TIMELINES INEWS Investigasi | ACEH BESAR — Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatra Barat dalam beberapa pekan terakhir meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat. Musibah tersebut tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga mengakibatkan kerusakan parah terhadap rumah warga, infrastruktur, serta sarana ekonomi masyarakat. Kondisi ini mengundang empati luas dari berbagai elemen bangsa, termasuk Pemerintah Kabupaten Aceh Besar.
Keprihatinan terhadap penderitaan para korban bencana menggerakkan hati dan kepedulian Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris. Melalui gerakan kemanusiaan bertajuk Aceh Besar Peduli Bencana, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menggalang bantuan logistik untuk disalurkan ke berbagai daerah terdampak. Gerakan ini dipimpin langsung oleh Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris bersama Wakil Bupati Aceh Besar, Drs. Syukri A. Jalil.
Dalam waktu relatif singkat, ratusan ton bantuan berhasil dikumpulkan. Bantuan tersebut berasal dari kontribusi berbagai instansi pemerintah, BUMN, BUMD, organisasi sosial, serta partisipasi aktif masyarakat Aceh Besar. Logistik yang terkumpul meliputi bahan pangan, kebutuhan pokok, perlengkapan darurat, serta bantuan lain yang dibutuhkan masyarakat korban bencana.
Bantuan tersebut kemudian disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak, di antaranya Kota Langsa, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie Jaya, Aceh Tengah, Bener Meriah, serta beberapa kawasan lain yangturut merasakan dampak bencana alam.
“Bantuan yang kita salurkan tentu tidak sebanding dengan penderitaan yang mereka alami. Namun ini adalah wujud kepedulian dan empati masyarakat Aceh Besar terhadap saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” ujar Bupati Aceh Besar yang akrab disapa Syech Muharram saat ditemui di kediaman pribadinya, Kamis (25/12/2025).
Selain menyalurkan bantuan ke daerah lain, Pemkab Aceh Besar juga memberikan perhatian serius terhadap dampak bencana yang dirasakan masyarakat di wilayahnya sendiri. Gangguan pasokan listrik, kenaikan harga kebutuhan pokok, serta kelangkaan gas LPG 3 kilogram menjadi persoalan yang harus segera ditangani. Kelangkaan LPG terjadi akibat terganggunya distribusi, menyusul terputusnya jalur transportasi darat di sejumlah kawasan terdampak bencana.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Bupati Aceh Besar mengambil kebijakan strategis dengan menggelar Operasi Pasar (OP) LPG 3 kilogram. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan PT Pertamina Patra Niaga dengan tujuan menyalurkan gas LPG bersubsidi secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Operasi pasar ini kita lakukan agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan LPG 3 kilogram. Kita ingin memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi meski dalam situasi pascabencana,” kata Syech Muharram.
Ia menjelaskan, hingga berakhirnya Operasi Pasar pada 25 Desember 2025, jumlah LPG 3 kilogram yang telah disalurkan melalui OP mencapai 87.360 tabung. Penyaluran dilakukan melalui koordinasi para camat di seluruh kecamatan di Aceh Besar guna memastikan distribusi tepat sasaran.
Selain melalui operasi pasar, distribusi LPG juga tetap berjalan melalui pangkalan resmi. Tercatat sebanyak 103.350 tabung LPG 3 kilogram telah disalurkan melalui pangkalan. Dengan demikian, total LPG 3 kilogram yang telah didistribusikan di wilayah Aceh Besar mencapai 190.710 tabung.
“Gerakan operasi pasar ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah kabupaten di tengah masyarakat yang turut terdampak bencana. Ke depan, Pertamina akan kembali menyalurkan LPG 3 kilogram melalui pangkalan-pangkalan resmi,” pungkas Bupati Muharram.
Melalui gerakan Aceh Besar Peduli Bencana serta langkah konkret dalam mengatasi kelangkaan LPG, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menegaskan komitmennya untuk selalu hadir, sigap, dan responsif dalam melindungi serta memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, baik dalam situasi darurat maupun masa pemulihan pascabencana.
[Yahbit]

































