TLii | SUMUT | ASAHAN, 18 November 2025, Sejumlah informasi yang beredar di lapangan memunculkan dugaan adanya aktivitas distribusi bahan bakar minyak (BBM) tanpa izin resmi di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bagan Asahan, Kabupaten Asahan. Dalam informasi awal, personel Lanal Tanjungbalai Asahan diduga berada di lokasi dan mengamankan sekitar 10 ton BBM dari sebuah kapal boat yang bersandar di kawasan tersebut.
Sumber-sumber di lapangan menyebutkan, kapal boat itu diduga melakukan aktivitas bongkar muat BBM tanpa dokumen yang sah. Sejumlah drum dan wadah penampung berisi solar disebut terlihat berada di sekitar lokasi dan menarik perhatian warga sekitar. Aktivitas aparat di dermaga pada hari yang sama turut memicu dugaan adanya penindakan terkait BBM ilegal melalui jalur perairan.
Saat dikonfirmasi terpisah, Komandan Lanal Tanjungbalai Asahan, Letkol Laut (P) Agung Dwi, yang mengaku sedang berada di Medan dalam rangka kegiatan Armada HUT RI, menyatakan masih akan mengecek langsung informasi tersebut kepada jajarannya.
“Coba saya cek di lapangan ya, karena saya sedang di Medan mengikuti kegiatan Armada HUT RI,”
ujar Letkol Laut (P) Agung Dwi melalui pesan WhatsApp.
Namun beberapa waktu kemudian, klarifikasi berbeda disampaikan oleh pihak Lanal Tanjungbalai Asahan melalui perwakilan Humas. Letda Laut Silalahi menegaskan bahwa tidak ada operasi penangkapan BBM ilegal yang dilakukan prajurit Lanal TBA pada hari dan lokasi dimaksud.
> “Tidak benar ada anggota kami yang melakukan penangkapan BBM ilegal. Sampai saat ini tidak ada kegiatan operasi penangkapan seperti yang diberitakan,”
tegas Letda Laut Silalahi saat dihubungi awak media.
Pernyataan tersebut memunculkan sejumlah tanda tanya. Di satu sisi, warga mengaku melihat adanya aktivitas aparat di sekitar dermaga yang diduga berkaitan dengan BBM. Di sisi lain, Lanal TBA menyatakan tidak ada operasi penangkapan yang dilakukan dan menegaskan seluruh kegiatan operasional selalu dilaporkan secara resmi melalui prosedur tetap.
Perbedaan antara informasi lapangan, keterangan awal bahwa akan dilakukan pengecekan, dan bantahan resmi dari Humas Lanal TBA menimbulkan ruang spekulasi di masyarakat. Dugaan praktik distribusi BBM ilegal melalui jalur perairan di wilayah TPI Bagan Asahan kembali mencuat, sekaligus memunculkan dorongan agar dilakukan penelusuran lebih jauh terhadap peran dan keberadaan aparat di lokasi pada waktu kejadian.
Sejumlah sumber lokal juga menyebut bahwa kapal yang diduga mengangkut BBM tersebut bukan pertama kali terlihat bersandar di titik yang sama. Pola kemunculan yang berulang itu menambah pertanyaan publik tentang seberapa ketat pengawasan di wilayah perairan tersebut dan sejauh mana koordinasi antarlembaga penegak hukum di lapangan.
Hingga rilis ini disampaikan, belum ada penjelasan rinci dari pihak Lanal Tanjungbalai Asahan terkait:
1. Keberadaan personel Lanal di sekitar TPI Bagan Asahan pada waktu yang disebutkan warga.
2. Status kapal dan muatan BBM yang diduga berada di lokasi pada hari kejadian.
3. Hasil pengecekan internal yang sebelumnya dinyatakan akan dilakukan oleh Danlanal.
Masyarakat menunggu penjelasan lebih transparan dari pihak Lanal Tanjungbalai Asahan dan instansi terkait lainnya, termasuk apabila diperlukan pembukaan data resmi terkait aktivitas patroli, operasi, maupun bentuk pengawasan lain di sekitar perairan Bagan Asahan pada tanggal dimaksud.
Media akan terus menelusuri fakta di lapangan, menghimpun dokumen pendukung, serta meminta keterangan dari berbagai pihak guna memastikan kejelasan informasi, termasuk kemungkinan adanya kelalaian pengawasan atau indikasi keterlibatan oknum dalam dugaan distribusi BBM ilegal di wilayah tersebut. (RR)

































