Motor Rusak, Rezeki Tersendat: Kisah Sunyi Korban Banjir Pidie Jaya

Zul

- Redaksi

Minggu, 11 Januari 2026 - 20:15 WIB

50194 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deretan Sepeda Motor rusak akibat banjir di salah satu bengkel di Pidie Jaya.(11/01). Foto.Jurnalis TLii

Deretan Sepeda Motor rusak akibat banjir di salah satu bengkel di Pidie Jaya.(11/01). Foto.Jurnalis TLii

TLii [] Pidie Jaya — Air banjir bandang yang menerjang Kabupaten Pidie Jaya akhir November 2025 memang telah surut. Namun bagi masyarakat kecil, derita justru belum berakhir.

Di balik data korban jiwa dan rumah hancur, ada kisah sunyi tentang ekonomi rakyat yang perlahan tercekik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Minggu (11/01/2026), jurnalis TimelinesiNews.com menemukan puluhan sepeda motor dan becak motor teronggok di sebuah bengkel di Gampong Rhieng Blang, Kecamatan Meureudu. Sisa lumpur masih melekat di rangka dan mesin — bukti bahwa kendaraan-kendaraan itu sempat terendam arus banjir bandang yang meluluhlantakkan Pidie Jaya.

 

Bustami, pemilik bengkel, menegaskan hampir seluruh kendaraan yang masuk merupakan milik warga terdampak banjir.

 

“Hampir semuanya korban banjir. Kerusakan paling banyak di karburator karena kemasukan air dan lumpur,” katanya.

 

Di tengah keterbatasan warga, bengkel kecil itu menjadi titik harapan terakhir. Bustami mengaku terpaksa memberi keringanan biaya karena memahami kondisi pelanggan yang kehilangan penghasilan.

 

“Tarif tetap normal, tapi kalau lihat kondisinya, ada yang kami diskon. Kalau tidak dibantu, motor mereka tidak akan jalan, dan mereka tidak bisa makan,” ujarnya tegas.

 

Salah satu korban, Hanafiah, warga Gampong Teupin Peuraho, mengaku sepeda motornya adalah satu-satunya alat untuk mencari nafkah.

 

Rusaknya kendaraan berarti terhentinya penghasilan keluarga.

 

“Motor ini bukan barang mewah, ini alat kerja kami. Alhamdulillah rusaknya tidak terlalu parah dan sudah diservis, tapi selama motor rusak kami tidak punya pemasukan,” ungkapnya.

 

Ia menyebut dampak banjir telah memukul ekonomi warga hingga ke titik terendah.

 

“Kami mohon perhatian pemerintah. Setelah banjir, ekonomi kami turun drastis. Tanpa kendaraan, kami tidak bisa bekerja,” katanya penuh penekanan.

 

Deretan motor berlumpur di bengkel kecil itu kini menjadi potret sunyi pascabencana. Ketika air telah pergi, perjuangan warga Pidie Jaya untuk kembali bertahan hidup justru baru dimulai. (JN)

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Wacana pelibatan kantin sekolah dalam pelaksanaan Program MBG, Bang Brewok : Yang Sudah Ada Di Perkuat
Rembuk Stunting Gampong Rungkom Bahas Pencegahan Stunting dan Perencanaan Pembangunan 2027
Traffic Light Mati di Simpang Jembatan Layang Meureudu,Polisi dan Dishub Langsung Bongkar Penyebabnya
Siaga Sebelum Bencana Datang,Pidie Jaya Gelar Edukasi Kebencanaan Lintas Sektor
“Lahan Jangan Dibakar!Polisi Gandeng Warga Bandar Baru Cegah Karhutla Sebelum Meluas
BUKAN SEKADAR PATROLI! Saat Kota Mulai Sepi, Polisi Bergerak Diam-Diam Jaga Pidie Jaya Sampai Larut Malam
Bupati Pidie Jaya Apresiasi  Dandim 0102/Pidie Tanam 2.000 Mangrove di Pasi Aron
Polisi dan Warga Gercep Berjibaku Singkirkan Pohon Tumbang di Trienggadeng

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 16:22 WIB

Foto Penimbangan, Sabu 1,28 Gram hingga DPO: Ada Rantai yang Harus Dibongkar dalam Kasus Narkotika Blangkejeren

Minggu, 13 September 2026 - 11:56 WIB

CFD Langsa Jadi Etalase UMKM, 245 Stand Ramaikan Lapangan Merdeka

Minggu, 13 September 2026 - 11:16 WIB

Ribuan Warga Meriahkan Jalan Santai 800 Tahun Samudera Pasai, Hadiah Kulkas hingga Mesin Cuci Menanti

Minggu, 13 September 2026 - 11:09 WIB

Stan Kecamatan Tanah Luas Hidupkan Milad 800 Samudera Pasai dengan Sajian Khas dan Nuansa Adat

Sabtu, 12 September 2026 - 23:50 WIB

10 SMK Aceh Utara Unjuk Karya di Milad Samudera Pasai ke-800, Produk Siswa Jadi Sorotan

Sabtu, 12 September 2026 - 23:38 WIB

800 Tahun Samudera Pasai, Disperindagkop UKM Aceh Utara Pamerkan Kekuatan Ekonomi Rakyat

Sabtu, 12 September 2026 - 23:21 WIB

Stan Kecamatan Lhoksukon Hidupkan Rasa dan Identitas Lokal di Milad 800 Tahun Samudera Pasai

Sabtu, 12 September 2026 - 23:12 WIB

Stan Tanah Pasir Angkat Jejak Tradisi: Dari Mata Cangkul, Kueh hingga Kanoet Tanoh

Berita Terbaru