TLII>>Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, secara resmi menutup program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Gampong Alue Riyeung, Pulau Nasi, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (5/8/2025). Dalam kegiatan tersebut, Gubernur didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Marlina Muzakir; Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir Syamaun; serta sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA).
TLii | ACEH BESAR, Selasa, (5 Agustus 2025) Gubernur Aceh, Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem, secara resmi menutup Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Pulau Nasi, Pulo Aceh. Acara ini digelar di Gampong Alue Riyeung, Pulau Nasi, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar,
30 Mahasiswa UGM dari berbagai Disiplin Ilmu yang tersebar di sejumlah gampong di Pulau Nasi. Telah Melaksanakan Tugas KKN selama 58 Hari. Dalam kegiatan tersebut, Gubernur didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Marlina Muzakir atau Kak Na; Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir Syamaun; Ketua Forbes DPR/DPD RI asal Aceh TA Khalid, Bupati Aceh Besar H.Muharram Idris yang akrab disapa dengan Cheh Nuharram, serta sejumlah Pimpinan Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA). Ikut Hadir Pada Acara Penutupan Tersebut
Pada Kesempatan Itu Muallem Berujar “Dulu saya sempat
ingin datang ke sini, tapi batal. Hari ini baru bisa hadir dan melihat langsung keadaan di Pulau Nasi,

Dalam Sambutannya “Mualem menyinggung sejumlah persoalan mendasar yang masih dialami dan dihadapi warga Pulau Nasi, seperti kondisi jalan, Akses komunikasi serta Irigasi “Seperti yang disampaikan Pak Keuchik tadi “Ujar Muallem, tentang kebutuhan jalan, irigasi, dan lain-lain. Inilah tugas kita semua, baik Pemerintah Kabupaten, Provinsi, maupun pusat. Apa yang disampaikan Pak Keuchik tadi sudah kita copy Pak Keuchik,” imbuhnya
Saya Sangat Apresiasi,UGM dan Para mahasiswa yang telah berbaur dan mengabdi di tengah masyarakat. “Kami berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada tim KKN UGM, yang telah menebarkan ilmu dan nilai-nilai kebersamaan. Harapan kami Semoga semakin banyak kegiatan serupa yang dapat mendongkrak pembangunan Pulau-pulau, termasuk Pulau Nasi, Breueh dan pulau lainnya di Aceh,” tuturnya.
Ketua Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) Aceh, yang juga Plt Sekda Aceh, M Nasir Syamaun, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Gubernur Aceh dalam Penutupan tersebut.
“Sebagai Ketua KAGAMA Aceh, saya berterima kasih kepada Bapak Gubernur yang berkenan hadir. KKN ini sangat strategis karena menghadirkan Mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia yang kuliah di UGM untuk tinggal dan mengabdi di sini. Jadi ilmu yang mereka dapatkan di kampus dapat diterapkan langsung di masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Ketua Forum Keuchik se-Pulo Aceh (Azhari Abbas) “menyampaikan Harapan besar kepada Pemerintah untuk mendukung pembangunan infrastruktur dasar di kawasan tersebut. “Kami sangat berharap adanya pembangunan waduk, perbaikan jalan, Dermaga boat dari Pulo di Banda Aceh, dan juga Akses Komunikasi terutama telepon. Dari lima desa di Pulau Nasi, empat belum memiliki Peralatan pendukung yang layak,” ujar Keuchik Gampong Rabo itu.
Pada kunjungan tersebut, Mualem dan Ketua Tim PKK Aceh Marlina Mazakir yang akrap disapa Kak Na juga Ikut menyerahkan sejumlah Bantuan secara Simbolis kepada para keuchik di Pulau Nasi.
Adapun Bantuan tersebut berasal dari berbagai instansi, seperti:
– Dinas Sosial Aceh turut menyerahkan bantuan sandang dan kebutuhan dasar lainnya bagi masyarakat, berupa Mukena, Jilbab, Kain Sarung, Selimut, Handuk, dan paket Family Kit, Masing-masing Sebanyak 100 buah.
– Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh yang memberikan peralatan olahraga,
– Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang menyalurkan 1.000 bibit mangrove guna mendukung pelestarian lingkungan pesisir.
– Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh turut memberikan 100 pelampung (life jacket) untuk nelayan dan dinas pertanian 1.000 bibit pinang .*[TU]


































