TLii | SUMUT | Deli Serdang – Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang buruk kembali berbanding lurus dengan hasil pekerjaan yang mengecewakan. Kegiatan perbaikan Jalan Tanjung Balai, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, yang beberapa waktu lalu selesai dikerjakan dan sempat menuai sorotan tajam masyarakat serta sejumlah media, kini kembali harus diperbaiki ulang. Jumat, (09/01/2026).
Ironisnya, perbaikan ulang yang dilakukan pada malam hari tersebut justru tidak menunjukkan hasil maksimal. Dari pantauan di lapangan, masih terlihat keretakan aspal di sejumlah titik, meski pekerjaan baru saja dilakukan. Kondisi ini semakin memperkuat kesan buruknya kualitas pekerjaan serta lemahnya pengendalian mutu dari pihak terkait.
Keretakan pada lapisan aspal tersebut diduga kuat disebabkan oleh campuran material yang tidak mengikat secara sempurna. Faktor cuaca juga disinyalir berpengaruh, mengingat pekerjaan dilakukan pada malam hari dengan tingkat kelembaban udara yang tinggi, yang dapat mengganggu proses pengikatan komponen aspal dan berdampak langsung pada daya tahan jalan. Tak hanya soal kualitas pekerjaan, penerapan K3 di lapangan juga menjadi sorotan serius. Terlihat para pekerja melakukan aktivitas pengaspalan tanpa menggunakan alat pelindung diri, bahkan tidak menggunakan baju, sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kondisi ini mencerminkan rendahnya kepedulian pelaksana terhadap keselamatan pekerja, sekaligus menunjukkan lemahnya pengawasan dari Dinas SDABMBK.
Minimnya pengawasan dari pihak dinas diduga memberi ruang bagi pelaksana untuk bekerja asal jadi, tanpa memperhatikan standar teknis dan keselamatan kerja. Situasi ini pun dinilai sebagai bentuk kegagalan sistemik dalam pengelolaan proyek, yang ujungnya merugikan masyarakat sebagai pengguna jalan.
Masyarakat pun berharap Kepala Dinas SDABMBK, Janso Sipahutar, segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja jajarannya, mulai dari PPK, PPTK, pengawas lapangan, hingga pihak pelaksana sebagai pemenang tender pekerjaan.
Harapan tersebut disampaikan agar kejadian serupa tidak terus berulang, dan ke depan setiap pekerjaan infrastruktur benar-benar dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, mengedepankan kualitas, serta mematuhi standar K3 demi keselamatan dan kepentingan publik.
Tim Redaksi.

































