda)


































