TLii | KAKANWIL DITJEN IMIGRASI SUMUT
12/12/2025
TIMELINES INEWS INVESTIGASI, Medan, 12 Desember 2025
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara menutup tahun 2025 dengan capaian inovasi layanan publik yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Sejumlah terobosan di bidang teknologi, pelayanan Pekerja Migran Indonesia (PMI), pembinaan masyarakat, hingga penguatan ketahanan pangan berhasil diwujudkan oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Keimigrasian di Sumatera Utara sepanjang tahun.

Salah satu inovasi terbesar tahun ini adalah pengoperasian Autogate di Bandara Internasional Kualanamu, yang diresmikan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan pada Juni 2025.

Sebanyak 30 mesin autogate kini beroperasi penuh dan terintegrasi dengan sistem cekal nasional serta Interpol. Teknologi ini memangkas waktu pemeriksaan imigrasi menjadi hanya 10–15 detik, serta menjadikan Kualanamu sebagai Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) kelima di Indonesia yang menerapkan teknologi ini.

Selain itu, perhatian terhadap pelayanan Pekerja Migran Indonesia diwujudkan melalui pengoperasian PMI Lounge di Bandara Internasional Kualanamu dan PMI Lounge Pelabuhan Teluk Nibung.

Fasilitas ini menjadi ruang tunggu yang aman, ramah, dan nyaman bagi para PMI yang kembali ke Tanah Air, sekaligus menegaskan komitmen Imigrasi dalam memberikan pelayanan berbasis kemanusiaan.
Dari sektor pembinaan masyarakat, Imigrasi Sumut meluncurkan Program Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA) di seluruh UPT.
Program ini memberikan edukasi langsung kepada masyarakat desa mengenai aturan keimigrasian, pencegahan TPPO/TPPM, serta prosedur perjalanan ke luar negeri. Kehadiran PIMPASA membantu memastikan masyarakat memperoleh informasi resmi dan terhindar dari berbagai bentuk penipuan yang kerap menyasar warga desa.
Inovasi lain yang mencuri perhatian adalah Program Pura Pangan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Medan.
Program ketahanan pangan ini memanfaatkan lahan dan tenaga yang tersedia untuk budidaya tanaman dan peternakan. Selain mengurangi kejenuhan deteni, program ini juga mampu menghemat biaya operasional, sehingga menjadikan Rudenim Medan sebagai UPT percontohan inovasi tingkat nasional.
Sebagai upaya meningkatkan kemudahan pelaporan kedatangan ke Indonesia, Imigrasi Sumut juga gencar mensosialisasikan Aplikasi All Indonesia. Aplikasi terintegrasi ini mencakup imigrasi, bea cukai, kesehatan, dan karantina, serta dapat diisi oleh pelaku perjalanan sejak tiga hari sebelum kedatangan. Langkah ini mempermudah proses masuk ke Indonesia sekaligus mempercepat layanan di pintu kedatangan.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara, Teodorus Simarmata, mengapresiasi seluruh jajaran atas dedikasi menghadirkan inovasi layanan sepanjang tahun.
“Inovasi ini bukan hanya pencapaian organisasi, tetapi wujud nyata transformasi Imigrasi yang lebih modern, transparan, dan humanis. Kami ingin masyarakat merasakan langsung manfaatnya, dari bandara hingga desa-desa di Sumatera Utara,” ujarnya.
Dengan deretan inovasi yang telah dicapai, Imigrasi Sumut optimis dapat terus meningkatkan kualitas layanan publik. Apalagi, pada tahun 2026 mendatang akan segera beroperasi dua kantor imigrasi baru, masing-masing di Tapanuli Utara dan Padang Sidempuan, untuk memperluas akses pelayanan keimigrasian bagi masyarakat.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara, Tutupnya.
(***)



























