PLTMH Pantan Cuaca Disorot, Mahasiswa & Warga Desak Mitigasi Lingkungan Nyata

REDAKSI

- Redaksi

Rabu, 17 September 2025 - 16:56 WIB

5088 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii | Aceh | Gayo Lues – Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di Kecamatan Pantan Cuaca, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, kembali menjadi sorotan. Program energi terbarukan yang diharapkan memberi manfaat justru dinilai meninggalkan persoalan lingkungan yang merugikan masyarakat sekitar.

Mahasiswa dan warga menuding pembangunan PLTMH mengabaikan aspek lingkungan hidup. Tembok penahan tebing yang hanya dibangun di sekitar area proyek disebut menyebabkan aliran sungai tidak stabil, memicu erosi, hingga merusak kebun warga.

Ketua Umum Perkumpulan Mahasiswa Gayo Lues se-Indonesia (PMGI), Syahputra Ariga, menyebut kondisi ini menjadikan masyarakat seolah dijadikan “kelinci percobaan” dalam eksperimen energi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kerusakan lahan, ancaman pada sumber mata pencaharian, hingga keresahan warga adalah bukti nyata bahwa proyek ini jauh dari prinsip keberlanjutan yang selalu digaungkan,” ujarnya dalam pernyataan sikap, Rabu (17/9/2025).

Tiga Tuntutan

Melalui PMGI, mahasiswa bersama masyarakat menyampaikan tiga tuntutan utama kepada pemerintah daerah dan pihak terkait:

1. Normalisasi sungai secara menyeluruh, bukan parsial.

2. Transparansi dan akuntabilitas penuh atas seluruh proses pembangunan PLTMH.

3. Jaminan pemulihan lingkungan dan kompensasi bagi masyarakat terdampak.

 

Syahputra menegaskan, energi terbarukan seharusnya memberi manfaat luas tanpa mengorbankan rakyat.

“PLTMH harus menjadi solusi, bukan masalah baru. Kami akan terus bersuara sampai mitigasi nyata diwujudkan. Masa depan Gayo Lues bukan hanya listrik yang menyala, tetapi juga tanah yang tetap subur, sungai yang hidup, dan rakyat yang berdaulat,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait dari pemerintah maupun pengelola PLTMH belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan masyarakat.

 

(Kang Juna)

Berita Terkait

Aceh Diintai Banjir dan Longsor, Mualem Perintahkan Kesiapsiagaan Diperkuat
Perkuat Disiplin, Kasi Kamtib dan Kasi Binadik Beri Pengarahan kepada Peserta Magang
Momen Hangat dan Penuh Makna, Pisah Sambut Pejabat Struktural Lapas Perempuan Medan
Perkuat Tata Kelola Pelayanan Publik, Rutan Kelas I Labuhan Deli Ikuti Pemaparan Hasil Evaluasi di Lingkungan Kemenimipas
Lapas Perempuan Kelas IIA Pekanbaru Kuatkan Kemandirian WBP Lewat Program Pertanian Kacang Tanah
Momentum Peringatan Hardikda 2026, SMK Negeri 1 Banda Aceh Kukuhkan Duta Literasi untuk masa Depan Gemilang
Sidang TPP Ke-41: Bapas Palangka Raya Pastikan Rekomendasi Pembinaan Klien Transparan dan Akuntabel
Bapas Palangka Raya Gabung Salat Istisqa di Masjid Agung Kubah Kecubung Darurrahman, Mohon Hujan Redakan Asap

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 23:11 WIB

Aceh Diintai Banjir dan Longsor, Mualem Perintahkan Kesiapsiagaan Diperkuat

Rabu, 2 September 2026 - 17:01 WIB

Tari Kreasi Nusantara SMA Negeri 7 Lhokseumawe Curi Perhatian di Hardikda Aceh ke-67

Rabu, 2 September 2026 - 16:59 WIB

Temui Kapolda Aceh, Ketua Baitul Mal Bahas Kemaslahatan Masyarakat

Rabu, 2 September 2026 - 16:51 WIB

19 Kepala KUA Aceh Besar Dilantik, Yahwa Tegaskan KUA Bukan Sekadar Urus Nikah

Rabu, 2 September 2026 - 14:02 WIB

Polisi Amankan Mobil Angkut 600 Liter BBM Subsidi Jenis Bio Solar di Banda Aceh

Rabu, 2 September 2026 - 13:30 WIB

Peserta PKKPM Gelombang II IAIN Takengon Dampingi Penyerahan Al-Qur’an Wakaf dari Arab Saudi di Pantan Nangka

Rabu, 2 September 2026 - 12:17 WIB

Dinsos Aceh Tenggara Pulangkan Dua warga terlantar ke aceh utara, masing-masing bawa bayi.

Rabu, 2 September 2026 - 11:34 WIB

SEMANGAT TAK PERNAH PADAM! POLWAN PIDIE JAYA HADIR DI SYUKURAN HARI JADI KE-78 POLWAN RI

Berita Terbaru