Warga Dusun Sidendreng Diduga Dianiaya di Jembatan Mayoa, Dipicu Perselisihan Utang Penjualan Kakao

REDAKSI

- Redaksi

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 20:35 WIB

5067 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii|SULTENG, POSO – Seorang warga Dusun Sidendreng, Desa Mayajaya, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, diduga menjadi korban penganiayaan di sekitar Jembatan Mayoa pada Jumat malam, 8 Agustus 2025, sekitar pukul 19.00 WITA. Peristiwa ini diduga dipicu persoalan utang-piutang terkait penjualan biji kakao.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami memar dan pembengkakan pada bahu bagian belakang sebelah kiri. Usai peristiwa itu, korban bersama keluarganya melapor ke Polsek Pamona Selatan. Pihak kepolisian kemudian mendampingi korban dan keluarganya menuju Puskesmas Pendolo untuk menjalani pemeriksaan medis.

Namun, proses visum tidak dapat dilakukan malam itu karena dokter yang bertugas berhalangan hadir. Pihak puskesmas meminta pemeriksaan visum dilakukan pada Senin (11/8) dengan pendampingan pihak kepolisian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kronologi Kejadian
Menurut keterangan korban, insiden bermula ketika ia bersama istri dan iparnya sedang dalam perjalanan menggunakan mobil menuju Desa Mayoa untuk mencari warung untuk makan malam.

Saat melintas di dekat Jembatan Sungai Saroso, korban dihampiri oleh terduga pelaku bersama tiga orang rekannya.

Sebelum kejadian, korban mengaku pernah dipermalukan di media sosial Facebook. Foto gambar dirinya disebarkan hasil tangkapan layar status WhatsApp korban yang diposting berisi kata-kata tidak pantas di media sosial Facebook terkait utang korban. Unggahan tersebut diduga berkaitan dengan utang pembelian kakao yang belum lunas.

Padahal, menurut korban, persoalan tersebut telah dimusyawarahkan di kantor desa. Dari hasil mediasi, disepakati utang akan dilunasi dalam jangka waktu dua bulan. Satu bulan berjalan, korban sepakat berusaha akan membayar 50 persen dari nilai yang disepakati, dan sisanya dijanjikan akan dilunasi bulan berikutnya.

Saat kejadian, korban mengaku diteriaki dengan kata-kata kasar, “Anjing, bayar coklatku!” Namun ia memilih mengabaikan. Ketegangan terjadi ketika korban berhenti di salah satu warung makan dekat jembatan. Pelaku, yang diduga berada dalam pengaruh alkohol, mendatangi korban dan terjadi adu mulut.

Dari empat orang yang bersama pelaku, hanya satu yang melakukan pemukulan, sementara tiga lainnya disebut hanya menyaksikan.

Kasus ini masih dalam penyelidikan pihak Polsek Pamona Selatan. Hingga berita ini diturunkan, media ini terus berupaya mengonfirmasi keterangan dari berbagai pihak guna menjaga keberimbangan pemberitaan.

Berita Terkait

Pemkot Palu Ulurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Aceh
Pemkab Poso Lestarikan Danau Poso dengan Restocking Sidat Tropis
Kemenkum Sulteng Dampingi Poso Daftarkan Indikasi Geografis Produk Lokal
Wamen Lepas Transmigran ke Poso: Transmigrasi Bukan Sekadar Pindah, tapi Bangun Daerah
Polisi Sita Rp62 Juta dan Empat Paket Sabu dalam Penggerebekan di Palu Utara
Komnas HAM RI Jalin Sinergi dengan Pemkot Palu untuk Wujudkan Kota Ramah HAM
Realisasi Pajak Daerah Kota Palu Capai 63,6 Persen, Tembus Rp255,4 Miliar Hingga September 2025
Lapak Buah Segar di Jalan Tanjung Satu Jadi Favorit Baru Warga Kota Palu

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 18:04 WIB

Zero Narkoba”, Lapas Perempuan Pekanbaru Pastikan Pegawai dan WBP Bersih Lewat Tes Urine

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Prestasi WBP”, Lapas Perempuan Pekanbaru Tutup PORSENAP dengan Pembagian Hadiah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:12 WIB

Dukung Program Akselerasi, Lapas Perempuan Pekanbaru Bekali WBP Keterampilan Pertanian

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:54 WIB

Maulid Nabi di Lapas Perempuan Pekanbaru: Momentum Perbaiki Diri dan Perkuat Iman WBP

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Panen Hasil Kerja Keras, Warga Binaan Lapas Perempuan Pekanbaru Buktikan Semangat Kemandirian

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Rumah Gizi Lapas Perempuan Pekanbaru Jadi Ruang Edukasi dan Perlindungan Anak Warga Binaan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 01:28 WIB

Melalui Panen Kangkung, Lapas Perempuan Pekanbaru Bekali WBP Keterampilan dan Kemandirian

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:48 WIB

Lapas Perempuan Pekanbaru Rutin Periksa Kesehatan Warga Binaan

Berita Terbaru

BMA Sebut Muzaki Terbesar di Aceh

ACEH

Bank Aceh Salurkan Zakat Perusahaan Rp11,94 Miliar

Rabu, 2 Sep 2026 - 00:58 WIB