Abrasi Sungai Pasca Banjir Bandang, Pemkab Pidie Jaya Bergerak Cepat

Zul

- Redaksi

Senin, 12 Januari 2026 - 14:37 WIB

50289 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alat berat sedang bekerja menormalisasi sungai di Gampong Teupin Peuraho Kecamatan Meureudu Pidie Jaya, Senin (12/01) Foto Ist.

Alat berat sedang bekerja menormalisasi sungai di Gampong Teupin Peuraho Kecamatan Meureudu Pidie Jaya, Senin (12/01) Foto Ist.

TLii [] Pidie Jaya — Derita warga Gampong Teupin Peuraho, Kecamatan Meureudu, akibat abrasi sungai yang terus menggerus kebun dan lahan mereka sejak beberapa tahun lalu di perparah banjir bandang November tahun 2025, akhirnya mulai terjawab.

Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya bergerak cepat dengan menurunkan alat berat untuk melakukan normalisasi sungai yang mengalami abrasi parah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Amatan jurnalis TimelinesiNews.com, Senin (12/01/2026), dua unit alat berat mulai bekerja di lokasi sungai yang tergerus hebat akibat terjangan banjir bandang akhir tahun 2025. Alat berat tersebut dikerahkan untuk memperbaiki alur sungai sekaligus menahan laju abrasi yang selama ini menjadi ancaman serius bagi rumah dan lahan pertanian warga.

Geusyik Gampong Teupin Peuraho, Mulyadi, SE, kepada TimelinesiNews.com menyampaikan rasa haru dan apresiasinya atas respon cepat pemerintah terhadap keluhan masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih kepada Presiden Prabowo, juga kepada Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, khususnya Pak Bupati dan Wakil Bupati. Keluhan kami langsung direspons dengan menurunkan alat berat. Ini sangat berarti bagi masyarakat,” ungkap Mulyadi.

Senada dengan itu, Ketua Tuha Peut Gampong Teupin Peuraho, H. Saiful Djafar, SH, menuturkan bahwa persoalan abrasi sungai sudah lama menghantui warga, terutama setiap kali banjir datang.

“Sejak tahun lalu, setiap banjir datang, kebun masyarakat yang berada di pinggir sungai selalu terkikis. Kami khawatir abrasi ini terus meluas dan merugikan warga.

Alhamdulillah, dengan diturunkannya alat berat ini, kami berharap permasalahan abrasi sungai di gampong kami segera teratasi,” ujarnya penuh harap.

Langkah cepat pemerintah daerah ini menjadi angin segar bagi masyarakat Teupin Peuraho yang selama ini hidup dalam kecemasan setiap musim hujan tiba. Warga berharap normalisasi sungai ini dapat menjadi solusi jangka panjang agar ancaman abrasi dan banjir tidak lagi menghantui kehidupan mereka. (JN)

Berita Terkait

Foto Penimbangan, Sabu 1,28 Gram hingga DPO: Ada Rantai yang Harus Dibongkar dalam Kasus Narkotika Blangkejeren
CFD Langsa Jadi Etalase UMKM, 245 Stand Ramaikan Lapangan Merdeka
Ribuan Warga Meriahkan Jalan Santai 800 Tahun Samudera Pasai, Hadiah Kulkas hingga Mesin Cuci Menanti
Stan Kecamatan Tanah Luas Hidupkan Milad 800 Samudera Pasai dengan Sajian Khas dan Nuansa Adat
Di Balik Pesta Rakyat, Siapa yang Membayar? Begini Penjelasan Jubir Pemkab Aceh Utara
10 SMK Aceh Utara Unjuk Karya di Milad Samudera Pasai ke-800, Produk Siswa Jadi Sorotan
800 Tahun Samudera Pasai, Disperindagkop UKM Aceh Utara Pamerkan Kekuatan Ekonomi Rakyat
Stan Kecamatan Lhoksukon Hidupkan Rasa dan Identitas Lokal di Milad 800 Tahun Samudera Pasai

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 16:22 WIB

Foto Penimbangan, Sabu 1,28 Gram hingga DPO: Ada Rantai yang Harus Dibongkar dalam Kasus Narkotika Blangkejeren

Minggu, 13 September 2026 - 11:56 WIB

CFD Langsa Jadi Etalase UMKM, 245 Stand Ramaikan Lapangan Merdeka

Minggu, 13 September 2026 - 11:16 WIB

Ribuan Warga Meriahkan Jalan Santai 800 Tahun Samudera Pasai, Hadiah Kulkas hingga Mesin Cuci Menanti

Minggu, 13 September 2026 - 11:09 WIB

Stan Kecamatan Tanah Luas Hidupkan Milad 800 Samudera Pasai dengan Sajian Khas dan Nuansa Adat

Sabtu, 12 September 2026 - 23:50 WIB

10 SMK Aceh Utara Unjuk Karya di Milad Samudera Pasai ke-800, Produk Siswa Jadi Sorotan

Sabtu, 12 September 2026 - 23:38 WIB

800 Tahun Samudera Pasai, Disperindagkop UKM Aceh Utara Pamerkan Kekuatan Ekonomi Rakyat

Sabtu, 12 September 2026 - 23:21 WIB

Stan Kecamatan Lhoksukon Hidupkan Rasa dan Identitas Lokal di Milad 800 Tahun Samudera Pasai

Sabtu, 12 September 2026 - 23:12 WIB

Stan Tanah Pasir Angkat Jejak Tradisi: Dari Mata Cangkul, Kueh hingga Kanoet Tanoh

Berita Terbaru