Ketua PMGI Nilai Rijaluddin anggota DPRA Tak Paham Regulasi Kehutanan, Dinilai Gagal Hadirkan Solusi Konkret

REDAKSI

- Redaksi

Rabu, 6 Agustus 2025 - 22:10 WIB

50123 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii | ACEH | Gayo Lues, Pernyataan kontroversial dari anggota DPRA Dapil-VIII, Rijaluddin, terkait kontribusi perusahaan pengolahan getah pinus di Gayo Lues menuai kritik keras dari kalangan mahasiswa. Rabu, (6/08/2025)

Syahputra Ariga, mahasiswa Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Mahasiswa Gayo Lues se-Indonesia (PMGI), menyayangkan sikap Rijaluddin yang dinilai keliru dalam memahami regulasi kehutanan. Pernyataan Rijaluddin sebelumnya menyebut bahwa perusahaan pinus tidak memberikan manfaat konkret bagi daerah akibat diberlakukannya Permen LHK Nomor 8 Tahun 2021, yang menghapus kewajiban kontribusi langsung ke pemerintah daerah.

“Pernyataan itu menunjukkan ketidakpahaman terhadap regulasi yang berlaku. Dari dulu memang tidak ada aturan mengenai kontribusi langsung atau retribusi dari industri pengolahan getah ke daerah. Yang diwajibkan adalah pembayaran PSDH (Provisi Sumber Daya Hutan) oleh pemegang izin konsesi,” jelas Syahputra.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setiap getah yang diproduksi harus disertai dokumen sah seperti SKSHHBK, dan kewajiban pembayaran PSDH sebesar Rp42 per kilogram melalui SIPUHH (Sistem Informasi Penatausahaan Hasil Hutan) adalah bentuk kontribusi yang sudah diatur dengan jelas dalam Permen LHK No. 8 Tahun 2021. Dana tersebut akan dikembalikan ke daerah melalui mekanisme Dana Bagi Hasil (DBH), sebagaimana telah diatur oleh pemerintah pusat.

Syahputra juga menegaskan bahwa sejak 31 Desember 2023, seluruh aktivitas kehutanan wajib beralih dari PKS ke skema perizinan resmi, baik dalam bentuk PBPH untuk kawasan hutan maupun izin gubernur untuk lahan APL.

“Jika Rijaluddin dan KPH Wilayah V memang serius membela kepentingan daerah, seharusnya mereka memperjuangkan penguatan Qanun Aceh Nomor 7 Tahun 2016 tentang Kehutanan, bukan sekadar berkomentar tanpa solusi konkret,” tambahnya.

Lebih jauh, Syahputra menilai bahwa perusahaan pinus yang legal dan memiliki izin lengkap justru memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat lokal.

“Kontribusi itu nyata. Banyak masyarakat yang menggantungkan ekonomi dari hasil panen getah pinus. Jika ingin memperbaiki sistem, solusinya adalah penertiban dan penegakan hukum, bukan menyalahkan regulasi nasional tanpa dasar,” pungkas Syahputra. (red).

 

Berita Terkait

Wagub Dek Fadh Salurkan Buffer Stock Rp4,85 Miliar, Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Dataran Tinggi Gayo
Hadiri Maulid di Empat Gampong, Wali Kota Langsa Serukan Penguatan Iman dan Ukhuwah Islamiyah
Dapat Apresiasi Wali Murid, Kepala SMAN 1 Badar Agara Perkuat Strategi Sukseskan TKA 2026
Duo Nur Beruntung, Dua IRT Bawa Pulang Sepeda Listrik di Jalan Sehat KNPI Langsa
Tujuh Rumah Terbakar di Permata Punie, Dinsos Aceh Besar Salurkan Bantuan Masa Panik
Bertabur Hadiah, Jalan Sehat Semangat Juara KNPI Langsa di CFD Diikuti Ribuan Warga
Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria di Kutapanjang, Sabu 0,07 Gram Disita
Danlanud El Tari Bangun Generasi Tangguh NTT, Perkuat Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:35 WIB

Kalapas Endang Sriwati Dampingi Kegiatan Bersama Ibu Asuh dan Petugas Klinik Wujud Pelayanan Humanis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Lapas Perempuan Pekanbaru Komitmen Wujudkan Lingkungan Pemasyarakatan Sehat Aman dan Peduli Kesehatan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Kalapas Endang Sriwati Hadiri Monev Capaian Kinerja Kanwil Ditjenpas Riau

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Lapas Perempuan Pekanbaru Komitmen Kembangkan Program Pembinaan Berkelanjutan Bermanfaat Nyata

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:34 WIB

Lapas Perempuan Pekanbaru Komitmen Pelayanan Humanis dan Responsif Dukung Pembinaan

Senin, 12 Oktober 2026 - 06:40 WIB

Paminal Periksa Kombes Silvester Kasus PLN Batam Kini Disorot: KPK Harus Bertindak?

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:50 WIB

Rokok Rave Diduga Tanpa Pita Cukai Beredar di Batam, Jalur Distribusinya Dipertanyakan

Sabtu, 26 September 2026 - 19:36 WIB

Rutin Setiap Minggu: WBP Lapas Perempuan Pekanbaru Antusias Ikuti Tahsin Al-Qur’an Bersama Ustaz

Berita Terbaru