TLii | MEDAN | KEJATI SUMUT
13/01/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI, Medan Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) menetapkan JS, Direktur Utama PT Prima Alloy Steel Universal Tbk (PT PASU), sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penjualan Aluminium Alloy periode 2018 hingga 2024, Selasa (13/01/2026).

Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menemukan sekurang-kurangnya dua alat bukti yang sah. Berdasarkan hasil penyidikan, diduga telah terjadi tindak pidana korupsi dalam proses penjualan Aluminium Alloy oleh PT Indonesia Aluminium (INALUM) kepada PT PASU yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Tersangka JS diduga secara bersama-sama dan bermufakat dengan tersangka lain yang telah lebih dahulu ditahan, melakukan perubahan skema pembayaran. Skema pembayaran yang semula menggunakan cash dan SKBN (Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri) diubah menjadi Dokumen Against Acceptance (D/A) dengan tenor 180 hari.

Akibat perubahan skema tersebut, PT PASU selaku pembeli tidak melakukan pembayaran atas Aluminium Alloy yang telah dikirim oleh PT INALUM. Perbuatan ini diduga menimbulkan kerugian keuangan negara pada PT INALUM yang diperkirakan mencapai USD 8.000.000 atau sekitar Rp133,4 miliar berdasarkan nilai tukar saat ini. Adapun nilai pasti kerugian negara masih dalam proses penghitungan.
Atas perbuatannya, tersangka JS disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) subsidair Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, jo Pasal 603 jo Pasal 604 jo Pasal 20 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk menuntaskan penanganan perkara ini secara profesional, transparan, dan akuntabel, Tegasnya.
Sumber: Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.
(***)



































