Buruknya Penerapan K3, Proyek Jembatan Parit Kolok Abaikan Keselamatan Pekerja

REDAKSI

- Redaksi

Senin, 5 Januari 2026 - 12:02 WIB

50178 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii | SUMUT | Deli Serdang —
Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) pada proyek pembangunan Jembatan Parit Kolok di Desa Palu Manan, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, menuai sorotan masyarakat. Pasalnya, para pekerja di lokasi proyek terlihat tidak dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) sebagaimana mestinya. Senin, (5/1/2026).

Pantauan langsung media di lapangan, Selasa (23/12/2025), menunjukkan para pekerja melakukan aktivitas konstruksi tanpa menggunakan helm safety, sepatu keselamatan, maupun sarung tangan. Kondisi ini dinilai sangat berbahaya dan mencerminkan buruknya manajemen K3 oleh pihak pelaksana proyek. Padahal, penggunaan APD merupakan kewajiban mutlak yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, guna melindungi tenaga kerja dari risiko kecelakaan kerja yang dapat berakibat fatal.

Buruknya penerapan K3 tersebut menimbulkan pertanyaan serius di tengah masyarakat. Apakah kontraktor lebih mementingkan keuntungan proyek dibandingkan keselamatan dan nyawa para pekerja? Minimnya perlengkapan keselamatan menunjukkan adanya dugaan kelalaian yang tidak dapat ditoleransi dalam proyek bernilai miliaran rupiah. Ironisnya, meski menyadari risiko yang mengancam keselamatan mereka, para pekerja tetap melanjutkan pekerjaan karena faktor kebutuhan ekonomi. Kondisi ini semakin memperlihatkan lemahnya perlindungan tenaga kerja di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kurangnya pengawasan dari dinas terkait di lapangan diduga semakin memperburuk situasi. Hingga saat ini, tidak terlihat adanya pengawasan aktif maupun langkah tegas dari instansi berwenang terhadap pelaksana proyek, meskipun pelanggaran K3 berlangsung secara terbuka. Lemahnya fungsi pengawasan ini menimbulkan dugaan bahwa pengendalian keselamatan dan kesehatan kerja tidak dijalankan secara optimal, sehingga berpotensi membiarkan praktik berbahaya terus terjadi dan mengancam keselamatan para pekerja di lokasi pembangunan jembatan tersebut.

Diketahui, proyek pembangunan Jembatan Parit Kolok ini dikerjakan oleh CV. Arfa Radhika dengan nilai kontrak sebesar Rp3.853.303.000, bersumber dari APBD Kabupaten Deli Serdang Tahun Anggaran 2025, dengan masa pengerjaan selama enam bulan. Namun besarnya anggaran tersebut tidak sejalan dengan komitmen terhadap keselamatan kerja.

Sampai berita ini dipublikasikan, Kepala Dinas SDA BMBK Deli Serdang, Janso Sipahutar, ST, belum memberikan klarifikasi resmi. Kasus ini diharapkan menjadi perhatian serius pihak berwenang untuk segera melakukan evaluasi dan tindakan tegas, agar keselamatan pekerja tidak terus dikorbankan demi kepentingan proyek. Ketidakpedulian ini dinilai bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga pengabaian terhadap tanggung jawab moral dan profesional. Dari banyaknya temuan di lapangan terkait lemahnya penerapan K3 pada proyek-proyek di bawah naungan Dinas SDA BMBK Kabupaten Deli Serdang, muncul berbagai pertanyaan publik. Apakah proses pengawasan dan regulasi tender sudah berjalan sesuai aturan? Ataukah pelaksanaan tender hanya bersifat formalitas semata?

Tim Redaksi.

Berita Terkait

Hadiri Maulid di Empat Gampong, Wali Kota Langsa Serukan Penguatan Iman dan Ukhuwah Islamiyah
Dapat Apresiasi Wali Murid, Kepala SMAN 1 Badar Agara Perkuat Strategi Sukseskan TKA 2026
Duo Nur Beruntung, Dua IRT Bawa Pulang Sepeda Listrik di Jalan Sehat KNPI Langsa
Tujuh Rumah Terbakar di Permata Punie, Dinsos Aceh Besar Salurkan Bantuan Masa Panik
Kakanwil Imigrasi Sumut Hadiri Pelantikan DPP Horas Bangso Batak, Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor
Bertabur Hadiah, Jalan Sehat Semangat Juara KNPI Langsa di CFD Diikuti Ribuan Warga
Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria di Kutapanjang, Sabu 0,07 Gram Disita
Danlanud El Tari Bangun Generasi Tangguh NTT, Perkuat Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Hadiri Maulid di Empat Gampong, Wali Kota Langsa Serukan Penguatan Iman dan Ukhuwah Islamiyah

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Dapat Apresiasi Wali Murid, Kepala SMAN 1 Badar Agara Perkuat Strategi Sukseskan TKA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Duo Nur Beruntung, Dua IRT Bawa Pulang Sepeda Listrik di Jalan Sehat KNPI Langsa

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:04 WIB

Tujuh Rumah Terbakar di Permata Punie, Dinsos Aceh Besar Salurkan Bantuan Masa Panik

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Kakanwil Imigrasi Sumut Hadiri Pelantikan DPP Horas Bangso Batak, Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:36 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria di Kutapanjang, Sabu 0,07 Gram Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Danlanud El Tari Bangun Generasi Tangguh NTT, Perkuat Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:06 WIB

Dana Rutin Pengajian Orang Tua Desa Kutabaru Aceh Tenggara Tahun 2024 Disorot, Pj Pengulu Diminta Jelaskan Dugaan Gaji Belum Dibayarkan

Berita Terbaru