TLii | ACEH – Blangkejeren, Gayo Lues – Sektor geologi dan pertambangan di Kabupaten Gayo Lues memasuki babak baru. Para profesional dan praktisi di bidang ini secara resmi mendeklarasikan pembentukan Asosiasi Geologi dan Pertambangan Gayo Lues (AGPGL) pada Kamis (28/8/2025) di Blangkejeren. Organisasi nirlaba ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi untuk mendorong praktik pertambangan yang bertanggung jawab, berkelanjutan, dan memberi manfaat optimal bagi masyarakat.
Ketua Umum AGPGL, Muhammad Isnaini, ST, mengatakan pembentukan asosiasi ini merupakan jawaban atas tantangan yang selama ini dihadapi sektor pertambangan di Gayo Lues. “Banyak masyarakat yang selama ini bekerja di sektor pertambangan tradisional belum memiliki pemahaman teknis yang memadai. Di sisi lain, regulasi dan pengawasan yang belum optimal membuat potensi besar daerah kita belum memberi manfaat maksimal bagi masyarakat. AGPGL hadir untuk menjembatani kebutuhan ini,” ujarnya kepada Seputar Gayo Lues.
Kabupaten Gayo Lues diketahui memiliki potensi mineral yang cukup beragam, mulai dari emas, perak, tembaga, batuan mulia, batu kapur, andesit, hingga pasir. Namun sebagian besar pengelolaan dilakukan secara tradisional dan minim penerapan standar keselamatan maupun pengelolaan lingkungan. Kondisi tersebut bukan hanya merugikan para penambang, tetapi juga menimbulkan dampak ekologis seperti pencemaran air sungai dan deforestasi.
Sekretaris AGPGL, Syah Putra, ST, menjelaskan, asosiasi ini memiliki empat fokus utama dalam menjalankan programnya, yaitu:
1. Edukasi dan Pelatihan bagi para penambang tradisional tentang teknik penambangan yang aman, efisien, dan ramah lingkungan.
2. Advokasi dan Kemitraan dengan pemerintah daerah untuk melahirkan kebijakan pertambangan yang adil dan berkelanjutan.
3. Pengembangan Ekonomi Lokal melalui investasi bertanggung jawab yang mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
4. Pelestarian Lingkungan dengan mendorong praktik pertambangan yang meminimalkan dampak negatif serta mendukung rehabilitasi lahan pascatambang.
Dengan dukungan puluhan anggota yang berasal dari berbagai latar belakang di bidang geologi dan pertambangan, AGPGL diharapkan menjadi motor perubahan sektor pertambangan di Gayo Lues.
“Ini adalah langkah kolektif untuk memastikan kekayaan alam Gayo Lues tidak hanya menjadi angka di atas kertas, tetapi benar-benar menghadirkan kesejahteraan dan menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang,” tutup Muhammad Isnaini.
(Kang Juna)


































