TLii|Pidie Jaya – Wacana pemerintah dalam melakukan evaluasi pengembangan skema distribusi makanan bergizi gratis ( MBG ) terhadap keberlanjutan dapur pelayanan pemenuha. Gizi ( SPPG ) menjadi sorotan di tengah masyarakat.
” Skema pendistribusan MBG dari SPPG yang sedang sudah ada sangat penting untuk di pertengahan karena sudah sudah berjalan dari awal pencanangan hingga hari ini ” ucap Bang Brewok sapaan akrab Muhammad Rissan.
Dalam hal ini, bila terjadi perubahan skema pelaksanaan pola MBG justru nantinya akan menimbulkan persoalan baru dalam hal standar gizi, keamanan pangan, pengawasan maupun pengelolaan anggaran. SPPG lebih baik tetap dilanjutkan dan yang perlu di perhatikan adalah perbaikan untuk lebih baik bila kekurangan dalam pelaksanaannya
” Pola yang sudah ada memang harus dievaluasi dan diperbaiki. Jangan sampai karena ada persoalan akhirnya merusak
sistem yang sudah dibangun ” ucap Bang Brewok
kantin sekolah memang memang salah satu alternatif yang kelebihannya berada lebih dekat dengan penerima manfaat. Namun, kedekatan lokasi bukan salah satu solusi untuk menentukan perubuhan. Karena tidak semua sekolah memiliki kantin yang memadai untuk pemanfaatan SPPG. Dan ini wacana tersebut perlu di kaci ulang.
Karena itu, evaluasi terhadap SPPG maupun kajian terhadap keterlibatan kantin sekolah dinilai perlu dilakukan secara terbuka, berdasarkan data dan kesiapan masing-masing daerah.
Jangan sampai karena niatnya efisiensi anggaran malah justru membuka banyak titik baru yang sulit diawasi. Kalau ada pengadaan dan pengelolaan dana, semuanya harus transparan dan dapat dipertanggungjawabkan
” Bila ada tikus di dalam kamar, jangan di bongkar rumahnya, namun yang harus di lakukan adalah mengusir tikus agar tidak masuk lagi ke rumah kita ” pungkasnya Bang Brewok.


































