TimeLines INews Investigasi | Lido, Jawa Barat – Kepala BNNK Gayo Lues, Fauzul Iman, S.T., M.Si., menerima penghargaan dari Kepala BNN RI Irjen Pol Suyudi Ario Seto, S.H., S.I.K., M.Si., dalam kegiatan Commander Wish Kepala BNN RI yang digelar di GOR Balai Besar Rehabilitasi BNN, Lido, Jawa Barat, Kamis (11/9/2025).
Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan pelaksanaan Program Grand Design Alternative Development (GDAD) di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, yang dinilai sukses mengalihkan tanaman narkotika (ganja) menjadi komoditas unggulan berbasis kopi.
Awal Program (2016–2018)
Program GDAD diinisiasi oleh Direktorat Pemberdayaan Alternatif, Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN RI, sejak 2016 dengan tiga lokasi pilot project di Aceh Besar, Bireuen, dan Gayo Lues. Pada tahap awal, fokus diarahkan pada membangun kepercayaan stakeholder dan masyarakat melalui pemetaan kawasan rawan ganja, harmonisasi kebijakan tingkat pusat hingga daerah, serta serangkaian rapat koordinasi dan audiensi.
Penanaman Perdana (2018)
Tahun 2018 menjadi tonggak awal pelaksanaan program di lapangan. BNN RI bersama Kementerian Pertanian dan Pemkab Gayo Lues menggelar penanaman perdana komoditas kopi seluas 100 hektare, melibatkan 100 petani mantan penanam ganja maupun masyarakat rentan. Program ini disertai pemberian bibit, pendampingan, serta penguatan kelembagaan petani.
Ekspansi Lahan dan Agrowisata (2019–2022)
Periode 2019–2022 ditandai dengan perluasan lahan hingga 500 hektare per tahun, serta pembangunan demplot agrowisata seluas 20 hektare. Total hingga 2022, lahan yang ditanami kopi mencapai 2.120 hektare dengan jumlah petani binaan sebanyak 2.110 orang. Tahun 2022 juga menjadi momentum bersejarah dengan ekspor perdana kopi hasil GDAD ke jaringan internasional Starbucks.
Penguatan Kelembagaan dan Sertifikasi (2023)
Pada 2023, koperasi petani dibentuk sebagai rantai pemasok kopi arabika Gayo. Sebanyak 1.007 petani memperoleh sertifikasi C.A.F.E Practices dari Sustainable Development Service melalui PT Ujang Jaya International bersama Starbucks. Sertifikasi ini membuka peluang ekspor yang lebih luas dengan harga jual biji kopi yang kompetitif.
Pengembangan Agrowisata (2024)
Memasuki 2024, program GDAD berfokus pada pembibitan, pengembangan agrowisata, dan kebun percontohan di empat Desa Bersinar: Desa Gajah, Desa Beranang, Desa Kota Blangkejeren, dan Desa Sepang.
Puncak Penghargaan (2025)
Keberhasilan GDAD Gayo Lues dinilai bukan hanya berhasil mengalihkan mantan petani ganja menjadi petani kopi produktif, tetapi juga menghadirkan dampak nyata pada perekonomian daerah. Kopi hasil program ini kini menjadi sumber pendapatan masyarakat, meningkatkan pendapatan per kapita, sekaligus menjadi penopang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Gayo Lues.
Kepala BNNK Gayo Lues, Fauzul Iman, menegaskan capaian ini tidak lepas dari dukungan masyarakat serta kelompok tani yang tergabung dalam Koperasi Kopi Merah Putih Gayo Lues Bersinar.
> “Keberhasilan Program GDAD di Gayo Lues adalah hasil kolaborasi seluruh pihak, dari petani, masyarakat, pemerintah daerah hingga mitra kerja internasional. Ini bukti bahwa kopi bisa menjadi solusi alih profesi yang berkelanjutan,” ujarnya.

(Kang Juna)


































