Banjir Pidie Jaya dan Luka Ekonomi yang Tersisa

- Redaksi

Rabu, 28 Januari 2026 - 22:35 WIB

50167 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pepohonan nampak mati akibat genangan  Banjir tahun lalu.(28/01) Foto. Jurnalis TLii

Pepohonan nampak mati akibat genangan Banjir tahun lalu.(28/01) Foto. Jurnalis TLii

TLii >> Pidie Jaya __ Lumpur masih mengering di sudut-sudut rumah warga Pidie Jaya, Aceh. Di beberapa gampong terdampak banjir bandang akhir 2025, bau tanah basah bercampur sisa genangan masih terasa. Tenda-tenda darurat berdiri di halaman dan tepi jalan, menandai bahwa bencana itu belum sepenuhnya berlalu bagi sebagian warga.

Dua bulan lebih setelah banjir, kehidupan berjalan dalam jeda. Air bersih belum menjangkau semua rumah. Aktivitas ekonomi belum pulih. Sebagian warga masih bolak-balik dari tenda ke rumah, membersihkan lumpur yang mengeras di lantai, dinding, dan perabot yang tersisa.

Pada 27 Januari 2026, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya memperpanjang status tanggap darurat untuk kelima kalinya. Keputusan itu diambil karena penanganan darurat belum selesai dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak masih harus dipenuhi. Alat berat terus bekerja membersihkan sisa material banjir. Relawan masih datang dan pergi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di balik upaya pembersihan itu, tanda-tanda dampak lain mulai tampak. Pepohonan di pekarangan warga menguning. Daunnya rontok sebelum waktunya. Pohon melinjo, durian, dan bambu—tanaman yang selama ini menopang ekonomi keluarga—tak bertahan dari rendaman air dan timbunan lumpur tebal saat banjir bandang menerjang.

Bagi warga gampong, pohon-pohon itu adalah tabungan hidup. Dari hasil panen musiman, mereka menutup kebutuhan harian dan biaya sekolah anak. Ketika tanaman produktif mati, sumber penghidupan ikut terputus. Pemulihan pun tak lagi sekadar membersihkan rumah, tetapi juga memulihkan masa depan.

“Rumah bisa dibersihkan. Tapi pohon yang mati harus ditanam ulang,” kata seorang warga. Ia tahu, menunggu pohon kembali berbuah berarti menunggu bertahun-tahun.

Bencana ini perlahan berubah wajah. Dari darurat kemanusiaan menjadi ancaman ekonomi jangka panjang. Ketika tenda-tenda kelak dibongkar dan bantuan darurat dihentikan, warga masih harus berhadapan dengan kehilangan penghasilan dan ketidakpastian.

Situasi ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah dan pusat. Selain membangun hunian sementara dan memperbaiki infrastruktur dasar, pemulihan ekonomi masyarakat terdampak menjadi kebutuhan mendesak. Bantuan bibit, pendampingan usaha, dan program pemulihan mata pencaharian menentukan apakah warga dapat benar-benar bangkit.

Banjir Pidie Jaya telah surut. Namun bagi warganya, bencana belum selesai. Lumpur mungkin bisa dibersihkan, tetapi jejak kehilangan—di pekarangan, di kebun, dan di kehidupan—masih menunggu dipulihkan. (JN)

Berita Terkait

Warga Pidie Jaya Berburu BBM, Antrean Mengular hingga SPBU Tutup dan Kosong
Sering Disamakan, Ternyata Berbeda: Memahami Banjir dan Genangan Secara Tepat.
Motor Rusak, Rezeki Tersendat: Kisah Sunyi Korban Banjir Pidie Jaya
“Malam Berzikir dalam Cahaya: Menyongsong MTQ Aceh ke-37”
BREAKING NEWS: Polisi Buru Hasan Basri, Terduga Pembunuh Wartawan Okeyboz.com di Perbatasan OKI–Lampung
Kisah 55 Calon Paskibraka Pidie Jaya Menaklukkan Panas, Letih, dan Rasa Tak Percaya Diri
Ketua DPC PJS Medan Minta Pejabat PLN Tidak Bungkam Saat Dikonfirmasi Wartawan
Ketua DPC PJS Sibolga-Tapteng Berikan Dukungan Duka kepada Rekan Niali Mendrofa

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 23:32 WIB

WBP Rutan Tanjung Belajar Disiplin & Kemandirian Lewat Kebersihan Kebun SAE dan Pembuatan Pupuk

Selasa, 9 Juni 2026 - 23:07 WIB

Lapas Binjai Gelar Tes Urine Acak, 20 WBP Dinyatakan Negatif Narkoba

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:55 WIB

Manfaatkan Lahan Terbatas Jadi Produktif, Lapas Perempuan Medan Panen Sawi

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:49 WIB

Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Turnamen Voli Legends Aceh Hadirkan Atlet-atlet Veteran Terbaik

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:49 WIB

93 Tamping Lapas Perempuan Medan Ikuti Apel Pengarahan, Ditekankan Disiplin dan Keteladanan

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:21 WIB

Lantik 17 Pejabat Fungsional dan 3 PNS, Kakanwil Imigrasi Sumut Sampaikan Pesan Penting

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:39 WIB

KSAD Hadir di Toba, Bupati Toba : Terimakasih Atas Program Bakti Karya TNI AD Untuk Rakyat

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:44 WIB

TP PKK Langsa Apresiasi Inovasi Daur Ulang SDN 2, Sampah Disulap Jadi Produk Bernilai Tinggi

Berita Terbaru